TRIBUNNEWS.COM, BADUNG – Club motor dari Komunitas Honda ADV Indonesia (HAI) menggelar doa bersama di Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang menewaskan Juhaeryah Velina (46) atau Tante Jenna.
Doa bersama digelar Senin (9/2/2026) sekitar pukul 20.00 WITA di Jalan Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod.
Lantunan doa dan nyala lilin solidaritas mengiringi kepergian sosok yang dikenal ceria dan hangat itu.
Sebelumnya Tante Jenna tewas diduga jadi korban pembegalan, pada Sabtu 7 Februari 2026, usai rapat dan kopi darat bersama club motornya.
"Kami berkumpul di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menggelar doa bersama bagi almarhumah Tante Jenna jam 8 malam ini," kata teman dekat korban Heni Kurnianingsih kepada Tribun Bali.
Aksi ini merupakan bentuk penghormatan terakhir sekaligus desakan moral bagi aparat kepolisian untuk segera mengungkap pelaku dugaan pembegalan yang merenggut nyawa sosok perempuan yang berprofesi sebagai terapis tersebut.
Baca juga: Sosok Tante Jenna Miss Yuhui Korban Begal di Kerobokan Bali, Dikenal Humoris dan Ceria
Duka mendalam masih menyelimuti hati. Bagi Heni Kurnianingsih, Tante Jenna bukan sekadar rekan di komunitas, melainkan sumber keceriaan yang tak pernah padam.
Sosoknya begitu ikonik dengan sapaan khasnya yang membuat suasana selalu hidup.
"Dia itu nyawa di setiap pertemuan. Julukannya 'Miss Yuhui'. Kenapa? Karena buka obrolan, dia selalu bilang 'Yuhuii guys'. Sekarang, suara itu sudah tidak ada lagi," kenang Heni.
Heni menceritakan bahwa sebelum insiden maut itu terjadi pada Sabtu 7 Februari 2026 malam, Tante Jenna masih sempat menunjukkan semangatnya dalam kegiatan Kopi Darat (Kopdar) dan rapat rutin di The Forum Gallery Cafe.
Tidak ada yang menyangka, momen berbagi tawa di kafe tersebut menjadi Kopdar terakhir bagi Jenna.
Saat itu, ia tampak bahagia bisa berkumpul kembali dengan keluarga besarnya di komunitas HAI sebelum akhirnya memacu motornya menuju Legian pada pukul 22.27 WITA.
Baca juga: Polisi Usut Asal-usul Senjata Api Revolver yang Digunakan Kawanan Begal Motor di Palmerah
Perjalanan pulang yang seharusnya biasa saja berubah menjadi mencekam.
Jenna diduga diserempet oleh dua orang tak dikenal yang berupaya merampas tasnya.
Benturan keras dengan tiang listrik akibat upaya pembegalan tersebut membuat Jenna mengalami Cedera Kepala Berat (CKB).
Meski barang-barang berharga miliknya tetap utuh karena pelaku kabur saat warga berdatangan, nyawa Jenna tidak tertolong.
Ia mengembuskan napas terakhirnya di RS Garba Med pada Minggu 8 Februari 2026 dini hari.
"Dia orang baik, dia sosok yang tangguh sebagai terapis dan pengajar. Kami sangat terpukul. Doa bersama malam ini adalah cara kami melepasnya dengan layak, tepat di tempat dia terakhir kali berjuang," ujarnya.
Ketua Umum HAI, Ali Abel, menegaskan bahwa komunitas motor di Bali tidak akan tinggal diam. Selain doa bersama, mereka terus mengawal perkembangan penyelidikan di kepolisian.
"Kami meminta perhatian serius dari pihak Kepolisian. Kejadian ini mencoreng rasa aman di Bali. Kami ingin pelaku segera ditangkap agar tidak ada lagi 'Tante Jenna' berikutnya yang menjadi korban di jalanan," tegas Ali. (*)