Kronologi Lengkap Hilangnya Yazid Ahmad Firdaus di Mongkrang, Ditemukan setelah 23 Hari
Suci BangunDS February 10, 2026 06:33 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Insiden hilangnya pendaki hingga ditemukan tewas kembali terjadi di Tanah Air.

Terbaru, nasib tragis menimpa pendaki bernama Yazid Ahmad Firdaus (26).

Ia melakukan pendakian di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Yazid pertama kali dilaporkan hilang, pada Minggu (18/1/2026).

Proses pencarian oleh tim SAR gabungan berjalan panjang, bahkan sempat dihentikan.

Setelah 23 hari hilang, Yazid ditemukan tewas pada hari ini, Senin (10/2/2026):

Berikut kronologi lengkap hilangnya Yazid dirangkum dari TribunSolo.com:

Mendaki Bersama Teman Berujung Hilang

Insiden bermula saat Yazid melakukan pendakian pada pukul pada Minggu (18/1/2026) 06.30 WIB.

Tidak sendiri, ia bersama teman-temannya.

Tepat pukul 08.00 WIB, rombongan ini sampai di puncak Mongkrang.

Tidak lama kemudian Yazid dkk turun.

Baca juga: Sosok Yazid Ahmad Firdaus, Pendaki Mongkrang Ditemukan Tewas setelah 23 Hari Hilang

Tiba di pos tiga Yazid berpisah dengan kawan-kawannya.

Yazid tertinggal di belakang.

Hingga kawannya tiba di bascamp, korban tidak pernah kembali.

"Untuk keterangan saksi, teman-teman di pos dua dan ada satu orang lagi, yang paling belakang dan menyusul di pos dua, ternyata survivor belum sampai sehingga kejadian itu dilaporkan ke petugas," kata Koordinator Posko Opsar SAR Surakarta, Yohan Tri Anggoro.

Berhari-hari Proses Pencarian Tak Membuahkan Hasil

Tim SAR sejak hari pertama bekerja dengan keras menyisir jalur-jalur pendakian Bukit Mongkrang untuk menemukan Yazid.

Total, ada 300 personil ikut dilibatkan selama proses pencairan. Anjing pelacak juga diterjunkan.

Pada hari ke-9 pencarian, petunjuk mulai bermunculan.

Seperti bau anyir yang tercium di sekitar pos 3.

Koordinator Opsar Basarnas Solo, Tri Puji Sugiharto menjelaskaan, tim langsung mencari sumber bau.

"Kami putuskan untuk fokus di sana karena di sana bau anyir masih tercium di area atas pos tiga oleh tim SRU, dan pelaksanaan operasi besok akan dimulai secepatnya jika cuaca cerah," ujarnya.

Namun setelah ditelusuri, tim SAR kembali menemui jalan buntu.

Ditambah lagi sempat beberapa hari, cuaca di Bukit Mongkrang tidak bersahabat hingga menghambat proses pencarian.

Cara Spiritual hingga Sayembara Rp100 Juta

Pihak keluarga Yazid sempat mendatangkan 5 orang pintar untuk mencari korban.

Mereka tiba di lokasi pada hari kelima pencarian atau pada Jumat (23/1/2026).

Mereka melakukan ritual dengan membawa perlengkapan sesajen.

“Pihak keluarga mendatangkan orang untuk mencari keberadaan survivor dengan metode spiritual dan diharapkan keberadaan survivor bisa ditemukan,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Operasi Kantor SAR Kelas B Surakarta, Basuki memastikan orang pintar bukan bagian dari tim gabungan.

Meski demikian, rombongan tetap mendapatkan pendampingan dari aparat berwajib

“Mereka tak masuk dalam tim kami, mereka di luar tanggung jawab pengendali operasi, namun mereka tetap dikawal petugas TNI saat naik ke atas,” ungkap dia.

Sayembara berhadiah Rp100 juga disiapkan untuk siapa saja yang berhasil menemukan Yazid.

Sayembara ini dilakukan oleh Bakat Setiawan atau yang lebih dikenal sebagai Lahar Bara.

Lahar Bara adalah seorang pria asal Desa Kembangkuning, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pria berusia kepala tiga itu dikenal sebagai relawan yang sering ikut dalam operasi penyelamatan pendaki yang mengalami musibah.

Baca juga: Ahli Spiritual Ikut Dikerahkan Cari Yazid Ahmad di Bukit Mongkrang, Dikawal TNI

Lewat siaran langsung TikTok beberapa waktu lalu, Lahar Bara mengumumkan sayembara penemuan Yazid yang hilang di Mongkrang. Sayembara ini bisa diikuti oleh para indigo dan peramal. Hadiahnya mencapai Rp100 juta.

“Buat para indigo, para peramal, yang bisa menunjukkan keberadaan Mas Yazid secara akurat, Lahar dan teman-temannya siap membayar Rp100 juta cash,” kata Lahar Bara.

“Jadi, tolong disebarkan ke seluruh Indonesia bahwa lahar dan teman-temannya siap membayar Rp100 juta cash untuk indigo atau untuk para peramal yang bisa menunjukkan di mana Mas Yazid secara tepat.”

Lahar Bara mengeklaim, hingga saat ini belum ada pihak yang menghubungi dia terkait sayembara ini.

"Sudah seminggu sayembara digelar, tapi nyatanya sampai detik ini belum ada satu pun dari mereka yang menghubungi saya. Yuk kita perpanjang lagi sayembaranya, masih sama ya aturannya. Tunjukkan lokasinya dengan tepat!!” kata Lahar Bara dalam video di TikTok, Senin, (9/2/2026).

Proses Pencarian Resmi Dihentikan

Pada Sabtu (31/1/2026), proses pencarian Yazid resmi dihentikan.

Kasubsi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tipe B Surakarta, Basuki mengatakan, hingga hari terakhir, tidak ada petunjuk baru yang ditemukan.

Proses penyisiran sudah mencakup puncak, pos loket, jurang yang dalam 200 meter, sumber air, hingga semua sisi di Bukit Mongkrang.

"Kita sisir semua hasilnya masih nihil,” kata dia.

Meski demikian, tim SAR sewaktu-waktu bisa dikerahkan lagi apabila ditemukan petunjuk baru di kemudian hari.

Baca juga: Kesaksian 2 Pendaki Bulusaraung: Pesawat Melintas Rendah, Hantam Lereng Gunung & Meledak

Harapan ditemukannya Yazid kembali muncul pada Selasa (10/2/2026).

Anggota komunitas Wanadri Bandung melaporkan ke tim SAR soal penemuan jasad di jalur Tapak Nogo, arah Bukit Mitis.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno memastikan jasad tersebut adalah Yazid.

"Betul, Yazid. Alhamdulillah jasadnya masih utuh. Informasinya ada sepatu dan kaos kaki yang mungkin terbawa arus," katanya.

Hendro melanjutkan tim berhasil mengevakuasi korban sekira pukul 08.00 WIB dan dibawa ke RSUD Karanganyar.

(Tribunnews.com/Endra/Febri)(TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.