Tampang Sopir WNI yang Tabrak Sheyna di Singapura, Kini Menyesal, Pasrah Dipenjara Akibat Lalai
Listusista Anggeng Rasmi February 11, 2026 08:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kawasan Chinatown, Singapura viral di media sosial.

Peristiwa maut tersebut membuat seorang bocah WNI berusia enam tahun meninggal dunia.

Insiden tragis itu juga membuat sang ibu kini kritis dan masih menjalani perawatan intensif.

Kini ibu korban berjuang untuk pulih di ruang ICU rumah sakit di Singapura.

Menindaklanjuti kejadian itu, Kepolisian Singapura langsung mengambil langkah hukum.

Seorang perempuan berusia 38 tahun diamankan sebagai pengemudi mobil yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Mobil yang dikemudikannya menabrak ibu dan anak yang tengah berada di Singapura untuk berlibur.

Kedua korban diketahui merupakan Warga Negara Indonesia.

Identitas korban kemudian mulai diketahui publik dan tersebar luas di media sosial.

Melalui unggahan Instagram ILUNI Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, terungkap identitas korban dewasa.

KECALAKAAN SAAT LIBURAN - Seorang wanita berusia 38 tahun ditangkap kepolisian Singapura sebagai sopir mobil yang menabrak WNI bernama Sheyna yang sedang berlibur di Singapura. ((Ist)/The Online Citizen)

Baca juga: Wajah Panik Sopir WNA yang Tabrak Sheyna di Singapura, Menyesal & Merasa Bersalah, Terima Hukuman

Korban diketahui bernama Raisha Anindra, lulusan Sastra Cina FIB UI angkatan 2013.

Raisha merupakan ibu dari Sheyna Lashira, bocah enam tahun yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.

Sementara itu, kondisi Raisha hingga kini masih membutuhkan penanganan intensif dari tim medis.

Proses Hukum
Pihak kepolisian Singapura memastikan bahwa pengemudi telah resmi ditahan.

Konfirmasi penangkapan tersebut disampaikan oleh Singapore Police Force kepada media lokal pada 8 Februari 2026.

Di sisi lain, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura menyatakan akan terus mendampingi keluarga korban.

KBRI menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan hingga tuntas.

Pengemudi Panik
Berdasarkan laporan Shin Min Daily News, pengemudi mobil itu tetap berada di lokasi kejadian selama beberapa jam.

Ia terlihat membantu proses kepolisian di area yang telah dipasangi garis pembatas.

Sejumlah saksi mata menyebut pengemudi tampak mondar-mandir sambil memegangi kepala dan terlihat sangat terpukul.

Setelah polisi membawa perempuan tersebut dari lokasi kejadian, suaminya memberikan keterangan kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa istrinya telah memiliki pengalaman mengemudi lebih dari satu dekade.

Saat kejadian, sang istri diketahui sedang berada di Chinatown untuk menjemput anak mereka yang berusia enam tahun.

Baca juga: Kondisi Terkini Ibu WNI Korban Tabrakan di Singapura, Anak Sudah Tiada, Kini Berjuang untuk Pulih

“Saat saya menerima teleponnya, dia menangis sepanjang waktu," ujarnya.

KECELAKAAN DI SINGAPURA - Tragedi di Chinatown Singapura: seorang anak WNI tewas tertabrak mobil, sang ibu kini berjuang pulih.
KECELAKAAN DI SINGAPURA - Tragedi di Chinatown Singapura: seorang anak WNI tewas tertabrak mobil, sang ibu kini berjuang pulih. (Dok./TribunJakarta)

Pelaku kepada sang suami mengaku sangat khawatir tentang kondisi korban.

Menurutnya saat kejadian dia segera keluar dari mobil untuk memeriksa korban luka dan memanggil ambulans.:

"‘Dia benar-benar merasa bersalah dan menyesal," lanjutnya, sambil menambahkan bahwa putra mereka di dalam mobil juga ketakutan dan terus menangis.

(TribunNewsmaker.com/ Listusista)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.