Kendal, Jawa Tengah (ANTARA) - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengembangkan konsep pertanian terintegrasi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas II B Kendal, Jawa Tengah.
Menteri Imipas Agus Andrianto mengatakan pengembangan konsep pertanian tersebut seiring dengan program ketahanan pangan yang menjadi perwujudan Astacita Presiden Prabowo Subianto.
"Harapannya model pertanian ini juga bisa dikembangkan di lapas-lapas lain dan dibangun yang lebih besar dari ini," ujar Agus saat ditemui usai kunjungan ke Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Terbuka Kendal, Jawa Tengah, Rabu.
Menurut dia, ketahanan pangan merupakan konsep yang sangat penting terutama di lapas, apalagi selama ini terdapat beberapa lahan yang tidak dimanfaatkan (idle) dan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Oleh karena itu, kata dia, Kementerian Imipas mencoba untuk menggandeng berbagai pihak yang memiliki keahlian untuk membangun konsep pertanian terintegrasi guna mempekerjakan warga binaan pemasyarakatan di Lapas Terbuka Kendal.
"Fungsi sosial kepada masyarakat juga akan menjadi prioritas. Artinya, mudah-mudahan ini bisa memberikan kontribusi bukan hanya kepada warga binaan, melainkan juga kepada masyarakat sekitar," ucap dia menambahkan.
Konsep pertanian terintegrasi merupakan sistem budidaya yang memadukan komponen pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu lahan atau siklus tertutup, meniru ekosistem alam.
Tujuannya menciptakan efisiensi, keberlanjutan, dan nol limbah, di mana limbah satu komponen menjadi pakan atau pupuk bagi komponen lain.
Adapun pada Lapas Terbuka Kendal, sistem pertanian terintegrasi yang dikembangkan meliputi pertanian melon premium, perikanan nila merah dan hitam salin, pakan alternatif azolla, hingga peternakan ayam joper.
Dalam pertanian melon premium di Lapas Terbuka Kendal, sedang dikembangkan dua unit nethouse (rumah kaca dengan jaring pelindung) yang dilaksanakan secara paralel meliputi pembangunan nethouse, pembuatan media tanam, pengisian media ke planter bag (wadah tanaman), serta pemasangan weedmat (bahan penutup tanah), dengan target penyelesaian pada 24 Februari 2026.
Kemudian, kegiatan perikanan telah siap dengan tiga unit kolam tanah, di mana penebaran benih nila merah telah dilaksanakan pada 10 Februari 2026 dengan jumlah 100 ribu ekor per kolam.
Untuk pengisian azolla sebanyak 500 kilogram pada kolam mangga, yaitu kolam yang berlokasi di area dekat kebun mangga, telah dilakukan pada Januari 2026.
Sementara ayam kampung super (joper) hidup pilihan yang dibesarkan di Lapas Terbuka Kendal dilakukan dengan sistem budidaya terintegrasi dan berkelanjutan dengan pengelolaan pakan terkontrol untuk menjaga kesehatan dan kualitas ternak, dengan total 6 ribu ekor.







