4 Fakta Surabaya Jadi Percontohan Nasional Pengolahan Sampah, Cak Eri Klaim Jalankan Waste to Energy
Musahadah February 10, 2026 01:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kota Surabaya bisa disebut sebagai pionir dalam pengelolaan limbah perkotaan.

Saat ini, Ibu Kota Jawa Timur ini menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang sukses mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Waste to Energy (WTE) berskala besar di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadikan Surabaya sebagai rujukan nasional dalam hal tata kelola sampah menjadi energi terbarukan.

“Alhamdulillah pengolahan sampah di Surabaya ini jadi percontohan,” kata Eri saat dikonfirmasi SURYA.CO.ID, Minggu (8/2/2026).

Pria yang akrab disapa Cak Eri ini menambahkan, inovasi ini akan terus dikembangkan untuk mengatasi volume sampah yang terus meningkat.

“Karena di tempat lain belum ada yang bisa menghasilkan listrik dari sampah. Hari ini kita sudah berjalan, dan insya Allah kita akan menambah satu lagi pengolahan listrik,” ujarnya.

Berikut fakta-faktanya berdasarkan data yang dihimpun SURYA.CO.ID.

Solusi Atasi Tumpukan Sampah TPA Benowo

Baca juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Pengolahan Sampah, Siap Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Kedua

Rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah baru ini diproyeksikan menggunakan teknologi insinerasi modern.

Mantan Kepala Bappeko Surabaya tersebut optimis teknologi ini dapat mempercepat pengurangan volume sampah di TPA.

"Nanti, dengan alat ini sampah akan dibakar langsung dengan sistem baru sehingga tumpukan sampah cepat berkurang."

"Tujuannya jelas, pengurangan sampah sekaligus menghasilkan energi,” tegas Cak Eri.

Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir

TIMBUNAN SAMPAH — Penampakan timbunan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo. Setiap harinya, sekitar 1.800 ton sampah dari penjuru Surabaya ke tempat ini. 
TIMBUNAN SAMPAH — Penampakan timbunan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo. Setiap harinya, sekitar 1.800 ton sampah dari penjuru Surabaya ke tempat ini.  (Surya.co.id)

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan bahwa strategi pemerintah kota tidak hanya berfokus pada pembuangan akhir, tetapi juga pengurangan sejak dari sumber (hulu).

“Secara keseluruhan kita tangani dari hulu sampai hilir. Untuk hilirnya di TPA, saat ini Surabaya satu-satunya yang sudah menjalankan Waste to Energy,” kata Dedik secara terpisah.

Keunggulan PLTSa TPA Benowo

Saat ini, PLTSa TPA Benowo mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari dengan output listrik sekitar 9 megawatt (MW).

Namun, kapasitas ini masih di bawah total timbulan sampah harian Surabaya yang mencapai 1.800 ton.

"Benowo kapasitasnya hanya 1.000 ton, sementara timbulan sampah lebih dari itu. Jadi Pak Wali mengusulkan tambahan PSEL di wilayah barat sebagai antisipasi ke depan,” jelas Dedik.

Proyek PSEL Kedua: Target Energi 20 MW

Proyek fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) kedua ini telah masuk dalam rencana strategis nasional.

Lokasi yang diusulkan di wilayah barat telah ditinjau oleh pihak kementerian terkait, PLN, hingga Danantara.

(Laporan Reporter SURYA.CO.ID/Bobby Constantine Koloway)

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.