TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman batal menjalani hukuman empat pertandingan kandang tanpa penonton pada putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026.
Komite Banding (Komding) PSSI merevisi sanksi tersebut menjadi penutupan sebagian tribun Stadion Maguwoharjo.
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, menyambut positif keputusan tersebut. Ia menilai kehadiran suporter menjadi suntikan moral penting bagi tim yang tengah berjuang di kompetisi.
“Ya saya kira kita semua bersyukur ya. Artinya ini jadi modal yang berharga buat seluruh pemain. Kita ditonton langsung oleh suporter kita dan ini menjadi semangat yang luar biasa, semangat tambahan untuk kita bisa survive di pertandingan home nanti,” ujar Ansyari ditemui di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (11/2/2026).
Sebelumnya, PSS dijatuhi sanksi empat laga tanpa penonton buntut pelanggaran disiplin pada pertandingan melawan PS Barito Putera, 31 Januari 2026. Namun setelah mengajukan banding, hukuman tersebut direvisi.
Executive Representative PSS Sleman, Vita Subiyakti, menjelaskan pihaknya telah menerima Putusan Komite Banding PSSI Nomor: 001/KEP/KB/PEGADAIAN-CHAMPIONSHIP/II/2026 tertanggal 9 Februari 2026.
“Putusan itu balasan dari permohonan banding yang diajukan terhadap Keputusan Komite Disiplin PSSI Nomor 153/L2/SK/KD-PSSI/II/2026 terkait pertandingan PSS Sleman vs PS Barito Putera pada 31 Januari 2026 dalam kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026,” ujar Vita, Rabu (11/2/2026).
Dalam amar putusannya, Komite Banding menyatakan menolak permohonan banding PSS Sleman karena klub dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran disiplin berupa penggabungan tingkah laku buruk penonton.
Meski demikian, sanksi diubah menjadi penutupan sebagian stadion, yakni Tribun Utara dan Tribun Selatan selama empat laga kandang.
“Pertandingan tetap dapat dihadiri penonton tanpa memakai dan membawa atribut PSS Sleman, dimulai dari pertandingan terdekat, serta denda sebesar Rp60.000.000,” lanjutnya.
Vita menegaskan PSS Sleman menghormati dan akan melaksanakan seluruh ketentuan dalam putusan banding tersebut sesuai regulasi yang berlaku.
Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen perbaikan, manajemen mengajak seluruh elemen suporter untuk menjaga kondusivitas pertandingan.
“Tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, serta terus menjunjung tinggi sportivitas demi keberlangsungan kompetisi dan nama baik klub yang kita cintai bersama,” pungkasnya.