Laporan Jurnalis TribunBanten.com, Ahmad Haris
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pengamat Kebijakan Publik Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten, Syaeful Bahri, menanggapi hasil survei tingkat kepuasan masyarakat Banten terhadap kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Survei tingkat kepuasan tersebut dilakukan oleh Lembaga Survei Indikator pada periode 15–21 Januari 2026.
Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan masyarakat Banten terhadap kinerja Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai 70 persen.
Baca juga: BRIN Bongkar Ancaman Kimia Sungai Cisadane Usai Gudang Pestisida Terbakar di Tangerang
Syaeful menilai hasil survei tersebut menggambarkan persepsi positif masyarakat terhadap kebijakan dan program pemerintah pusat yang dinilai berdampak langsung di daerah, khususnya di Provinsi Banten.
Ia menegaskan Lembaga Survei Indikator merupakan institusi yang memiliki rekam jejak baik serta metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
“Indikator itu lembaga survei yang kredibel, metodenya jelas, dan hasilnya bisa diuji,” kata Syaeful saat dimintai tanggapan, Senin (10/2/2026).
Berdasarkan data survei tersebut, tingkat kepuasan warga Banten terhadap pemerintahan Presiden Prabowo tercatat 73 persen, sementara 24,4 persen menyatakan tidak puas dan 2,1 persen menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan warga di DKI Jakarta yang hanya mencapai 53 persen, dengan 47 persen responden menyatakan tidak puas.
Sementara itu, hasil survei di wilayah lain menunjukkan tingkat kepuasan yang relatif tinggi.
Di Jawa Barat, tingkat kepuasan mencapai 79,1 persen, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sebesar 83,8 persen, serta Jawa Timur sebesar 81,6 persen.
Menurut Syaeful, perbedaan tingkat kepuasan antarwilayah tersebut tidak terlepas dari faktor politik dan peran kepala daerah di masing-masing provinsi.
Ia menilai di Banten terdapat keselarasan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang berkontribusi terhadap percepatan realisasi program-program nasional.
“Pengaruh kepala daerah cukup kuat. Gubernur Banten Andra Soni merupakan kader Partai Gerindra, sehingga program-program kerakyatan Presiden Prabowo dapat dijalankan lebih optimal di daerah,” ujarnya.
Selain faktor kepemimpinan daerah, Syaeful juga menyoroti intensitas kunjungan Presiden Prabowo ke Provinsi Banten yang dinilai turut memengaruhi persepsi publik.
Ia mencatat Presiden Prabowo beberapa kali hadir langsung di Banten untuk meresmikan proyek strategis nasional, mulai dari perumahan rakyat di Kota Serang hingga proyek hilirisasi industri di Kota Cilegon, termasuk pembangunan pabrik kimia yang disebut sebagai salah satu terbesar di Asia Tenggara.
“Program-program prorakyat itu dirasakan langsung oleh masyarakat Banten. Karena itu, wajar jika tingkat kepuasan publik di Banten relatif tinggi,” kata Syaeful.
Sebaliknya, kondisi di Jakarta dinilai berbeda. Selain perolehan suara Prabowo pada Pilpres 2024 yang tidak setinggi di Banten, latar belakang politik kepala daerah juga menjadi faktor pembeda.
“Di Jakarta, suara Prabowo saat Pilpres tidak dominan. Selain itu, gubernurnya juga secara kepartaian bukan pendukung Prabowo. Faktor-faktor ini turut memengaruhi persepsi publik terhadap pemerintah pusat,” jelasnya.
Syaeful menambahkan hasil survei tersebut menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan nasional.