TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI – Seorang pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Irfan (40) masih tertahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai.
Gedung RSUD Sinjai terletak di Jl. Persatuan Raya, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesib Selatan,
Irfan, warga Sinjai Utara, tertahan di RSUD Sinjai karena belum mampu melunasi biaya perawatan pasca operasi yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.
Kasus ini bermula pada Sabtu (7/2/2026), ketika Irfan dilarikan ke UGD RSUD Sinjai dalam kondisi darurat.
Pihak keluarga kemudian menghubungi sejumlah pihak untuk meminta pendampingan, termasuk Abu Darda Cabang Sinjai.
Ia harus segera menjalani operasi akibat adanya benda besi berbentuk ring yang melilit alat kelaminnya hingga menyebabkan luka cukup dalam.
Berdasarkan penanganan medis, operasi harus dilakukan untuk mencegah risiko komplikasi lebih serius.
Namun, biaya operasi dan perawatan Irfan tidak ditanggung BPJS Kesehatan karena dikategorikan sebagai kasus kelalaian yang menyebabkan cedera pada diri sendiri.
Abu Darda Sinjai kemudian melakukan advokasi dan penggalangan dana untuk membantu biaya medis Irfan.
Selain itu, Abu Darda Sinjai menemui Direktur RSUD Sinjai, dr. Kahar Anies, untuk mencarikan solusi.
“Saya sudah ketemu sama dr. Kahar dan alhamdulillah diberikan keringanan biaya dari sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta turun jadi Rp6 juta,” kata Pimpinan Abu Darda Sinjai, Mirfayani, kepada Tribun-Timur, Rabu (11/2/2026).
Saat ini, kondisi Irfan telah membaik dan diperbolehkan menjalani rawat jalan.
Meski demikian, ia belum dapat meninggalkan rumah sakit karena masih memiliki tunggakan biaya sebesar Rp6,6 juta.
Hingga hari ini, dana yang berhasil dihimpun Abu Darda Sinjai baru mencapai Rp3,1 juta.
Artinya, masih terdapat kekurangan Rp3,5 juta yang harus segera dipenuhi agar pasien dapat menyelesaikan administrasi rumah sakit.
Mirfayani mengungkap BAZNAS Sinjai sudah mengunjungi Irfan di RSUD Sinjai.
Ia berharap adanya dukungan dan kepedulian masyarakat luas untuk membantu meringankan beban keluarga pasien.
Pasalnya, keluarga Irfan merupakan keluarga kurang mampu.
“Bapaknya pemulung yang tidak bisa bekerja karena kalau jalan kayak ngesot,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Unit Pelayanan RSUD Sinjai, dr. Fatma, membenarkan adanya tunggakan biaya medis yang tidak ditanggung BPJS.
“Masih ada sekitar Rp3,5 juta belum dilunasi setelah pengurangan biaya,” katanya.
dr. Fatma menyebut pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan BAZNAS Sinjai.
“Sudah saya telepon BAZNAS, katanya juga ingin memberikan donasi Rp1 juta,” ujarnya.
Bagi dermawan yang ingin memberikan donasi bisa menghubungi kontak Mirfayani di nomor 082193747044. (*)