Listrik Madura Padam Akibat Gangguan SUTT 150 kV, PLN Bantah Isu Blackout
Cak Sur February 10, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN - Padamnya aliran listrik selepas waktu Maghrib di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim), memantik keresahan masyarakat pada Selasa (10/2/2026) malam. 

Kekhawatiran warga meningkat seiring beredarnya pesan berantai terkait kondisi serupa di Kabupaten Sampang hingga Sumenep, yang sempat memicu isu 'Madura Blackout'.

Di Kabupaten Bangkalan, pemadaman menimpa sejumlah desa di Kecamatan Burneh dan Kecamatan Socah yang berada dalam satu garis Penyulang Desa Parseh berkekuatan 40 trafo. 

Selain itu, wilayah perkotaan seperti Kelurahan Pejagan, Kemayoran, Bancaran, Pangeranan, hingga beberapa desa di Kecamatan Blega juga terdampak.

Sebaran Wilayah Terdampak di Madura

Gangguan listrik ini tidak hanya dirasakan di Bangkalan. Kurnia, warga Kota Sampang, mengonfirmasi adanya pemadaman di wilayahnya. 

"Kabupaten Sampang sempat padam di Kecamatan Tambelangan, untuk kecamatan lain saya belum tahu," ungkapnya kepada SURYA.co.id.

Sementara itu, warga Kabupaten Sumenep bernama M Ramli melaporkan bahwa listrik sempat padam di kawasan sisi Timur Kota Sumenep, termasuk Kecamatan Gapura. Namun, pasokan kembali pulih sekitar pukul 19.20 WIB. 

"Listrik sudah menyala sekitar 5 menit yang lalu, untuk Kabupaten Pamekasan aman informasinya," ujar Ramli.

Berdasarkan informasi teknis 'INFO GGN UP2B JATIM' yang beredar, gangguan terjadi pada pukul 18.10 WIB yang melibatkan Pht 150 kV Tandes-Ujung trip dan Perak-Ujung trip. Kondisi ini menyebabkan beban padam pada Trafo-2 Bangkalan, Sumenep dan Sampang sebesar 110 MW.

Penjelasan PLN dan Antisipasi Cuaca Ekstrem

Manajer PLN ULP Bangkalan, Mohammad Nasir, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini. Ia menjelaskan bahwa gangguan pada penghantar jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dipicu oleh kondisi cuaca buruk. 

"Pemicunya adalah kondisi hujan disertai petir sehingga berdampak pada terhentinya aliran listrik di beberapa wilayah," jelas Nasir.

Nasir secara tegas membantah isu yang menyebutkan Madura mengalami blackout total. Ia memastikan tim teknis telah melakukan penanganan cepat di lapangan. 

"Pasokan listrik di RSUD Syamrabu juga telah kembali normal, barusan Ibu Wadir RSUD sudah menghubungi," tegasnya.

Penguatan Jaringan Pasca Trauma 2022-2023

Keresahan warga Madura ini bukan tanpa alasan, mengingat sejarah pemadaman bergilir panjang yang pernah terjadi:

  • Februari 2022: Kebakaran jalur transmisi 150 kV di Jembatan Suramadu menyebabkan defisit daya 70 MW.
  • Desember 2022: Normalisasi 446 unit gardu akibat gangguan teknis yang berdampak pada 95.502 pelanggan.
  • Februari 2023: Gangguan SKTT 150 kV Ujung-Bangkalan memicu pemadaman bergilir selama 17 hari.

Sebagai langkah antisipasi permanen, PLN telah merampungkan pembangunan SKTT 150 kV Sirkit III dan IV di Jembatan Suramadu pada 2023. Dengan tambahan ini, total daya pasokan listrik ke Pulau Madura kini mencapai 600 MW, jauh melampaui beban puncak pemakaian yang berkisar antara 290-300 MW.

Saran Menghadapi Gangguan Listrik Akibat Cuaca

Untuk menghindari kerusakan perangkat elektronik saat terjadi gangguan listrik akibat petir dan hujan, masyarakat disarankan untuk:

  • Segera mencabut kabel perangkat elektronik dari stop kontak saat terjadi pemadaman mendadak.
  • Menyediakan alat penerangan darurat yang aman di rumah.
  • Memantau informasi resmi melalui aplikasi PLN Mobile untuk mendapatkan update terkini mengenai gangguan jaringan.
  • Memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik dan terlindung dari kebocoran air saat hujan.

"Alhamdulillah pasokan listrik kembali normal malam ini, semoga tetap aman," pungkas Nasir.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.