Ditemukan Utuh Berjam-jam di Mulut Biaya, Detik-detik Jasad Rusmanto Didorong Buaya ke Tepian Kolong
Rusaidah February 11, 2026 08:03 AM

 

BANGKAPOS.COM – Detik-detik Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi Rusmanto yang sempat tenggelam digigit buaya di Kolong Dusun Mempiu, Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung pada Senin (9/2/2026). 

Jasad pria 40 tahun itu ditemukan sekitar pukul 23.27 WIB dalam kondisi utuh. 

Lalu, jasad langsung dievakuasi menuju kamar jenazah RSUD Marsidi Judono. 

"Semalam itu sekitar pukul 23.27 WIB dalam kondisi utuh. Setelah jenazah ditemukan langsung dievakuasi ke RSUD," ujar Kanit Reskrim Polsek Badau, Aipda M Rizki Cahyono pada Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Pemicu Awal Tomas Jadi Korban Salah Sasaran di Belinyu, Warga Kesal Lempari Batu Kontrakan Pelaku 

Di balik proses evakuasi, terdapat cerita tim SAR Gabungan yang berhadapan dengan buaya. 

Cerita bermula dari laporan masyarakat tentang kejadian korban tenggelam digigit buaya di Kolong Dusun Mempiu, Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 16.00.WIB.

Kemudian, satu persatu tim SAR gabungan tiba di lapangan dan mulai memantau lokasi kolong eks tambang tersebut. 

Proses pencarian awal mulai dilakukan sekitar pukul 16.30 WIB. 

Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban tenggelam digigit buaya di Kolong Dusun Mempiu, Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung pada Senin (9/2/2026) malam. (IST/dok Tim SAR Gabungan)
Tim SAR Gabungan mengevakuasi korban tenggelam digigit buaya di Kolong Dusun Mempiu, Desa Cerucuk, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung pada Senin (9/2/2026) malam. (IST/dok Tim SAR Gabungan) (Istimewa/Tim SAR Gabungan)

Waktu itu, buaya sempat beberapa kali muncul dengan posisi korban masih digigit. 

"Total buaya itu muncul sekitar 10 kali. Tiga kali muncul sore itu, korban masih digigit di mulutnya, dalam posisi tertelungkup," ungkap Rizki. 

Karena lokasi yang rawan dengan penampakan buaya, menjelang malam Tim SAR Gabungan memutuskan untuk mengeringkan kolong. 

Akhirnya beberapa mesin tambang sekitar lokasi dikumpulkan untuk mengeringkan air kolong. 

Kejadian tak terduga terjadi sekitar pukul 23.27 WIB, saat air kolong sudah jauh menyusut. 

Baca juga: Sosok Ongky Nyong, Kepala KUA Dibela 43 Pengacara Usai Memar Muntah Dikeroyok 3 Pria

Tiba-tiba muncul seekor buaya sembari mendorong korban ke tepi kolong. 

"Jadi buaya itu seperti menyerah, jenazah korban itu didorong buaya sampai ke tepi batas air," katanya. 

Tapi tak berselang lama, diduga muncul lagi seekor buaya yang diduga berbeda. 

Karena warnanya juga berbeda berenang ke arah rombongan personel Brimob. 

Setelah kondisi dinyatakan aman, Tim SAR Gabungan perlahan mengevakuasi jenazah korban. 

"Kalau kami lihat waktu di kamar jenazah, bekas luka gigitan itu di paha kanan. Kalau luka lainnya tidak ada, jenazahnya utuh," kata Rizki. 

Ia juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua unsur yang terlibat selama proses evakuasi. 

Diterkam Buaya saat Mandi

Seorang pria di Dusun Mempiu, Desa Cerucuk, Kabupaten Belitung diterkam buaya di WIUP PT Timah Tbk, Senin (9/2/2026) pukul 16.30 WIB.

Korban dinyatakan meninggal dunia setelah tubuhnya diseret ke dalam air.

Pukul 19.49 malam, tubuhnya masih berada dalam mulut buaya.

Korban saat itu sedang mandi bersama dengan anaknya di eks kolong.

Berdasarkan kesaksian, korban saat itu ditarik oleh buaya lalu diseret ke dalam air.

Sontak sang anak langsung melapor ke warga sekitar.

Warga yang mendapati kejadian segera melapor ke Satpam yang sedang berpatroli. Satpam kemudian segera melapor ke Kabag Pam mengenai kejadian itu.

Kabag Pam lalu menginfokan Basarnas untuk dilakukan evakuasi. Kemudian pada 17.43 WIB Basarnas datang bersama dengan polisi.

Evakuasi dilakukan dengan cara mengeringkan air kolong di TKP. Pengeringan dibantu dengan tujuh mesin dewaterisasi.

Diketahui korban adalah pekerja tambang suntik (tambang masyarakat) di dalam WIUP PT Timah Tbk.

Kerahkan Personel di Lapangan

Personel Polres Belitung bersama jajaran Polsek Badau, Brimob Batalyon B Pelopor Belitung, dan Tim Basarnas Kabupaten Belitung terus melakukan upaya pencarian terhadap seorang warga yang diduga diterkam buaya di kolong bekas tambang timah wilayah Desa Cerucuk, Kecamatan Badau hingga Senin (9/2/2026) malam.

Korban diketahui bernama Rosmanto alias Rusmanto, buruh harian asal Desa Air Rayak Barat II, Kecamatan Tanjungpandan.

Baca juga: Video: Mengintip Rumah Singgah Keluarga Pasien RSUD Depati Bahrin, Kopi Gula Mi Instan Gratis

Kapolres Belitung AKBP Sarwo Edi Wibowo, menyampaikan bahwa jajaran Polres Belitung terus berupaya maksimal dalam proses pencarian korban.

“Personel Polres Belitung bersama unsur terkait masih terus melakukan pencarian terhadap korban. Kami berupaya semaksimal mungkin di lapangan dengan mengedepankan keselamatan personel serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait,” ujar Kapolres.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di kolong bekas tambang yang berada di area IUP PT Timah, Dusun Mempiu.

EVAKUASI KORBAN DITERKAM BUAYA - Kanit Reskrim Polsek Badau, Nono Komar mengidentifikasi korban terkaman buaya di Kolong Dusun Mempiu sebagai Rusmanto (40), warga Jalan Murai, Tanjungpandan. Proses evakuasi jasad korban saat ini masih berlangsung dengan mengeringkan air kolong menggunakan tujuh mesin dewaterisasi.
EVAKUASI KORBAN DITERKAM BUAYA - Kanit Reskrim Polsek Badau, Nono Komar mengidentifikasi korban terkaman buaya di Kolong Dusun Mempiu sebagai Rusmanto (40), warga Jalan Murai, Tanjungpandan. Proses evakuasi jasad korban saat ini masih berlangsung dengan mengeringkan air kolong menggunakan tujuh mesin dewaterisasi. (Posbelitung.co)

Berdasarkan informasi di lapangan, kejadian bermula saat korban bersama anak kandungnya, Adrian, selesai bekerja menambang timah.

Keduanya kemudian menuju kolong bekas tambang untuk berbilas mandi. Namun, sesaat setelah korban turun ke air, ia tiba-tiba diserang seekor buaya dan diseret masuk ke dalam kolong hingga tidak terlihat lagi.

Mengetahui kejadian tersebut, anak korban segera meminta pertolongan kepada para penambang di sekitar lokasi. 

Baca juga: Video: Tak Disensor, Bonatua Silalahi Pamerkan Salinan Ijazah Legalisir Jokowi

Sekitar pukul 17.00 WIB, tim gabungan bersama masyarakat langsung melakukan pencarian dengan menyisir area kolong, menutup aliran air yang mengarah ke sungai, serta melakukan penyedotan air menggunakan lima unit mesin air guna mempersempit area pencarian.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati, khususnya saat beraktivitas di kolong atau perairan bekas tambang yang berpotensi menjadi habitat satwa liar berbahaya," kata AKBP Sarwo Edi. 

Upaya pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan.

(Posbelitung.co/Dede Suhendar/Kautsar Fakhri Nugraha) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.