— Sejumlah ikan terlihat mengapung lemas di permukaan Sungai Cisadane, tepatnya di sekitar Jembatan Kaca, Kota Tangerang, pada Senin malam (9/2).
Fenomena itu pertama kali ramai diperbincangkan setelah seorang pengguna media sosial mengunggah rekaman video yang memperlihatkan kondisi sungai yang tak biasa.
Dalam video yang beredar, ikan-ikan tampak bergerak lambat di permukaan air, sebagian terombang-ambing mengikuti arus.
Pengunggah video menyebut ikan-ikan tersebut belum dalam kondisi mati, namun diduga mengalami efek “mabuk” setelah terpapar limbah cair kimia, yang disebut-sebut berasal dari bahan pestisida.
Peristiwa itu sontak menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah orang terlihat turun ke aliran sungai dengan membawa serokan dan ember untuk mengambil ikan yang mengapung.
Aktivitas tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran akan potensi pencemaran yang dapat berdampak pada kesehatan dan ekosistem sungai.
Dugaan pencemaran mengarah pada insiden kebakaran gudang penyimpanan di kawasan Pergudangan Taman Tekno, Tangerang Selatan, yang terjadi sebelumnya.
Gudang tersebut diduga menyimpan bahan kimia, termasuk pestisida.
Limbah sisa kebakaran dan proses pemadaman diduga terbawa aliran air hingga masuk ke sistem drainase dan bermuara ke Sungai Cisadane.
Pada pagi hari sebelum temuan ikan mengapung di Kota Tangerang, warga di wilayah Serpong lebih dulu melaporkan perubahan warna air sungai menjadi putih keruh disertai bau menyengat.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat adanya paparan limbah kimia dalam jumlah signifikan.
https://wartakota.tribunnews.com/tangerang/881611/ikan-mengapung-lemas-di-cisadane-diduga-akibat-limbah-warga-ramai-ramai-turun-ke-sungai
#viral #viraldimediasosial #viralvideo #sungaicisadane #sungaijaletreng #tangerang #pencemaranair #limbah