BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar memastikan tidak lagi menyelenggarakan Pasar Wadai Ramadan secara terpusat seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kebijakan ini diambil seiring semakin banyaknya aktivitas usaha masyarakat yang tumbuh dan menyebar di berbagai kawasan selama Ramadan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, Irwan Jaya, Selasa (10/2/2026) menjelaskan, jika perkembangan usaha kuliner Ramadan kini sudah merata di sejumlah titik, semisal di kawasan Tanjung Rema, Jalan Sasaran, serta sejumlah ruas jalan lain di wilayah perkotaan Martapura.
“Pasar wadai itu sekarang sudah tumbuh sendiri di banyak tempat. Masyarakat sudah membuka usahanya masing-masing, tidak lagi terpusat di satu lokasi seperti dulu,” ujar Irwan.
Dengan kondisi tersebut, Pemkab Banjar memutuskan tidak lagi menggelar Pasar Wadai atau Pasar Ramadan secara khusus dan terpusat.
Baca juga: Kebut-kebutan di Sudimampir dan Ujung Murung Banjarmasin Bikin Resah Warga, Ada yang Patah Kaki
Baca juga: Pemko Banjarmasin Prioritaskan Normalisasi Sungai dan Penanganan Sampah di 2027
Meski demikian, pemerintah daerah tetap memberikan dukungan kepada pedagang, terutama yang berada di bawah pembinaan Perumda Pasar.
“Insya Allah tetap ada fasilitasi dari Perumda Pasar bagi pedagang-pedagang binaan untuk menyelenggarakan kegiatan pasar Ramadan, hanya saja tidak lagi dalam bentuk kegiatan besar yang disentralisasi,” jelasnya.
Walaupun pasar wadai terpusat ditiadakan, suasana Ramadan tetap akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan budaya.
Salah satunya adalah Festival Bacatuk Badauh yang direncanakan kembali digelar seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk kegiatan pendukung Ramadan tetap ada. Festival Bacatuk Badauh insya Allah tetap kita laksanakan, mudah-mudahan di awal-awal Ramadan,” kata Irwan.
Pemkab Banjar berharap kebijakan ini dapat memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri, sekaligus tetap menjaga semarak Ramadan melalui kegiatan budaya dan tradisi khas daerah. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)