TOBOALI, BABEL NEWS - Kepolisian Resor Bangka Selatan mengambil langkah aktif dalam upaya pencegahan kenakalan remaja dengan turun langsung ke sekolah-sekolah. Melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi, polisi menyasar pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK di sejumlah kecamatan. Program ini sebagai bagian dari pembinaan generasi muda agar tumbuh berkarakter dan berprestasi.
Kapolres Bangka Selatan, AKBP Agus Arif Wijayanto mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Polri terhadap maraknya persoalan kenakalan remaja. Khususnya yang belakangan kerap terjadi di kalangan pelajar. Mulai dari penyalahgunaan narkoba, perundungan, geng motor, hingga tawuran antarpelajar menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
"Kegiatan ini menjadi upaya kami untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya kenakalan remaja," ujar Agus Arif Wijayanto, Selasa (10/2).
Agus Arif Wijayanto turut memerintahkan seluruh pejabat utama (PJU) Polres Bangka Selatan serta para kapolsek jajaran untuk terjun langsung memberikan edukasi di sekolah-sekolah. Langkah ini dilakukan agar pesan-pesan pembinaan dapat diterima langsung oleh para pelajar sejak dini.
Menurutnya, polisi hadir untuk mendampingi dan membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki prestasi.
Sejumlah sekolah yang menjadi sasaran kegiatan sosialisasi tersebut di antaranya, SMA Muhammadiyah Toboali, SMP Negeri 1 Toboali, SMK Negeri 1 Toboali, SMA Negeri 2 Toboali dan SMK Yapentob Toboali. Dilanjutkan SMP Negeri 2, 3, 5, dan 6 Toboali. Lalu, SMP Muhammadiyah Toboali, SMA Negeri 1 Simpang Rimba, SMK Negeri 1 Payung, serta SMA Negeri 1 Airgegas.
Melalui kunjungan ini, polisi menyampaikan berbagai materi terkait penanaman nilai-nilai kedisiplinan, rasa hormat kepada pahlawan, serta pembentukan karakter pelajar. Kehadiran polisi di lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus pengingat bagi pelajar untuk menjauhi perilaku negatif.
"Polisi datang ke sekolah untuk menanamkan nilai-nilai disiplin dan membentuk sikap pelajar yang berkarakter, sehingga kelak mereka bisa berguna bagi bangsa dan negara," jelas Agus Arif Wijayanto.
Melalui kegiatan edukasi langsung ke sekolah-sekolah, Agus Arif Wijayanto berharap, dapat menekan angka kenakalan remaja. Sekaligus membangun kedekatan antara polisi dan pelajar sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. (u1)