Pangkalpinang Dukung Pengembangan Aplikasi Berbasis QRIS untuk Bayar Retribusi Daerah
suhendri February 11, 2026 12:46 AM

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang menyatakan komitmennya untuk mendukung digitalisasi sistem pembayaran daerah melalui pengembangan aplikasi berbasis QRIS untuk pembayaran retribusi sampah dan berbagai jenis retribusi lainnya. 

Dukungan terhadap pengembangan sistem pembayaran nontunai tersebut merupakan bagian dari upaya modernisasi pelayanan publik dan peningkatan transparansi pengelolaan retribusi daerah.

Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna kepada wartawan seusai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Aplikasi QRIS dalam Pembayaran Retribusi Sampah, Senin (9/2/2026), di ruang pertemuan Bapperida Kota Pangkalpinang.

Diskusi tersebut digelar bersama ISB Atma Luhur Pangkalpinang dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

"Kami sangat mendukung. Saat ini, kami sedang menyiapkan pohon proses sistem pembayaran nontunai, apakah nantinya menggunakan berbagai aplikasi atau satu aplikasi terpadu. Konsepnya untuk pembayaran retribusi sampah, retribusi parkir, PBB (pajak bumi dan bangunan), hingga restoran agar terintegrasi dalam satu sistem," kata Dessy.

Ia menyebut sistem tersebut belum sepenuhnya siap digunakan karena masih dalam tahap pengembangan.

Pemerintah Kota Pangkalpinang akan memastikan seluruh tahapan berjalan matang sebelum sistem pembayaran nontunai diluncurkan secara resmi ke masyarakat.

Dessy juga menyadari bahwa setiap inovasi baru pasti akan menghadapi tantangan di lapangan, termasuk potensi pro dan kontra dari masyarakat.

Namun, menurutnya, digitalisasi adalah keniscayaan yang tidak bisa dihindari.

“Mau tidak mau kita harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kita harus digitalisasi,” ujar Dessy.

“Kendala di masyarakat, seperti belum paham teknologi, itu hal yang wajar, dan itu akan kami antisipasi melalui sosialisasi," sambungnya.

Dessy memastikan, sistem pembayaran digital akan disosialisasikan secara menyeluruh sebelum diterapkan secara luas.

Tujuannya agar sistem tersebut dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat.

"Jangan sampai kita tertinggal. Di kota-kota besar, sistem seperti ini sudah biasa. Tetapi tentu kami akan luncurkan dengan persiapan yang matang dan sosialisasi terlebih dahulu," tutur Dessy.

Digital dan manual

Wakil Rektor III ISB Atma Luhur Pangkalpinang, Yurindra, mengatakan, pengembangan aplikasi pembayaran retribusi sampah berbasis QRIS merupakan bagian dari program lomba nasional mahasiswa Indo Village.

Lomba tersebut diikuti mahasiswa dari seluruh Indonesia. Pesertanya sekitar 980 kelompok, dan yang terpilih hanya 185 kelompok. 

“Alhamdulillah, ISB Atma Luhur menjadi satu-satunya perguruan tinggi dari Bangka Belitung yang lolos," kata Yurindra.

Ia menyebutkan, lomba tersebut diselenggarakan oleh Telkom University bekerja sama dengan Danantara.

Kelompok mahasiswa yang lolos mendapatkan dana hibah untuk mengembangkan inovasi mereka.

"Konsep pembayaran retribusi sampah berbasis QRIS ini sederhana. Masyarakat yang sudah melek digital bisa membayar secara online, tetapi kami juga menyiapkan sistem manual bagi masyarakat yang belum paham teknologi," ujar Yurindra.

Dirancang inklusif

Menurutnya, selama ini banyak program digitalisasi yang belum sepenuhnya mengakomodasi masyarakat yang belum terbiasa dengan teknologi.

Karena itu, sistem yang dikembangkan mahasiswa ISB Atma Luhur dirancang agar inklusif dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Dengan sistem ini, kami berusaha mengakomodir semuanya. Digital jalan, manual tetap tersedia," ucap Yurindra.

Ia pun mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kota Pangkalpinang terhadap inovasi mahasiswa tersebut.

Yurindra berharap, program digitalisasi ini tidak hanya berhenti di tahap lomba, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan di Pangkalpinang.

"Harapannya mahasiswa kami bisa menembus 10 besar nasional, dan yang paling penting inovasi ini benar-benar terealisasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kota Pangkalpinang," tuturnya. (t2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.