SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), bergerak cepat mengantisipasi penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kembali muncul.
Langkah kombinasi antara pemantauan pasar hewan secara ketat dan percepatan vaksinasi di zona-zona hijau, kini menjadi prioritas utama petugas di lapangan.
Berdasarkan data terbaru hingga 6 Februari 2026, tercatat sebanyak 230 ekor sapi pada populasi baru teridentifikasi terdampak virus ini.
Tim medis lapangan terus melakukan pemantauan intensif, untuk meminimalkan risiko penularan yang lebih luas di kalangan peternak lokal.
Kepala Disnakeswan Lamongan, Shofiah Nurhayati, merinci dinamika kesehatan ternak yang sedang ditangani oleh timnya. Dari 230 sapi terdampak, sebanyak 67 ekor dinyatakan sudah sembuh dan 96 ekor dalam kondisi sehat, sementara 51 ekor masih dalam perawatan dan 5 ekor dilaporkan mati.
Untuk membentengi ternak dari penularan, Lamongan mendapatkan dukungan 14.000 dosis vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
Hingga 8 Februari 2026, tercatat sebanyak 10.230 dosis telah berhasil disuntikkan kepada ternak milik warga secara bertahap.
Selain fokus pada vaksinasi, petugas juga melakukan pemeriksaan fisik rutin di titik vital perdagangan.
Hasil pemeriksaan di Pasar Hewan Tikung dan Pasar Hewan Babat menunjukkan tren positif, di mana seluruh ternak yang masuk dalam kondisi sehat dan tidak ada yang terjangkit gejala klinis PMK.
Sebagai informasi tambahan, Kabupaten Lamongan merupakan salah satu lumbung ternak terbesar di Jawa Timur.
PMK sendiri disebabkan oleh virus tipe Aphthovirus yang sangat menular melalui kontak langsung maupun sarana transportasi. Berdasarkan aturan pemerintah, pengendalian wabah ini wajib mengedepankan biosecurity dan pembatasan lalu lintas hewan rentan.
Langkah preventif jemput bola terus dilaksanakan tim Disnakeswan dengan menyisir desa-desa. Pada Senin (9/2/2026) kemarin, petugas melakukan vaksinasi massal di Desa Karangwungu Lor, Kecamatan Laren, dengan menyasar 48 ekor sapi dan 208 ekor kambing milik warga sekitar.
Upaya masif ini diharapkan mampu memperluas cakupan perlindungan ternak, sehingga stabilitas ekonomi peternak di Lamongan tetap terjaga.
Disnakeswan optimis angka kesembuhan akan terus meningkat, seiring dengan tingginya kesadaran warga dalam memberikan vaksin pada hewan peliharaan mereka.
Tips dan Imbauan untuk Peternak: