PROHABA.CO, SIGLI - Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri ST MM, secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Posko Bencana Banjir dan Longsor Pidie Jaya.
Pengunduran diri tersebut disampaikan langsung dalam rapat evaluasi penanganan tanggap darurat di posko utama Gedung Eks MTQ, Kantor Bupati Pidie, pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 22.05, WIB.
Rapat itu dipimpin oleh Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi MA, dan dihadiri Forkopimda serta sejumlah SKPK.
Melansir konfirmasi dari Serambinews.com, Rabu (11/2/2026), Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, membenarkan secara lisan, saya menyatakan telah mengundurkan diri dari Ketua Satgas Bencana Pidie Jaya.
Hasan Basri menegaskan bahwa alasan dirinya mengundurkan diri dari posisi Ketua Satgas Bencana Pidie Jaya, karena dirinya merasa belum mampu mempercepat proses pemulihan pascabanjir.
Ia mengakui masih banyak rumah warga yang belum dibersihkan dari lumpur sisa banjir.
Baca juga: Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Wakil Bupati Pidie Jaya Naik ke Tahap Penyidikan
Baca juga: Wagub Aceh Minta Kebijakan Barcode BBM Dihapus Demi Percepatan Pemulihan Bencana
Selain itu, adanya aksi demonstrasi masyarakat yang menilai penanganan banjir oleh Pemkab Pidie Jaya berjalan lambat turut menjadi alasan pengunduran dirinya.
"Jadi inisiatif saya mengundurkan diri karena tidak mampu menangani pascabanjir.
Jadi nantinya, bupati akan menunjuk orang lain sebagai Ketua Satgas Bencana, yang mampu menangani pascabanjir di Pidie Jaya," kata Hasan yang dihungungi Serambinews.com, Rabu (11/2/2026).
Menurut Hasan, langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab agar posisi Ketua Satgas dapat diisi oleh sosok lain yang lebih mampu mempercepat penanganan pascabanjir.
Ia berharap dengan adanya pergantian Ketua Satgas, proses pemulihan dapat berjalan lebih efektif, terutama dalam pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
Hasan menekankan bahwa masyarakat sangat menunggu hunian tersebut agar bisa segera ditempati sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Pengunduran diri Hasan Basri menunjukkan betapa beratnya tantangan penanganan bencana di Pidie Jaya.
Keputusan ini sekaligus membuka ruang bagi evaluasi menyeluruh terhadap strategi penanganan bencana, agar kebutuhan mendesak masyarakat dapat segera terpenuhi.
(Serambinews.com/Muhammad Nazar)
Baca juga: Wabup Pidie Jaya Diduga Pukul Kepala SPPG-MBG Gegara Temukan Nasi Dingin
Baca juga: 1.275 KK Masih Mengungsi, Lokasi Huntara di Pidie Jaya Dinyatakan Final
Baca juga: Pidie Jaya Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir Bandang