12 Puisi tentang Malam yang Menggambarkan Sunyi, Doa, dan Kehidupan
Joko Widiyarso February 11, 2026 08:00 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Malam kerap menjadi waktu yang dekat dengan perenungan dan keheningan batin.

Setiap puisi menghadirkan sudut pandang berbeda tentang malam, mulai dari sunyi yang menenangkan hingga kehilangan yang perlahan diterima.

Bahasa yang digunakan sederhana namun sarat makna, membuat pembaca mudah larut dalam suasana yang dibangun.

Melalui bait-bait reflektif, malam tidak digambarkan sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai teman yang setia menemani perjalanan batin manusia.

Kumpulan 12 Puisi tentang "Malam" ini, suasana gelap digambarkan sebagai ruang untuk menyimpan rindu, mengenang masa lalu, hingga memanjatkan doa secara diam-diam.

 

1. Malam Pertama 

Malam turun perlahan dari langit tua

Membawa sunyi di lipatan angkasa

Bintang bergetar seperti doa renta

Angin pun bicara dengan suara senja

 

Di beranda jiwa aku duduk sendiri

Menyimak gelap yang kian berseri

Waktu berhenti langkah pun mati

Tinggal rindu yang enggan pergi

 

2. Temaran Lampu Minyak 

Lampu minyak mengeluh pucat

Menggigil di hadapan malam pekat

Bayang menari di dinding sekarat

Seolah kisah lama ingin berdebat

 

Malam menampung segala rahasia

Tangis doa dan luka manusia

Aku simpan namamu dalam kata

Agar tak larut bersama gelapnya dunia

 

3. Syair Gelap 

Malam adalah kitab tanpa judul

Tintanya pekat maknanya berlapis pilu

Langit membungkuk menahan beku

bulan pucat menatap waktu

 

Aku membaca sunyi dengan dada terbuka

Tiap barisnya perih dan setia

Terbuai ntara gelap dan cahaya

Aku temukan diriku yang lama

 

4. Senyap di Jalan Tua 

Jalan tua terdiam tanpa suara

lampu berdiri bagai penjaga asa

Langkahku gugur di sela malam

menghitung rindu yang kian dalam

 

Angin membawa bau kenangan

tentang pulang yang tak pernah genap

Malam mengajari arti kehilangan

dengan tenang tanpa sikap

 

5. Bulan dan Doa 

Bulan menggantung di langit kelam

Layaknya doa yang tak terucap diam

Cahayanya jatuh ke tanah hitam

Menyentuh luka yang telah padam

 

Di balik malam aku bersujud

Menyerahkan lelah pada Yang Mahawujud

Biarlah sunyi menjadi penuntun

Menuju pagi yang lebih teduh

 

6. Malam di Jendela 

Kujenguk malam dari balik jendela

Langit retak oleh cahaya bintang tua

Sunyi menetes seperti air mata

Perlahan namun penuh makna

 

Aku menunggu tanpa janji

Sebab malam pandai menyimpan misteri

Jika esok masih bernama hari

Biarlah gelap ini mengerti

Baca juga: 30 Puisi Melankolis tentang Hujan Pagi, Sunyi yang Menenangkan Hati

 

7. Nyanyian Gelap

Malam menyanyi dengan nada rendah

Lagu sunyi yang kian pasrah

Daun bergeser angin pun lelah

Semesta tunduk pada gelap

 

Aku dengarkan dengan jiwa terbuka

Tiap nada mengiris rasa

Dalam gelap aku belajar setia

Pada luka pada asa

 

8. Waktu yang Terlelap

Waktu memejam di pangkuan malam

Dentangnya berhenti tanpa salam

Segala gaduh menjadi kelam

Tinggal hati yang terus berdeham

 

Berjalan tertatih di lorong pikiran

Mencari arti dalam keheningan

Malam seakan mengeja teori pelajaran

Bahwa diam pun adalah jawaban

 

9. Gelap yang Ramah

Jangan kira gelap selalu kejam

malam pun tahu cara memeluk diam

Ia sembunyikan duka yang tajam

Agar hati tak kian tenggelam

 

Di dadanya aku bersandar

Menyimpan lelah yang berputar

Malam menjadi sahabat sabar

Tak pandai menghakimi sadar

 

10. Bintang Jatuh 

Satu bintang jatuh dari langit tua

Seperti harap yang lepas dari doa

Malam menelan cahaya itu

Tanpa suara tanpa ragu

 

Aku belajar dari jatuhnya terang

Bahwa kehilangan tak selalu perang

Kadang ia datang dengan tenang

Mengajarkan ikhlas yang panjang

 

11. Malam dan Ingatan

Ingatan bangkit bersama malam

mengendap di kepala tak tenggelam

Nama-nama berbisik kelam

seperti puisi yang tak sempat salam

 

Aku biarkan ia singgah sebentar

sebelum pagi datang menyambar

Malam tahu cara mengantar

kenangan pulang dengan sabar

 

12. Menjelang Pagi 

Malam menipis di ujung waktu

Bulan pamit pada langit kelabu

Sunyi mulai berkemas perlahan

Menunggu pagi mengambil peran

 

Aku ucap terima kasih pada gelap

Yang setia menemani penat

Sebab tanpa malam yang lelap

Pagi takkan terasa hangat

 

(MG Zahrah Suci Al Aliyah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.