TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dua tas yang sempat menggegerkan jamaah Masjid Al Khairat di Jalan Mangga, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, Selasa (10/2/2026) malam, ternyata berisi pakaian, sepatu, sandal hingga mainan anak-anak.
Setelah diperiksa Tim Penjinak Bom (Jibom) Satbrimobda Riau dan dinyatakan aman, tas tersebut dibuka di Polresta Pekanbaru.
Isinya antara lain delapan pasang sepatu, 14 pasang sandal, mainan anak-anak, empat selimut, sekitar 20 potong pakaian anak-anak dan dewasa, dua helm anak-anak, dua tas karung, serta dua dompet.
Sebelumnya, dua tas itu ditemukan dalam kondisi ditinggalkan oleh orang tak dikenal (OTK) di area masjid sebelum Salat Isya.
Baca juga: Heboh Dikira Bom, Terungkap Isi 2 Tas Mencurigakan yang Ditinggal di Area Masjid Pekanbaru
Informasi tersebut diterima kepolisian sekitar pukul 21.05 WIB, setelah petugas keamanan masjid melaporkan temuan itu kepada Ketua RW setempat dan diteruskan ke Polsek Sukajadi.
Mendapat laporan tersebut, Polsek Sukajadi langsung berkoordinasi dengan Tim Jibom dan bergerak cepat menuju lokasi.
Area sekitar masjid sempat disterilkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya bahan berbahaya.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Muharman Arta membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan langkah cepat dilakukan demi memastikan keselamatan masyarakat.
“Begitu menerima laporan, kami segera mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Jibom untuk melakukan pemeriksaan sesuai prosedur. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Tim Jibom yang dipimpin Dansat Brimobda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Wibawa melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dua tas tersebut.
Hasilnya dipastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun benda berbahaya.
“Dari hasil pemeriksaan Tim Jibom, tidak ditemukan bahan peledak ataupun benda yang membahayakan,” tegas Muharman.
Meski isi tas tidak berbahaya, polisi tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan motif orang yang meninggalkan barang tersebut.
Pemeriksaan terhadap petugas keamanan dan saksi lainnya dilakukan, termasuk penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi.
(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)