Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemkot Yogyakarta Jajaki Kerja Sama dengan Kulon Progo
Muhammad Fatoni February 11, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menjajaki kerja sama dengan Kabupaten Kulon Progo dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan.

Pada Selasa (10/2/2026) kemarin, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Yogyakarta meninjau langsung Kelompok Tani Sido Dadi di pesisir Pantai Trisik, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngesti Raharjo di Kapanewon Wates.

Kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat potensi produksi pangan yang dapat mendukung ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di Kota Yogyakarta. 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, mengungkapkan pihaknya berupaya menjajaki kerja sama lebih konkret dengan Kulon Progo sebagai daerah penghasil pangan strategis di sekitar Kota Yogyakarta.

"Kota Yogyakarta bukan daerah penghasil, sehingga sangat membutuhkan dukungan dari daerah sekitar. Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya dalam pengendalian inflasi," ujarnya.

Menurutnya, kedekatan wilayah antara Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo menjadi keunggulan tersendiri dalam membangun kolaborasi yang efektif dan efisien. 

Sehingga, hasil kunjungan ini harapannya dapat segera ditindaklanjuti melalui kesepakatan antar daerah dan kerja sama operasional yang berkelanjutan.

"Kami berharap ke depan ada tindak lanjut yang konkret, sehingga kolaborasi ini benar-benar berdampak pada stabilitas harga dan pasokan pangan di Kota Yogyakarta," terangnya.

Baca juga: Pemkot Yogya Maksimalkan Layanan MPP, JSS untuk Reaktivasi Kepesertaan BPJS Kesehatan

Fokus Komoditas Beras

Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Sri Riswanti, menambahkan, kerja sama dengan Kulon Progo difokuskan pada komoditas beras.

Sinergitas tersebut dinilai penting untuk menjamin ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga di empat pasar rakyat di wilayahnya.

"Mekanisme teknis kerja sama, termasuk skema business to business, nantinya akan diatur lebih lanjut dalam perjanjian kerja sama, sebagaimana yang telah berjalan dengan Kabupaten Bantul," katanya.

Siap Tindak Lanjut

Sementara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kulon Progo, Sri Budi Utami, menegaskan kesiapannya untuk menindaklanjuti kerja sama pengendalian inflasi dengan Kota Yogyakarta.

Terlebih, Kulon Progo memiliki posisi strategis sebagai daerah penghasil, terutama untuk komoditas cabai yang menjadi salah satu penyangga nasional, serta produksi beras yang relatif aman dan surplus.

"Kondisi ini sangat cocok untuk dikembangkan sebagai kerja sama pengendalian inflasi antara daerah penghasil dan daerah konsumen," ungkapnya.

"Pada prinsipnya kami siap menindaklanjuti. Pemerintah perlu menyamakan pemahaman terlebih dahulu, setelah itu baru dilanjutkan ke business to business agar implementasinya berjalan efektif," pungkas Sri Budi Utami. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.