74 Perusahaan Berebut Proyek Rp250 M Bangun RS Regional Pemprov Sulsel di 'Provinsi' Luwu Raya
Sudirman February 10, 2026 02:04 PM

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menggelontorkan anggaran Rp250 M membangun Rumah Sakit (RS) Regional di Luwu.

Pembangunan RS Regional akan dipusatkan di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.

Luwu salah satu daerah akan memisahkan diri dengan Sulsel.

Ia akan membentuk provinsi baru bersama Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur menjadi Provinsi Luwu Raya.

Jarak Luwu ke Makassar ibu kota Provinsi Sulsel sekitar 341 Km.

Kini pembangunan RS Regional di Bua sudah memasuki tahap tender.

Pembangunan RS ini merupakan bagian dari Program Multi Years Project (MYP) Tahun 2025-2027.

Tercatat ada 74 peserta tender bersaing.

Baca juga: Anggaran Rp174 Miliar, RS Regional Pemprov Sulsel Berlokasi di Malino Tinggimoncong dan Luwu

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, mengungkapkan, progres pembangunan RS Regional di Luwu dilakukan secara bertahap serta komprehensif.

"Kami telah melaksanakan proses perencanaan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan Feasibility Study (FS), dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), hingga penyiapan Manajemen Konstruksi,” ungkap Evi. 

Kemudian pembangunan fisik menggunakan metode Design and Build yang kini sedang dalam proses tender.

Pembangunan fisik RS Regional direncanakan mulai tahun ini. 

RS ini dibangun sebagai upaya pemerataan layanan kesehatan rujukan di Sulawesi Selatan.

"Tujuan utamanya memperluas akses layanan rujukan bagi masyarakat Luwu Raya dan daerah sekitarnya serta mengurangi beban rujukan pasien ke Kota Makassar,” jelasnya. 

Pembangunan RS Regional ini diperkirakan mencapai Rp250 miliar.

Anggaran ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pembangunan fisik, hingga pengadaan alat kesehatan berstandar nasional.

“Anggaran ini kami rancang untuk memastikan rumah sakit yang dibangun benar-benar memenuhi standar pelayanan kesehatan nasional, sekaligus mampu menjawab kebutuhan layanan rujukan di kawasan Luwu Raya,” ujarnya.

Rumah Sakit (RS) Regional ditargetkan menjadi rumah sakit rujukan di kawasan Luwu Raya dengan pelayanan spesialistik dan subspesialistik lengkap.

Antara lain meliputi Penyakit Dalam, Kebidanan dan Kandungan, Anak, Kanker, Jantung dan Pembuluh Darah, Hipertensi, Uronefrologi, THT serta Mata.

"Rumah sakit ini juga akan dilengkapi fasilitas penunjang modern, seperti rawat jalan dan poliklinik, Instalasi Gawat Darurat (IGD), bedah sentral, layanan jantung terpadu, layanan ibu dan anak termasuk NICU, rehabilitasi medik, radiologi (X-ray dan CT Scan), laboratorium terpadu, hingga layanan farmasi dan gizi," ujarnya Evi. 

Kemudian ada juga fasilitas intensif seperti ICU, HCU, ICCU, PICU, One Day Care (ODC), Medical Check Up (MCU), kosmetik medik, serta layanan telemedicine akan tersedia.

"Insya Allah ditargetkan dapat rampung dan mulai dioperasionalkan setelah masa kontrak berakhir," pungkasnya.

Pemkab Luwu Hibahkan Tanah 5 Hektar

Bupati Kabupaten Luwu, Patahuddin, menyerahkan hibah tanah seluas 5 hektar kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.

Penyerahan hibah itu dilakukan usai upacara peringatan Hari Jadi ke-66 di Lapangan Andi Djemma, Jumat (4/7/2025),

Lahan itu akan digunakan untuk pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional.

Ia menegaskan, Luwu telah lebih dulu menyampaikan kesiapan dan komitmennya, sehingga ditetapkan sebagai lokasi RS regional.

Andi Sudirman menyebut, sudah melalui proses kajian dan ditetapkan pembangunannya di Kecamatan Bua.

"Pemerintah Provinsi Sulsel telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp250 miliar untuk proyek tersebut," bebernya.

Ia menambahkan, pembangunan RS regional tipe c itu telah mendapat persetujuan dari Meneteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

“Sebenarnya ini bertepatan dengan Maros, tapi saya sudah bilang duluan untuk Luwu. Inilah yang saya pegang,” tegas Andi Sudirman di hadapan para tamu undangan.

Selain RS regional, Andi Sudirman mengamu, Pemprov Sulsel telah menyiapkan Rp18 miliar untuk pembebasan lahan Bandara Bua.

“Insyaallah di anggaran perubahan kita alokasikan Rp18 miliar untuk pembebasan lahannya. Ini untuk menunjang aktivitas penerbangan ke depan,” katanya.

Tak hanya itu, ia kembali menyinggung pembangunan Jembatan Salujambu di Kecamatan Lamasi yang akan menghubungkan Luwu dengan Kabupaten Luwu Utara.

Proyek ini rencananya akan dianggarkan sebesar Rp13 miliar dan ditargetkan selesai pada Desember 2025.

“Ini jadi PR untuk Pak Bupati. Kalau jembatan ini selesai, saya janji akan menyebrang langsung bersama beliau naik mobil,” tandasnya.

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.