TRIBUN-MEDAN.com - Terungkap kronologi kejadian sebenarnya soal Sheyna Lashira yang tewas ditabrak di Singapura.
Saksi mata bernama Nguyen Thi Hanh menceritakan kejadian mengerikan bagaimana Sheyna tewas tertabrak.
Berikut kesaksian lengkap yang ditulis Nguyen melalui akun Facebooknya pada Jumat (6/2/2026).
"Pagi ini saya berjalan kaki ke pasar untuk membeli ketumbar untuk dijual sebagai isian sandwich saya.
Karena lupa memesan ketumbar, saya pergi ke pasar untuk membelinya dan menyaksikan kecelakaan lalu lintas pagi ini di tempat parkir Kuil Cina di stasiun MRT Maxwell," ungkap Nguyen mengawali cerita.
Kecelakaan tersebut terjadi pada pukul 11.40 pagi waktu setempat.
Itu adalah pertama kalinya dalam hidup Nguyen menyaksikan peristiwa tragis tepat di depan mata.
"Ini adalah pertama kalinya dalam hidup saya menyaksikan kecelakaan lalu lintas tepat di depan mata saya.
Kejadiannya pukul 11:40 pagi tadi."
Nguyen mengaku berjalan tepat di belakang korban ketika peristiwa terjadi.
Dua WNI, ibu dan anak sedang berjalan bersama ketika sebuah mobil keluar dari tempat parkir.
Mobil itu dikemudikan oleh seorang wanita.
Mobil tersebut menurut Nguyen hendak belok ke kanan, namun pengemudi hanya melihat ke arah kiri sehingga tidak melihat adanya pejalan kaki di sebelah kanan mobil.
"Saya adalah orang pertama di belakang ibu dan anak tersebut.
Seorang wanita mengemudi keluar dari tempat parkir.
Dia tidak melihat pejalan kaki di sebelah kanannya; dia hanya melihat ke kiri ketika berbelok ke kanan."
Kecelakaan pun tak bisa dihindari karena mobil terus melaju meski ada pejalan kaki di dekatnya.
Roda depan mobil terlebih dahulu menyambar tubuh Sheyna Lashira, kemudian berlanjut menabrak tubuh ibu Sheyna.
Namun meski sudah menabrak orang, pengemudi disebutkan tidak memberhentikan laju kendaraan.
Nguyen menyebut mobil justru terus melaju hingga ban belakang akhirnya melindas tubuh korban.
Nguyen pun merasa heran mengapa pengemudi terus melaju padahal sadar sudah menabrak orang.
"Kemudian, roda depannya melindas perut gadis kecil itu, lalu melindas kaki ibunya, dan kemudian wanita itu mempercepat laju kendaraannya, menyebabkan roda belakangnya melindas perut ibu tersebut.
Saya tidak tahu mengapa dia mempercepat laju kendaraannya begitu cepat setelah keluar dari tempat parkir.
Saya kira mereka turis. Saya bisa membantu; saya mungkin akan menjadi saksi dalam kecelakaan lalu lintas tersebut.
Saya jelas melihat bahwa ketika kecelakaan terjadi, roda depan melindas orang tersebut, dan ada sesuatu di bawah roda, menurut persepsi pengemudi.
Tetapi dia tidak berhenti untuk memeriksa; sebaliknya, dia malah mempercepat dan terus melaju, menyebabkan roda belakang melindas perut ibu itu lagi.
Saya panik dan tidak ingat apakah roda belakang melindas gadis kecil itu lagi; saya tidak ingat karena saya sangat terkejut dengan apa yang terjadi tepat di depan saya," ungkap Nguyen bersaksi dengan jujur tentang apa yang ia lihat.
Nguyen kemudian bercerita bahwa suami korban langsung berlari menghampiri begitu tahu anak dan istrinya menjadi korban kecelakaan.
"Pada saat kecelakaan, suaminya tidak bersamanya; hanya ibu dan anak perempuan itu dan saya yang berada di belakang mereka.
Sekitar dua menit kemudian, suaminya berlari dan memeluk gadis kecil itu.
Ketika roda depan melindas gadis kecil itu, dia berguling tiga kali, tergeletak telungkup di tanah, mulutnya berlumuran darah.
Ada botol air dan kamera gadis kecil itu di genangan darah; darah keluar dari mulut gadis kecil itu dan menyebar tebal di jalan."
Nguyen juga menjadi saksi bagaimana reaksi pengemudi ketika tahu mobilnya menabrak dua orang sekaligus.
Pengemudi disebutnya keluar dari mobil dan langsung berteriak kepada ayah dan suami korban untuk membela diri.
"Ketika dia keluar dari mobil untuk memeriksa, dia menyadari bahwa dialah yang menyebabkan kecelakaan itu.
Dia berteriak kepada ayahnya yang sakit sambil mencoba menjelaskan bahwa dia tidak melakukan kesalahan apa pun."
Sosok Korban
Korban dalam peristiwa ini adalah dua WNI, ibu dan anaknya.
Sang anak bernama Sheyna Lashira berusia 6 tahun, meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Sementara ibunya, Raisha Anindra, mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan di rumah sakit Singapura.
Kehilangan Sheyna adalah pukulan berat untuk keluarga.
Sang tante melalui akun Instagram bernama @raratatyana mengunggah sejumlah potret kenangan keponakan tercinta.
Dalam sejumlah foto dan video yang ia unggahn, Rara memamerkan betapa cerianya Sheyna semasa ia hidup.
Rara menunjukkan kemampuan Sheyna dalam bernyanyi.
Nana panggilan Sheyna disebutnya sebagai seorang penyanyi cilik.
"Nana, penyanyi cilik kami," tulis Rara.
Kemudian di video yang lain, Sheyna ternyata juga gemar menari.
Dalam sebuah video, ia terlihat sedang asyik menjadi dancer dan tampil di atas panggung AEON Mall.
Sheyna tampil energik mengenakan kaos dan celana panjang.
Rara juga menunjukkan foto-foto Sheyna ketika merayakan ulang tahun dari usia satu hingga enam.
Setiap momen ulang tahunnya selalu dirayakan dengan spesial.
Meski hanya digelar di rumah dengan pesta sederhana, Sheyna selalu tampil ceria di setiap foto yang kini tinggal kenangan itu.
Rara menyebut bahwa Sheyna adalah sosok anak yang baik, ceria, dan menyenangkan.
"My fairy. Bidadari surgaku.
Banyak yang sayang sama Nana.
Nana anak yang baik hati, ceria, menyenangkan, periang, dan semua hal-hal baik ada pada Nana.
Masya Allah. Allah lebih sayang sama Nana," tulis Rara.
Pelaku Ditangkap
Berdasarkan foto yang beredar, sejumlah polisi berseragam dinas tampak menangkap pelaku penabrakan.
Ia dituduh telah mengemudi secara lalai yang menyebabkan kematian.
Hingga kini, investigasi polisi masih berlangsung.
Setelah pengemudi wanita itu dibawa pergi oleh polisi, suaminya mengatakan kepada wartawan bahwa istrinya memiliki pengalaman mengemudi lebih dari 10 tahun dan telah mengemudi ke Chinatown hari itu untuk menjemput putra mereka yang berusia 6 tahun dari sekolah.
Dia tidak pernah menyangka kecelakaan itu akan terjadi.
"Ketika saya menerima teleponnya, dia menangis sepanjang waktu. Dia juga sangat khawatir tentang kondisi korban."
Ia juga menjelaskan bahwa setelah kecelakaan itu, istrinya segera keluar dari mobil untuk memeriksa para korban dan memanggil ambulans.
Putra mereka, yang berada di dalam mobil, ketakutan karena kecelakaan mendadak itu dan terus menangis.
"Ia benar-benar merasa bersalah dan menyesal," katanya.
(*/ Tribun-medan.com)