SURYA.co.id, Surabaya - Absennya Mihailo Perovic dan Malik Risaldi menjelang laga kontra Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026), menjadi ujian besar bagi Bajol Ijo yang tengah menjaga tren positif 13 laga tak terkalahkan.
Persebaya Surabaya harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan dua penyerang utama. Perovic mengalami cedera kepala saat melawan Bali United, sementara Malik Risaldi mengalami cedera paha. Keduanya masih dalam proses pemulihan dan belum ada kepastian kapan bisa kembali.
Pelatih Bernardo Tavares menegaskan bahwa tim harus siap dengan segala kemungkinan. “Kami tidak tahu, mari kita lihat setelah beberapa hari apakah mereka bisa pulih atau tidak,” ujarnya dikutip SURYA.co.id dari Harian Disway n dalam sesi latihan, Selasa (10/2/2026).
Absennya dua pemain ini membuat lini depan Bajol Ijo kehilangan ketajaman. Perovic dikenal sebagai target man dengan naluri gol, sedangkan Malik memberi kecepatan dan variasi serangan dari sisi kanan.
Meski begitu, Persebaya tetap optimistis. Dukungan penuh Bonek di Gelora Bung Tomo menjadi energi tambahan, sementara Tavares menekankan pentingnya evaluasi dan rotasi untuk menjaga konsistensi tim.
Kehilangan Perovic dan Malik membuat Persebaya kehilangan dua sosok vital di lini depan. Perovic adalah penyerang tengah yang kerap menjadi tumpuan serangan.
Malik Risaldi memberi variasi dengan kecepatan di sisi kanan. Absennya keduanya membuat serangan Bajol Ijo berkurang tajam.
Tavares mengakui situasi ini menambah kompleksitas strategi.
“Kami berharap mereka bisa pulih, namun kami juga harus siap dengan situasi ini,” katanya.
Kontribusi Perovic dan Malik sebelumnya sangat menentukan. Keduanya sering menjadi pembeda dalam laga-laga krusial.
Tanpa mereka, Persebaya harus mencari alternatif baru.
Baca juga: Cedera Perovic dan Malik Jadi Ujian Kedalaman Skuad Persebaya Surabaya Lawan Bhayangkara FC
Hal ini juga memengaruhi psikologis tim. Rekan setim kehilangan dua pemain yang memberi rasa percaya diri.
Namun, Tavares menekankan pentingnya fokus penuh menghadapi Bhayangkara.
Absennya dua penyerang utama membuka peluang bagi pemain muda. Alfan Suaib mencuri perhatian dengan gol debut lawan Bali United.
Ia bisa menjadi opsi di sisi kanan menggantikan Malik. Riyan Ardiansyah juga memberi alternatif dengan determinasi tinggi.
Kecepatan dan mobilitasnya bisa menambah variasi serangan. Bruno Paraiba diharapkan mengisi posisi target man.
Meski baru bergabung, ia punya pengalaman di Liga 1. Francisco Rivera bisa didorong lebih maju sebagai false nine.
Kreativitasnya memberi suplai bola ke lini depan. Jefferson Silva menyeimbangkan transisi serangan dari tengah.
Gali Freitas di sisi kiri memberi keseimbangan serangan. Rotasi ini menjadi solusi darurat bagi Tavares.