Dalam Sehari, Dua Warga Ende Meninggal Dunia Secara Tragis
Gordy Donovan February 11, 2026 10:47 AM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo 

TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Warga Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, diguncang dua peristiwa duka dalam satu hari. 

Pada Selasa (10/2/2026), dua warga dilaporkan meninggal dunia secara tragis di lokasi dan kejadian yang berbeda, masing-masing akibat gantung diri dan tenggelam saat memancing di pantai.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 16.30 Wita di Lingkungan Hawu, RT 01 RW 01, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende.

Baca juga: Bupati Ende Sebut Pembangunan Dermaga Nila Tidak Proporsional: Jangan Omon-omon Saja

Gantung Diri

Seorang pria bernama Portasius Ti (60) itu ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kamar rumah kakak kandungnya, Vinsensius Ma (65), tempat korban tinggal sementara.

Korban pertama kali ditemukan oleh Vinsensius Ma saat hendak masuk ke kamar untuk beristirahat. 

Saat membuka pintu kamar, Vinsensius melihat korban berdiri di atas tempat tidur. 

Ketika dipanggil untuk turun, korban tidak memberikan respons.

Vinsensius kemudian mendekat dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan tali terikat di leher serta air liur berbusa keluar dari mulut. 

habinkamtibmas Kelurahan Tetandara bersama personel SPKT Polres Ende
TKP AKHIRI NYAWA SENDIRI - Bhabinkamtibmas Kelurahan Tetandara bersama personel SPKT Polres Ende dan SPKT Polsek Ende tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bunuh diri, Selasa (10/2/2026).

Mengetahui hal tersebut, Ia langsung memanggil anggota keluarga lainnya untuk memastikan kondisi korban.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. 

Sekitar pukul 17.00 Wita, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tetandara bersama personel SPKT Polres Ende dan SPKT Polsek Ende tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Selanjutnya, sekitar pukul 18.00 Wita, jenazah korban dibawa ke RSUD Ende oleh petugas dari Polres Ende bersama tim identifikasi untuk dilakukan visum.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, almarhum diketahui menderita penyakit paru-paru sejak tahun 2019 saat masih berada di Kalimantan. 

Korban kemudian pulang ke Ende untuk menjalani pengobatan, baik secara medis maupun menggunakan obat herbal.

Almarhum diketahui belum menikah dan selama ini tinggal serumah dengan kakak kandungnya.

Tewas Tenggelam

Pada hari yang sama, sekitar pukul 16.30 Wita, peristiwa tragis lainnya terjadi di Pantai Ma’umunda, Desa Gheoghoma, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende.

Seorang pemuda bernama Frengky (36), warga Kelurahan Roworena, Kecamatan Ende Utara, dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat memancing di atas batu karang.

Berdasarkan keterangan di lokasi, korban saat itu memancing bersama seorang temannya di pinggir pantai. 

Sekitar pukul 16.00 Wita, sandal korban terjatuh ke laut. 

Saat berusaha mengambil sandal tersebut, korban tergelincir di atas batu karang dan jatuh ke laut.

Teman korban sempat berupaya memberikan pertolongan dengan menggunakan kayu untuk menarik korban ke atas.

Namun, kondisi ombak yang cukup kuat menyebabkan korban terseret ke bawah batu karang hingga menghilang.

Korban diketahui kurang lincah berenang, sehingga tenggelam dan tidak muncul ke permukaan selama kurang lebih 30 menit.

Sekitar pukul 17.15 Wita, tubuh korban kembali muncul ke permukaan akibat hempasan ombak. 

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung terjun ke laut untuk memberikan pertolongan, namun korban sudah dalam kondisi tidak bernapas.

Sekitar pukul 17.30 Wita, korban kemudian dibawa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Proses pencarian dan evakuasi korban melibatkan personel Babinsa Koramil 1602-01/Ende, Kepala Desa Gheoghoma, serta masyarakat setempat. (Bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.