Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Seorang peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Rona (25), membagikan pengalamannya menjalani persalinan operasi sesar (SC) di Rumah Sakit Tiara Sella, Bengkulu dengan pelayanan yang dinilainya memuaskan dan tanpa perbedaan perlakuan dibandingkan pasien lainnya.
Rona mengatakan operasi sesar yang dijalaninya kali ini merupakan pengalaman kedua menggunakan fasilitas yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Ia mengaku sejak awal masuk rumah sakit hingga proses persalinan berlangsung, pelayanan yang diberikan tenaga medis berjalan lancar dan profesional.
“Pelayanannya sama saja, tidak ada perbedaan. Semua dilayani dengan baik,” ujar Rona, saat diwawancarai wartawan TribunBengkulu.com, Rabu (11/2/2026).
Pengalaman Masuk IGD pada Persalinan Pertama
Ia menceritakan, pada pengalaman persalinan pertama, dirinya sempat masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) setelah mengalami ketuban pecah.
Saat itu, pihak rumah sakit langsung memberikan penanganan medis terlebih dahulu sebelum melengkapi administrasi kepesertaan BPJS pada hari berikutnya.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa keselamatan pasien menjadi prioritas utama.
Proses administrasi dapat diselesaikan setelah kondisi pasien stabil dan mendapatkan penanganan yang diperlukan.
Rekomendasi Dokter dan Alasan Tetap Gunakan JKN
Pada persalinan kedua, operasi sesar dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter, mengingat riwayat persalinan sebelumnya serta jarak kehamilan yang masih relatif dekat.
Ia pun memilih tetap menggunakan layanan program yang dikelola BPJS Kesehatan karena merasa terbantu dengan program tersebut.
Selama menjalani perawatan, Rona mengaku tidak mengalami kendala, baik terkait tindakan medis, ketersediaan obat, maupun pelayanan dari tenaga kesehatan.
Ia menilai pelayanan yang diterimanya sama dengan pasien lainnya, meskipun dirinya terdaftar sebagai peserta PBI.
“Saya tidak merasakan perbedaan pelayanan. Semua berjalan baik dan lancar,” katanya.
Tanggapan atas Stigma dan Harapan ke Depan
Rona juga menanggapi stigma di masyarakat yang menyebut pelayanan pasien BPJS Kesehatan berbeda dengan pasien umum.
Berdasarkan pengalamannya sendiri, ia menilai pelayanan yang diberikan tetap profesional dan sesuai kebutuhan medis.
Selain itu, ia merasa sangat terbantu secara finansial karena biaya persalinan ditanggung oleh program JKN BPJS Kesehatan.
Hal ini dinilainya sangat meringankan, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan namun memiliki keterbatasan ekonomi.
“Sangat membantu sekali karena semua di-cover BPJS kesehatan, tanpa biaya tambahan yang memberatkan,” tambahnya.
Sebagai peserta JKN segmen PBI, Rona berharap program BPJS Kesehatan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Ia juga berharap kualitas pelayanan kesehatan tetap dipertahankan bahkan ditingkatkan ke depannya.
“Semoga program ini terus ada dan semakin baik lagi,” tutupnya. (Adv)