Singphoria Jambi Digempur Tagihan Refund, Penonton Hingga UMKM Menjerit Modal Tertahan
Darwin Sijabat February 10, 2026 01:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Gelaran konser musik Singphoria SKJ di Jambi kini tengah berada di pusaran polemik besar. 

Alih-alih menghadirkan hiburan, promotor konser ini justru memicu kemarahan publik setelah rentetan penundaan jadwal sejak Desember 2025 yang tidak dibarengi dengan kejelasan pengembalian dana (refund).

Tak hanya penonton kategori VIP yang merugi hingga jutaan rupiah, para pelaku UMKM yang telah menyetor uang untuk mengisi tenant (lapak jualan) kini berada di ambang kebangkrutan. 

Mereka mengeluhkan sikap manajemen yang dianggap lari dari tanggung jawab dan memutus komunikasi.

Jeritan UMKM: Modal Stuck, Admin Bungkam

Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh salah satu pemilik tenant melalui akun TikTok @okduttt.

Ia mengaku modal usahanya tertahan di pihak penyelenggara tanpa kepastian.

"Uangku mendep di situ, yang seharusnya bisa untuk modal. Minimal ada kepastianlah, tiap ditanya dalam antrean terus. Aku lo UMKM kecil, modal stuck di situ," tulisnya dengan nada putus asa.

Baca juga: Niat Pengamen Cari Rezeki Tambahan Malah Viral, Dikira Mayat Rupanya Biawak

Baca juga: Bakal Terhubung ke Tol Jambi, Jembatan Siak Hubungkan Rengat-Pekanbaru Rampung 98 Persen

Baca juga: Polda Jambi Hadang Pasokan BBM Ilegal Asal Sumbar, Ribuan Liter Solar Subsidi Nyaris Masuk ke PETI

Kekecewaan Penonton VIP

Keresahan serupa membanjiri akun media sosial penyelenggara. 

Banyak calon penonton yang sudah memesan tiket VIP dalam jumlah banyak, mulai dari 4 hingga 7 tiket, namun hingga kini uang mereka tak kunjung kembali. 
Akun @minionthebesttt bahkan menyebut pihak admin tidak pernah membalas chat dan terkesan sengaja menghilang.

"Kurelakan? Oh tidak bisa. Mau refund hampir dua bulan uang belum balik. Admin di chat gak pernah balas. Lari dari tanggung jawab," tulisnya dalam unggahan TikTok yang viral.

Dugaan Penggelapan dan Absennya Klarifikasi

Hingga saat ini, akun resmi @singphoria.id terpantau tidak mengunggah klarifikasi apa pun sejak 7 Juni 2025. 

Di sisi lain, salah satu admin sempat membalas komentar warganet dengan alasan "sibuk", sebuah dalih yang dianggap tidak masuk akal mengingat lamanya waktu penundaan yang terjadi.

Absennya transparansi ini memunculkan dugaan adanya penyalahgunaan dana oleh oknum penyelenggara. 

Baca juga: Sekolah Beli Tiket Konser Dewa 19 Pakai Dana Bos, Dewan Pendidikan Kaget: di Luar Nalar, Kok Bisa

Baca juga: Kronologi Tragedi Berdarah di Kafe Kota Jambi: Pria Ditikam, Dada Kiri Karyawan Wanita Kena Bogem 

Para korban yang merasa dirugikan kini mulai menyuarakan gerakan untuk memviralkan kasus ini dan mempertimbangkan langkah hukum guna mendapatkan kembali hak mereka.

Profil Singkat Singphoria

Singphoria adalah sebuah merek promotor acara atau penyelenggara event (EO) yang berbasis di Jambi. 
Nama ini dikenal luas di kalangan anak muda Jambi melalui gelaran festival musik bertajuk Singphoria SKJ (Senang-Senang Ke Jambi).

Fokus Utama: Penyelenggaraan konser musik skala besar yang menghadirkan artis-artis nasional (seperti panggung line-up yang sempat direncanakan sebelumnya).

Basis Operasi: Kota Jambi, Provinsi Jambi.

Kehadiran Digital: Aktif di platform Instagram dan TikTok melalui akun @singphoria.id.

Rekam Jejak & Kontroversi:

Magnet Penonton: Pada awalnya, Singphoria berhasil menarik minat ribuan calon penonton melalui penjualan tiket kategori Reguler hingga VIP, serta membuka kesempatan bagi UMKM lokal untuk mengisi tenant kuliner dan hobi.

Penundaan Berulang: Sejak akhir tahun 2025, Singphoria mulai menjadi sorotan negatif setelah jadwal konser mengalami penundaan (reschedule) berkali-kali tanpa alasan yang dianggap masuk akal oleh publik.

Krisis Refund: Memasuki awal 2026, reputasi Singphoria berada di titik terendah. 

Promotor ini dituding gagal memenuhi janji pengembalian dana (refund) tiket dan modal tenant.

Putus Komunikasi: Pihak manajemen dikenal publik karena sikap "bungkam" atau ghosting. 

Akun media sosial mereka berhenti mengunggah pembaruan (update) sejak Juni 2025, sementara layanan pelanggan (WhatsApp/DM) dilaporkan hanya memberikan jawaban otomatis "dalam antrean" tanpa realisasi.

Dampak Sosial:

Singphoria kini menjadi simbol keresahan bagi ekosistem hiburan di Jambi. 

Akibat macetnya dana refund, promotor ini menghadapi ancaman laporan hukum dari para pembeli tiket dan kerugian finansial yang signifikan bagi pelaku UMKM kecil yang modal usahanya tertahan di manajemen mereka.

DISCLAIMER

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.

Baca juga: 2 dari 3 Daerah di Jambi Kemungkinan Jadi Kabupaten Baru, 8 Kecamatan Merangin Siap Lepas

Baca juga: Didampingi Bupati Hurmin, Edi Purwanto Resmikan Jalan Singkut 7

Baca juga: Bakal Terhubung ke Tol Jambi, Jembatan Siak Hubungkan Rengat-Pekanbaru Rampung 98 Persen

Baca juga: Daftar Nama Pejabat Pemkab Batang Hari yang Dilantik, Sekda: 3 Tugas Besar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.