Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Puluhan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) berjibaku di dalam parit ketika membersihkan lumpur di kawasan permukiman pascabanjir di Aceh Tamiang.
Para praja ini tidak ragu "menenggelamkan" diri ke dalam parit berlumpur dan menyusurinya untuk menormalkan kembali saluran air.
Dampak banjir bandang di Aceh Tamiang menyisakan lumpur tebal yang membuat akses jalan perumahan di Karangbaru, Aceh Tamiang terputus.
Sejumlah alat berat yang sudah dikerahkan belum membuahkan hasil maksimal akibat saluran air yang tidak berfungsi.
"Semua parit tertimbun lumpur, ini yang membuat jalan jalan belum bisa dilewati," kata Zulkifli, warga BTN Satelit Graha, Rabu (11/2/2026).
Persoalan ini perlahan teratasi ketika Pemkab Aceh Tamiang mengerahkan ratusan praja IPDN ke wilayaj ini.
Baca juga: 1.000 Praja IPDN Diterjunkan ke Aceh Tamiang dan Aceh Utara Mulai Januari 2026
Setiap pagi hingga sore, ratusan praja membersihkan lumpur yang menimbun parit.
Pembersihan dilakukan secara manual dan menggunakan alat berat ukuran besar dan kecil. Di beberapa titik pembersihan memaksa praja masuk ke kolong titi.
"Parit sumbat karena di bawah titi banyak lumpur, satu-satunya cara harus masuk ke dalam (parit)," kata praja asal Papua.
Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi menyampaikan pengerahan praja ke BTN Satelit Graha untuk percepatam pemulihan pascabanjir.
Diketahui daerah ini mengalami kerusakan parah, bahkan beberapa tempat usaha mati karena tertimbun lumpur.
"Target kita tidak bergeser, sebelum puasa kondisi harus normal," kata Armia Pahmi.
Ratusan praja IPDN dijadwalkan berada di BTN Satelit Graha hingga 6 Maret 2026.
Armia memastikan pengerahan tim ini tidak hanya di BTN, tapi juga menyasar daerah lain.
"Dan bukan hanya IPDN, kita juga masih dibantu dari rekan-rekan TNI, Polri dan pihak lainnya," ungkap Armia.
Selain menargetkan Aceh Tamiang bersih dari abu dan lumpur, pemerintah juga terus menyediakan kebutuhan air bersih.
Baca juga: Ribuan Warga di Aceh Tamiang Tak Masuk Kriteria Korban Banjir, Bupati Ajukan Penghapusan Status TMK
Kebutuhan air bersih di daerah ini masih sangat tinggi mengingat kualiatas maupun jaringan PDAM Tirta Tamiang belum sepenuhnya pulih.
Distribusi air bersih ini difokusskan ke masjid, hunian sementara dan pemukiman.
Pendistribusian air bersih ini dilakukan setiap hari oleh beberapa instansi, salah satunya Dinas Pemadam Kebarakan dan Penyelamatan.
Setiap harinya mereka mengerahkan enam unit truk air yang disebar ke pelosok desa. (mad)