TRIBUNJAMBI.COM - Seorang anak di bawah umur di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi harus menanggung trauma mendalam setelah menjadi korban kebiadaban ayah tirinya sendiri.
Pria berinisial AH (58) tersebut kini telah diringkus aparat kepolisian setelah aksi bejatnya terbongkar oleh pihak keluarga korban.
Yang membuat publik geram, pelaku menggunakan modus tipu daya mistis untuk melancarkan aksinya.
Modus pengobatan spiritual menjadi kedok aksi pelecehan yang dilakukan sang ayah tiri.
Liciknya, pelaku menggunakan alasan pengobatan guna-guna atau santet untuk memperdaya korban yang merupakan anak di bawah umur.
AH diduga meyakinkan korban dan keluarganya bahwa sang anak sedang dalam pengaruh kiriman ilmu hitam atau santet yang harus segera diobati secara khusus.
Tindakan asusila ini terungkap setelah pihak keluarga korban mencium gelagat tidak beres dan segera melapor ke Mapolres Merangin.
Pelaku yang seharusnya menjadi sosok pelindung bagi anak-anak di rumahnya, justru menyalahgunakan kepercayaan keluarga demi kepuasan nafsu pribadinya.
Baca juga: Warga Sipin Jambi Kepung Terduga Pelaku Pelecehan Anak di Bawah Umur, Diduga Oknum Pegawai
Baca juga: 302 Kotak Amal Disita di Bungo Jambi, 103 Terindikasi Danai Jaringan Terorisme
Baca juga: Modus 3 Pria di Muaro Jambi Suntik LPG 12 Kg Dibongkar Polisi, Isi Dikurangi 2 Kg untuk Dijual Murah
Bukannya memberikan perlindungan layaknya seorang ayah, AH justru mengeksploitasi kepercayaan tersebut.
Di bawah kedok pengobatan spiritual pembersihan santet, pelaku diduga melakukan tindakan asusila terhadap korban berkali-kali.
"Berdasarkan keterangan kepolisian, terduga pelaku diduga menggunakan modus berpura-pura membantu korban dengan alasan pengobatan santet," ungkap keterangan unggahan akun Instagram @jambisharing.
Skenario Pengobatan Palsu
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, AH meyakinkan korban dan keluarganya bahwa ada serangan santet yang harus segera 'dibersihkan' dari tubuh korban.
Di bawah ancaman mistis dan tipu daya pengobatan inilah, pelaku diduga melancarkan pelecehan tersebut berkali-kali.
"Terduga pelaku diduga menggunakan modus berpura-pura membantu korban dengan alasan pengobatan santet," jelas keterangan unggahan.
Unggahan mengenai kasus ini di akun Instagram @jambisharing langsung dibanjiri komentar pedas.
Warganet tidak habis pikir dengan perilaku AH yang tega memangsa darah dagingnya sendiri secara hukum keluarga.
"Agakk laenn. kacauu," tulis akun @pan***.
Sementara itu, akun @och*** mengungkapkan kemarahan mendalam, "Ehh... Asu be," merespons perilaku menyimpang tersebut.
Penegakan Hukum
Saat ini, AH telah diamankan di kediamannya dan tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Baca juga: Pilu Mahasiswi Tewas Diduga Korban Pelecehan Dosen di Kamar Kos, Tenda Biru dan Luka Jadi Pemicu
Baca juga: Melihat Kembali Daftar Yayasan Terafiliasi NII Pasca 103 Kotak Amal di Bungo Diduga Danai Terorisme
Polisi berkomitmen untuk menuntaskan perkara ini dengan fokus pada pemulihan trauma korban.
Polres Merangin juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala bentuk modus pengobatan yang tidak masuk akal, terutama yang mengarah pada tindakan kekerasan seksual terhadap anak.
DISCLAIMER
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.
Baca juga: Remaja 15 Tahun di Batang Hari Jambi Jadi Korban Rudapaksa Tetangganya
Baca juga: Anak-anak Asyik Berenang, Tak Tahu di Atas Sungai Rivera Park Tebo Ada Tambang Emas Ilegal
Baca juga: Modus Sindikat Penyuntikan Isi Tabung Gas LPG 12 Kg di Jambi, Dijual Lebih Murah