TRIBUNJAMBI.COM - Wajah infrastruktur di Provinsi Riau mengalami lompatan besar.
Salah satu struktur paling krusial dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), yakni Jembatan Siak pada Ruas Rengat–Pekanbaru (Seksi Junction Pekanbaru–Bypass Pekanbaru), kini telah mencapai progres konstruksi 98 persen.
Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa konektivitas antara Riau dan Jambi akan segera terintegrasi secara masif.
Menembus Pemisah Alami Sungai Terdalam
Jembatan Siak bukan sekadar infrastruktur biasa.
Membentang sepanjang 214,5 meter, jembatan ini dirancang untuk membelah Sungai Siak, yang dikenal sebagai salah satu sungai terdalam di Indonesia.
Selama ini, sungai tersebut menjadi pemisah alami antara wilayah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.
“Kehadiran Jembatan Siak menjadi jembatan kelima yang menghubungkan wilayah tersebut, sekaligus memperkuat jaringan jalan tol sebagai jalur distribusi utama,” ujar Mardiansyah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.
Baca juga: Daftar Rest Area Jalan Tol Trans Sumatera Dapat Diskon 50 Persen Sewa Tenant
Baca juga: Polda Jambi Hadang Pasokan BBM Ilegal Asal Sumbar, Ribuan Liter Solar Subsidi Nyaris Masuk ke PETI
Baca juga: Kronologi Tragedi Berdarah di Kafe Kota Jambi: Pria Ditikam, Dada Kiri Karyawan Wanita Kena Bogem
Ia menambahkan bahwa pembangunan struktur utama ini hanya memakan waktu enam bulan dengan metode Balanced Cantilever, mencerminkan efisiensi tinggi tanpa mengesampingkan aspek keselamatan (Zero Accident).
Keberadaan Jembatan Siak menjadi elemen vital karena akan mengintegrasikan sejumlah ruas tol utama, mulai dari Tol Pekanbaru–Dumai hingga Pekanbaru–Bangkinang.
Namun, visi besarnya adalah menghubungkan Riau dengan Jambi melalui Ruas Jambi–Rengat sepanjang 198,13 km yang kini masuk dalam perencanaan Tahap II.
Di sisi lain, pembangunan dari arah Selatan (Jambi) juga terus dikebut. Hutama Karya tengah menggarap Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi (170,70 km).
Saat ini, segmen Bayung Lencir–Tempino dan Tempino–Ness sudah beroperasi, sementara seksi lainnya ditargetkan rampung bertahap pada 2027.
“Pembangunan koridor ini kami dorong agar konektivitas antardaerah semakin kuat, arus logistik lebih efisien, serta manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat,” tambah Mardiansyah.
Dukungan Parlemen dan Dampak Ekonomi
Proyek ini mendapat perhatian serius dari Komisi V DPR RI.
Saat meninjau lokasi, Ketua Pimpinan Kunjungan, A. Bakrie, mengapresiasi progres lahan di Jambi yang meraih rekor MURI tercepat dan berharap sambungan hingga ke Rengat segera terealisasi.
Baca juga: Jambi-Lampung Kian Dekat, Tol Palembang-Jambi Pangkas Waktu 5 Jam dan Hindari Macet Kota
Baca juga: Cuaca Jambi Hari Ini Hujan di Wilayah Barat dari Tebo hingga Kerinci
Jika seluruh ruas ini tersambung, hambatan logistik yang selama ini dirasakan akibat keterbatasan jalan nasional akan sirna.
Akses menuju pusat ekonomi seperti kawasan industri Sungai Enok, hingga destinasi wisata sejarah Candi Muaro Jambi dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh, akan terbuka lebar bagi masyarakat Sumatera.
Baca juga: Daftar Nama Pejabat Pemkab Batang Hari yang Dilantik, Sekda: 3 Tugas Besar
Baca juga: Polda Jambi Hadang Pasokan BBM Ilegal Asal Sumbar, Ribuan Liter Solar Subsidi Nyaris Masuk ke PETI
Baca juga: Cuaca Jambi Hari Ini Hujan di Wilayah Barat dari Tebo hingga Kerinci
Baca juga: Kronologi Tragedi Berdarah di Kafe Kota Jambi: Pria Ditikam, Dada Kiri Karyawan Wanita Kena Bogem