SURYA.co.id SURABAYA - Persebaya Surabaya menghadapi tantangan besar setelah dua pemain depan, Mihailo Perovic dan Malik Risaldi, mengalami cedera saat laga melawan Bali United pada Sabtu (7/2/2026). Kondisi ini menjadi ujian nyata bagi kedalaman skuad Bajol Ijo.
Skuad asuhan Bernardo Tavares sebelumnya sudah melakukan perombakan dengan mendatangkan empat pemain asing baru: Bruno Paraiba, Jefferson Silva, Pedro Matos, dan Gustavo Fernandes.
Selain itu, tiga pemain lokal, Adre Arido, Riyan Ardiansyah, dan Ahmad Mujtaba Ilham Akbar, juga resmi bergabung.
Di sisi lain, Persebaya melepas beberapa nama lama seperti Dejan Tumbas dan Diego Mauricio. Perubahan ini membuat tim lebih segar, namun absennya Perovic dan Malik tetap meninggalkan celah di lini depan.
Francisco Rivera menegaskan tim tetap solid. “Kami menjaga ikatan kekeluargaan dan persaingan sehat, itu yang membuat tim tetap kompak,” ujarnya usai sesi latihan di Surabaya, Senin (9/2/2026).
Baca juga: Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares Menyala: Francisco Rivera Bongkar Rahasia Bajul Ijo
Absennya Perovic dan Malik memberi dampak signifikan pada lini serang Bajol Ijo. Perovic dikenal sebagai penyerang dengan insting gol tinggi.
Cedera kepala yang dialaminya membuat Persebaya kehilangan ujung tombak utama. Malik Risaldi yang menggantikannya juga harus keluar lebih cepat.
Cedera Malik menambah daftar masalah di sektor sayap. Persebaya kehilangan kecepatan dan variasi serangan.
Bernardo Tavares menegaskan tim harus siap dengan rotasi. Ia menilai kedalaman skuad menjadi kunci menghadapi situasi ini.
Bruno Paraiba diharapkan bisa mengisi kekosongan lini depan. Namun kebugarannya masih dipantau tim medis.
Baca juga: UPDATE Harga Tiket Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC, Tiket Pre Sale Sold Out
Jefferson Silva memberi opsi tambahan di sektor tengah. Kehadirannya bisa menyeimbangkan transisi serangan.
Pedro Matos masih dalam tahap adaptasi. Namun potensinya besar untuk memberi warna baru.
Gustavo Fernandes tampil solid di lini belakang. Ia memberi rasa aman bagi pertahanan Bajol Ijo.
Absennya Perovic dan Malik menjadi ujian mental bagi tim. Persebaya harus membuktikan mampu bertahan tanpa dua pemain inti.
Francisco Rivera menegaskan atmosfer tim tetap kondusif. Ia menilai semangat kolektif bisa menutup celah yang ditinggalkan.
Tavares menekankan pentingnya konsistensi. “Kami harus fokus penuh, tidak boleh lengah,” katanya dalam wawancara singkat usai latihan, Selasa (10/2/2026).
Meski dalam tren positif, Persebaya juga harus menghadapi Bhayangkara tanpa dua pemain asingnya. Milos Raickovic dan Pedro Matos terkena akumulasi kartu kuning saat melawan Bali United.
Bernardo Tavares dikenal fleksibel dalam meracik strategi. Absennya dua pemain depan membuatnya harus lebih kreatif.
Bruno Paraiba bisa menjadi opsi utama di lini depan. Ia memiliki pengalaman dan naluri gol yang tajam.
Riyan Ardiansyah memberi alternatif di sektor sayap. Kecepatan dan determinasi jadi senjata utamanya.
Alfan Suaib mencuri perhatian dengan gol debut lawan Bali United. Ia bisa jadi kejutan di laga berikutnya.
Toni Firmansyah semakin matang di lini tengah. Ia mampu menjaga ritme permainan dengan baik.
Duet Leo Lelis dan Risto Mitrevski tetap jadi andalan di pertahanan. Konsistensi mereka memberi rasa aman.
Jefferson Silva bisa membantu memperkuat transisi serangan. Kehadirannya memberi keseimbangan di lini tengah.
Tavares menegaskan rotasi pemain adalah solusi. “Kami harus memaksimalkan semua opsi yang ada,” ujarnya dalam konferensi pers di Surabaya, Senin (9/2/2026).
Suporter berharap rotasi ini berjalan efektif. Dukungan penuh Bonek di GBT jadi energi tambahan.
Persebaya kini menempati posisi kelima klasemen dengan 35 poin. Laga kontra Bhayangkara pada Sabtu (14/2/2026) jadi ujian konsistensi.
Rotasi lini serang akan menentukan arah perjalanan Bajol Ijo. Momentum positif harus dijaga dengan strategi matang.