Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Kobaran api menjulang tinggi di tengah gelapnya malam mendadak menyedot perhatian warga.
Sejumlah sepeda motor, diduga milik pelajar terafiliasi geng motor, tampak terbakar hebat di lahan terbuka, sementara sejumlah orang berdiri tak jauh dari lokasi, menyaksikan kendaraan itu dilalap api.
Peristiwa ini terjadi sebelum aparat kepolisian Polresta Cirebon mengamankan puluhan pelajar yang diduga terlibat aktivitas geng motor.
Video amatir warga yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sepeda motor dalam posisi terjatuh atau miring, dengan hampir seluruh bagiannya terbakar.
Roda motor terlihat mencuat ke atas di tengah kobaran api berwarna oranye terang dan merah menyala.
Asap tebal membumbung ke udara, disertai suara letupan kecil yang terdengar dari arah kebakaran.
Suasana sekitar tampak gelap, hanya diterangi cahaya api.
Baca juga: Adu Pemain Termahal Persib dan Ratchaburi FC, Nilai Thom Haye Dua Kali Lipat Pemain Lawan
Beberapa pria terdengar berbincang di sela menonton motor terbakar itu.
Salah satu di antaranya terdengar bertanya, “Bisa meledak tidak ya?” sementara yang lain menimpali, “Iya, motornya dibakar.”
Menanggapi video tersebut, Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol I Putu Ika Prabawa membenarkan adanya informasi terkait sepeda motor yang diduga dibakar oleh warga.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman untuk mengetahui latar belakang dan kronologi kejadian tersebut.
“Informasi tersebut memang ada (motor dibakar) dan akan kami dalami lebih lanjut. Kami juga akan melakukan pendataan berapa jumlah sepeda motor yang terdampak. Mengingat saat melintas di desa tersebut, jumlah kendaraan mereka cukup banyak, sekitar 50 kendaraan,” ujar Putu, Selasa (10/2/2026) dini hari.
Saat ditanya lokasi kejadian, Putu menyebut peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon.
“Di salah satu desa di daerah Klangenan,” ucapnya.
Hingga kini, polisi belum menyimpulkan apakah pembakaran motor tersebut dilakukan secara sengaja dan berkaitan langsung dengan aksi konvoi pelajar yang sebelumnya meresahkan warga.
Pendalaman masih dilakukan, termasuk memastikan jumlah kendaraan yang terdampak dalam insiden tersebut.
Baca juga: Dinkes Jabar Ambil Alih Pembiayaan PBI JK, Fokus untuk Peserta dengan Kebutuhan Medis Mendesak
Sebanyak 24 pelajar diamankan setelah kedapatan membawa alat pemukul dan senjata tajam saat melintas di sejumlah desa, Senin (9/2/2026) malam hingga Selasa dini hari.
Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol I Putu Ika Prabawa mengatakan, pengamanan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait adanya kelompok pelajar yang bersiap melakukan tawuran.
"Pada tanggal 9 Februari 2026 malam, kami mendapatkan informasi adanya beberapa kelompok pelajar yang diduga berafiliasi dengan kegiatan geng motor dan akan melakukan tawuran,” ujarnya.
Kelompok tersebut diketahui sempat berkumpul di wilayah Plumbon sebelum akhirnya dibubarkan oleh patroli Polsek.
Sebagian dari mereka kemudian bergerak ke arah Klangenan.
Jumlah rombongan yang diperkirakan mencapai sekitar 50 orang membuat warga resah hingga turun tangan melakukan pembubaran secara mandiri.
Aksi tawuran sendiri dipastikan belum sempat terjadi.
Namun, polisi menemukan indikasi kuat adanya rencana bentrokan karena sejumlah pelajar kedapatan membawa senjata tajam dan alat pemukul.
Hingga kini, 24 pelajar masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Polresta Cirebon.
Polisi juga masih mendalami keterkaitan antara aksi konvoi tersebut dengan video motor terbakar yang viral di media sosial. (*)