TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Kabupaten Kediri mulai memanaskan mesin menuju Kejuaraan Daerah (Kejurda) 2026 dengan menggelar latihan bersama lintas perguruan.
Kegiatan ini digelar di Markas Kodim 0809 Kediri dan menjadi ajang evaluasi menyeluruh kesiapan atlet.
Latihan bersama tersebut melibatkan tiga perguruan karate yang bernaung di bawah FORKI Kabupaten Kediri, yakni Inkanas, Inkai dan Lemkari.
Sekitar 100 atlet dari berbagai kelas dan kelompok usia ambil bagian dalam agenda tersebut.
Selain mempererat soliditas antarperguruan, latihan bersama ini difokuskan sebagai sarana pemetaan kekuatan atlet menjelang Kejurda.
Evaluasi dilakukan terhadap kondisi fisik, penguasaan teknik, serta kepekaan atlet dalam menghadapi situasi pertandingan.
Ketua Umum FORKI Kabupaten Kediri, Agung Tri Wahyudi mengatakan latihan bersama ini merupakan langkah awal dalam menyiapkan atlet secara matang menuju Kejurda, sekaligus bagian dari proses pembinaan berkelanjutan.
"Latihan bersama ini kami manfaatkan untuk evaluasi dan penjaringan atlet. Ini penting sebagai bagian dari persiapan Kejurda sekaligus regenerasi atlet FORKI Kabupaten Kediri," ucap Agung, Senin (9/2/2026).
Baca juga: Dobrak Batas Jurusan, Keysha Brilliant Asmara Asal Tulungagung Moncer di Dunia Seni Pertunjukan
Agung menjelaskan, melalui latihan lintas perguruan, pelatih dapat melihat langsung potensi atlet dari berbagai klub, termasuk kesiapan mental dan daya saing mereka saat berhadapan dengan lawan yang berbeda karakter.
"Dengan latihan bersama, kami bisa melihat kemampuan atlet secara lebih objektif. Tidak hanya teknik, tetapi juga mental bertanding dan adaptasi di lapangan," jelasnya.
Agung menambahkan, sepanjang tahun 2026 FORKI Kabupaten Kediri telah menyusun agenda pembinaan yang terarah, mulai dari Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab), Kejurda, hingga persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
"Tahun 2026 fokus kami adalah Kejurkab, Kejurda dan persiapan Porprov. Maka dari itu, evaluasi atlet sudah harus dilakukan sejak sekarang," tutur Agung.
Terkait hasil evaluasi sementara, Agung mengakui masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan sebelum atlet diterjunkan ke Kejurda, terutama pada intensitas latihan fisik dan pematangan teknik.
"Volume latihan fisik dan teknik masih perlu ditingkatkan. Selain itu, kepekaan atlet dalam membaca situasi pertandingan juga harus terus diasah," ungkapnya.
Meski demikian, Agung menilai proses regenerasi atlet di tubuh FORKI Kabupaten Kediri berjalan cukup baik. Pembinaan dilakukan secara bertahap dan menunjukkan progres yang positif.
"Untuk regenerasi atlet, sejauh ini masih aman. Prosesnya berjalan step by step dan terus menunjukkan peningkatan," bebernya.
Baca juga: DPMPTSP Kabupaten Nganjuk Gelar Forum Perangkat Daerah, Paparkan Enam Program
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata memberikan apresiasi atas langkah FORKI yang aktif melakukan latihan bersama sebagai bagian dari persiapan Kejurda.
Menurut Hakim, kegiatan tersebut sangat strategis untuk mengukur kesiapan atlet sekaligus membangun fondasi pembinaan jangka panjang menuju Porprov.
"Latihan bersama ini sangat efektif untuk melihat kesiapan atlet, baik dari sisi fisik, teknik, maupun mental. KONI Kabupaten Kediri mendukung penuh upaya FORKI dalam menyiapkan atlet secara berkelanjutan," kata Hakim.
Hakim berharap, melalui pembinaan yang konsisten dan terukur, atlet karate Kabupaten Kediri mampu tampil maksimal dan berprestasi pada Kejurda 2026.
"Dengan persiapan yang matang sejak awal, kami optimistis atlet karate Kabupaten Kediri bisa bersaing dan meraih hasil terbaik di Kejurda," harapnya.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik