SURYAMALANG.COM, - Kursi kepelatihan Mauricio Souza di Persija Jakarta kian memanas setelah kekalahan mengejutkan 0-2 dari Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pada pekan ke-20 Super League 2025-2026 pada Minggu (8/2/2026) lalu.
Meski telah dibekali skuad mewah dengan deretan pemain baru kelas elite di bursa transfer Januari, racikan pelatih asal Brasil ini dinilai buntu dan minim kreativitas.
Di tengah ambisi mengejar gelar juara, keputusan Mauricio Souza memarkir pemain label Timnas seperti Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra di bangku cadangan menuai kritik tajam dari para suporter yang mulai meragukan masa depannya di Ibu Kota.
Sejak awal musim Super League 2025/26, Mauricio Souza sebenarnya mendapatkan dukungan penuh dari manajemen Persija Jakarta.
Pelatih asal Brasil ini diberi kebebasan luar biasa untuk berkreasi, termasuk hak prerogatif dalam merekrut seluruh pemain asing yang berasal dari negaranya, Brasil.
Ambisi manajemen untuk memperkuat tim tidak berhenti di situ; pada bursa transfer tengah musim Januari ini, jajaran pemain anyar dengan kualitas elite didatangkan ke Ibu Kota.
Baca juga: Selebrasi Dianggap Provokasi, Gabriel Silva Ungkap Kisah Dua Gol Arema FC ke Gawang Persija Jakarta
Nama-nama besar seperti Fajar Fathurrahman, Paulo Ricardo, Shayne Pattynama, Alaeddine Ajaraie, hingga Mauro Zijlstra resmi merapat untuk memperdalam kekuatan tim.
Di atas kertas, komposisi ini menjadikan Persija sebagai pemilik kedalaman skuad terbaik di liga, yang kualitasnya hanya bisa disaingi oleh rival abadi mereka, Persib Bandung.
Namun, fakta di lapangan justru berbanding terbalik dengan kemewahan skuad tersebut.
Persija kini tertinggal enam poin dari Persib Bandung di klasemen sementara, setelah sebelumnya takluk 0-1 dalam duel klasik di markas Maung Bandung pada Januari lalu.
Luka suporter semakin dalam ketika pada pekan ke-20, Macan Kemayoran secara mengejutkan tumbang 0-2 dari Arema FC di rumah sendiri, Stadion Gelora Bung Karno.
Kekalahan memuakkan ini memicu kegerahan fans terhadap kepemimpinan Mauricio Souza.
Baca juga: Selebrasi Gol Pemain Arema FC Gabriel Silva Terinspirasi Neymar, Klarifikasi Tak Ada Niat Provokasi
Mauricio dikritik tajam karena dianggap tidak memiliki "Rencana B" saat taktiknya menemui jalan buntu menghadapi pertahanan rapat lawan.
Tanpa Allano Lima, Persija tampak kehilangan kreativitas untuk membongkar celah pertahanan.
Bahkan, keputusan Mauricio Souza memarkir dua pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Shayne Pattynama dan Mauro Zijlstra, di bangku cadangan kian memperpanas situasi.
Jika tidak segera berbenah, Mauricio Souza dihantui nasib serupa Carlos Pena musim lalu, yang dipecat pada pekan ke-30 setelah performa tim menurun drastis di etape terakhir kompetisi.
Menanggapi tekanan yang kian berat dan selisih poin dengan rival, Mauricio Souza memilih untuk tetap tenang.
Setelah laga kontra Arema FC, mantan pelatih Madura United ini menegaskan dirinya tidak ingin terlalu memikirkan Persib Bandung dan lebih memilih fokus pada perbaikan internal tim.
"Terkait selisih 6 poin dengan Persib, kami hanya fokus pada diri sendiri. Kompetisi masih panjang, dan fokus saya sekarang adalah mematangkan pemain baru," tegasnya, Minggu (8/2/2026).
Mauricio Souza juga menjelaskan kendala teknis yang dihadapi tim, seperti kehilangan delapan pemain dan absennya tiga pilar utama saat melawan Arema.
Mengenai Mauro Zijlstra yang belum menjadi starter, Mauricio Souza beralasan sang pemain baru bergabung dalam satu sesi latihan.
"Pemain sudah berjuang maksimal dan kami akan terus bermain menyerang demi memberikan hasil yang layak bagi Persija," pungkasnya.
Sementara itu, Arema FC yang sukses membungkam tuan rumah Persija di GBK turut mewarnai pertandingan yang menyuguhkan pemandangan menarik di tribune, di mana The Jakmania dan Aremania tampak duduk berdampingan dengan damai
Meski berstatus tim tamu, Singo Edan tampil sangat percaya diri dan langsung menekan sejak peluit awal dibunyikan.
Baca juga: Efek Fatal Ditekuk Arema FC: Persija Tercecer, Gelar Juara Super League Milik Persib dan Borneo FC?
Persija sebenarnya sempat menggetarkan jala gawang Arema melalui aksi Maexwell, namun gol tersebut dianulir wasit karena pemain Macan Kemayoran dianggap berada dalam posisi offside.
Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Arema untuk terus menggempur pertahanan lawan.
Hasilnya, Gabriel Silva memecah kebuntuan pada menit ke-82, sebelum akhirnya kembali mencetak gol kedua pada masa injury time (90+9’) untuk mengunci kemenangan timnya.
Usai laga, pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui mencuri poin di Senayan bukanlah perkara mudah.
Sejak awal, pelatih asal Brasil tersebut sudah memprediksi atmosfer suporter yang memenuhi GBK akan memberikan tekanan berat bagi anak asuhnya.
Namun, Marcos Santos merasa sangat terbantu oleh kehadiran Aremania yang rela menempuh perjalanan jauh dari Malang untuk memberikan dukungan sepanjang laga.
“Jadi, saya sudah tahu persis situasi hari ini akan sangat berat menghadapi atmosfer dari suporter Persija. Tapi Coach ingin beri apresiasi juga untuk Aremania yang datang langsung dari Malang dengan bus, luar biasa dari babak pertama sampai habis tetap dukung,” ujar Marcos Santos, Minggu.
Baca juga: Penyebab Persija Tak Berdaya Lawan Arema FC di GBK, Mauricio Souza Menyesal Salah Ambil Keputusan
Marcos juga merasa sangat bangga karena strategi yang ia siapkan di sesi latihan berjalan sempurna di lapangan.
Keberhasilan yang paling menonjol adalah kemampuan Arema FC menjaga gawang tetap bersih (clean sheet), meskipun Marcos tidak menurunkan bek tengah murni dalam susunan pemainnya.
“Secara taktik, anak-anak lakukan apa yang dilakukan di dalam latihan dan saya senang karena semua itu berjalan,” imbuhnya.
Satu sosok yang mendapatkan pujian khusus dari Marcos Santos adalah Walisson Moreira Farias Maia.
Bek asing yang baru tiba di Indonesia selama dua hingga tiga hari tersebut, langsung dipercaya tampil dan menunjukkan performa impresif meski kondisi fisiknya belum seratus persen fit.
“Maia yang ada di samping saya ini luar biasa, baru datang dua-tiga hari tetap berlatih walaupun capek, tapi dia main luar biasa hari ini membantu tim,” puji sang pelatih.
Baca juga: Unek-unek Mauricio Souza Semprot Pelatih Arema FC Sok Jagoan sampai Kecewa Selebrasi Ejekan
Walisson Maia sendiri tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya menjalani debut di pertandingan besar, meski ia menyayangkan tidak bisa bermain penuh hingga laga berakhir.
Bagi Walisson, atmosfer besar di SUGBK adalah panggung yang diimpikan oleh setiap pemain profesional.
“Kami tahu kesulitan pertandingan ini. Seperti yang dikatakan pelatih, atmosfernya sangat besar. Saya sangat senang bisa menjalani debut di pertandingan seperti ini, saya pikir setiap pemain ingin debut di pertandingan besar,” tuturnya.
Walisson pun menegaskan timnya tidak boleh terlena dan harus segera kembali bekerja keras untuk menatap laga selanjutnya.
“Sekarang kami harus berkonsentrasi, melakukan kerja keras dalam latihan minggu ini untuk memikirkan pertandingan berikutnya,” tutup pemain asal Brasil tersebut.
(Bolasport.com/Bolasport.com)