TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Petarung asal Kabupaten Toba, Antoni Tambunan, kembali menegaskan dominasinya atas Ajai Pasaribu setelah meraih kemenangan KO (knockout) pada ajang Spirit Fight II yang digelar di New Spirit Gym, Jalan Ngumban Surbakti, Kota Medan, Sabtu (7/2) malam.
Pertarungan kedua petarung ini berlangsung cukup intens sejak awal ronde, namun kendali pertandingan perlahan berada di tangan Antoni. Memasuki ronde ketiga, ia semakin agresif dengan melancarkan rangkaian serangan bertubi-tubi. Kombinasi low kick yang menghantam kaki Ajai serta high kick yang mengarah ke tubuh bagian atas membuat lawannya semakin tertekan dan kesulitan bertahan.
Beberapa kali Ajai terlihat goyah dan tidak mampu membalas serangan secara efektif. Kondisi tersebut membuat wasit akhirnya menghentikan pertandingan demi keselamatan petarung dan menetapkan Antoni sebagai pemenang melalui KO.
Kemenangan ini sekaligus menjadi kemenangan kedua Antoni atas Ajai, sehingga semakin mengukuhkan posisinya sebagai petarung yang sulit ditaklukkan oleh rivalnya tersebut. Status “momok” bagi Ajai pun kian melekat pada sosok Antoni.
Selain itu, kemenangan ini pun memastikan diri Antoni Tambunan sebagai pemegang sabuk Spirit Fight II dikategori Kickboxing kelas 52 kg.
Sebelumnya, keduanya telah bertemu pada ajang One Pride MMA King Size New Championship di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/6/2025). Dalam duel pertama itu, Antoni juga keluar sebagai pemenang lewat TKO pada ronde kedua di menit 2:25 setelah melepaskan tendangan kaki kiri keras ke area rahang Ajai yang membuatnya tumbang dan tak mampu melanjutkan pertandingan.
Antoni mengungkapkan rasa puasnya atas hasil tersebut. Ia menilai kemenangan ini bukan sekadar soal teknik, tetapi juga pembuktian diri setelah sebelumnya sempat disebut hanya beruntung.
“Saya sangat senang karena bisa membungkam kata-kata Ajai yang mengatakan saya menang hoki di pertandingan sebelumnya. Justru ucapan itu makin memotivasi saya. Sekarang saya sudah membuktikan dengan skor dua kosong,” ujar Antoni.
Ia menjelaskan bahwa kemenangan tersebut tidak datang begitu saja. Sebelum bertarung, ia telah menyusun strategi matang dengan mempelajari gaya bertarung Ajai dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, termasuk cara menyerang dan bertahannya di atas ring.
“Saya sudah pelajari bagaimana dia bertanding dan latihan. Setelah analisis itu, saya mencoba teknik baru, terutama high kick, karena itu yang paling cocok untuk menghadapi dia,” jelasnya.
Selain strategi, Antoni juga menekankan bahwa persiapan fisik menjadi faktor penting dalam kemenangannya. Latihan yang seimbang antara teknik dan stamina membuatnya lebih siap menghadapi tempo pertandingan yang tinggi.
“Kemarin saya fokus latihan fisik dan teknik agar saling menguatkan. Kalau teknik bagus dan fisik kuat, kita jadi lebih komplet di ring,” katanya.
Meski menang meyakinkan, Antoni mengaku masih melihat beberapa kekurangan dalam permainannya. Ia berencana melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan performanya di laga-laga berikutnya.
“Secara teknik memang belum maksimal, jadi saya akan perbaiki lagi skill, fisik, dan mental untuk pertandingan berikutnya,” tambahnya.
Faktor emosional juga berperan dalam performanya malam itu. Kehadiran sang ayah di arena menjadi tambahan motivasi yang membuatnya tampil lebih percaya diri.
“Kemarin saya sengaja mengajak ayah saya menonton langsung. Kehadirannya memberi semangat tambahan buat saya di dalam ring,” ungkapnya.
Ke depan, Antoni menegaskan bahwa ia masih berkomitmen menyeimbangkan karier bela diri dengan pendidikan. Namun, ia mengakui kemungkinan akan lebih fokus pada dunia atlet di masa mendatang.
“Saat ini saya masih fokus di dunia bela diri dan kuliah. Tapi ke depan kemungkinan besar saya akan lebih serius sebagai atlet sekaligus tetap menyelesaikan studi saya,” tuturnya.
Sementara itu, pelatih Antoni, Sadarmawati Simbolon, mengaku bangga melihat perkembangan anak asuhnya. Menurutnya, konsistensi latihan dan disiplin yang dimiliki Antoni menjadi kunci keberhasilannya.
“Saya cukup puas dengan perkembangan Antoni. Dia konsisten, disiplin latihan, dan memang kualitasnya sudah teruji sebagai peraih medali PON 2024,” ujar Sadarmawati.
Ia menilai dominasi Antoni atas Ajai terjadi karena pemahaman taktik yang lebih matang serta pengalaman bertemu sebelumnya, sehingga Antoni sudah membaca pola permainan lawannya.
“Antoni sudah menguasai ring dan membaca permainan Ajai dengan baik. Apalagi mereka sudah pernah bertemu sebelumnya, jadi Antoni tahu kelemahan lawannya yang sering terbuka dan kurang efektif dalam memblok serangan,” jelasnya.
Sebagai penutup, Sadarmawati berharap Antoni bisa mempertahankan performanya dan terus berkembang di kancah bela diri yang lebih tinggi.
“Permainan Antoni sudah bagus dan memuaskan. Kalau dia bisa terus konsisten seperti ini, saya yakin prestasinya akan semakin meningkat ke depannya,” tutupnya.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Antoni Tambunan untuk menatap tantangan yang lebih besar di tingkat nasional maupun internasional.
(Cr29/tribun-medan.com)