TRIBUNGORONTALO.COM – Upaya memperkuat stabilitas ekonomi di kawasan Timur Indonesia terus digenjot melalui sinergi lintas daerah.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Sulampua Semester I 2026 di Provinsi Gorontalo, Kamis (12/2/2026).
Pertemuan strategis ini mengusung tema besar “Swasembada dan Hilirisasi Pangan di Sulampua Semester I 2026”. Inisiasi yang dimotori oleh BI Provinsi Sulawesi Selatan ini bertujuan merumuskan kebijakan regional yang efektif untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Acara yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah. Dalam sambutannya, Idah menyatakan apresiasinya atas terpilihnya Gorontalo sebagai tuan rumah agenda krusial bagi kawasan Sulampua tersebut.
"Tentunya diharapkan ide dan hasil dari pertemuan ini dapat memberikan dampak positif terhadap hilirisasi di provinsi masing-masing," ujar Idah saat memberikan keterangan pers.
Sejalan dengan tema Rakorwil, Idah memaparkan bahwa Gorontalo tengah memacu program hilirisasi peternakan terintegrasi di empat kabupaten. Proyek ambisius ini didukung dengan anggaran sebesar Rp1,4 triliun dan telah memulai tahapan groundbreaking pada 5 Februari 2026 lalu.
Menurutnya, langkah ini adalah bagian dari komitmen daerah untuk mendukung ketahanan pangan nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Ini menjadi sebuah keuntungan bagi kita mendapatkan amanah untuk meningkatkan produk ayam guna mendukung MBG, baik di dalam maupun luar Gorontalo," jelasnya.
Baca juga: Update Lowongan Kerja Gorontalo 11 Februari 2026, Peluang bagi Lulusan SMA
Selain membahas visi jangka panjang terkait pangan, Rakorwil ini juga menjadi momentum untuk memastikan stabilitas harga jangka pendek, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Idah mengimbau para pelaku usaha dan masyarakat untuk menjaga distribusi barang tetap lancar.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyalurkan bantuan bagi warga kurang mampu dan menggelar pasar murah untuk komoditas pokok seperti beras dan minyak goreng.
"Jangan sampai ada penimbunan sehingga masyarakat tidak kebagian dan harganya jadi tinggi. Itu merugikan daerah itu sendiri," pungkasnya tegas.
Rakorwil ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:
Kegiatan ini juga melibatkan lembaga keuangan, akademisi, pelaku usaha, hingga kelompok tani untuk memastikan koordinasi lintas sektor dalam mendorong kemandirian pangan di kawasan Sulampua dapat berjalan secara berkelanjutan.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)