TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat telah menghanguskan sekitar 11 hektare lahan sepanjang Januari 2026 hingga pertengahan Februari ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti memastikan upaya penanganan terus dilakukan di sejumlah titik terdampak.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kepulauan Meranti melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ardath, menyampaikan bahwa data sementara mencatat total luasan lahan terbakar mencapai kurang lebih 11 hektare sejak awal tahun 2026.
“Terhitung dari Januari hingga saat ini, luas lahan yang terbakar di wilayah Kepulauan Meranti sekitar 11 hektare,” ujar Ardath, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan, pada hari ini kembali terdeteksi titik api baru di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang. Kebakaran tersebut terjadi pada Rabu (11/2/2026) dan saat ini masih dalam proses penanganan oleh tim gabungan di lapangan.
“Untuk titik api di Gemala Sari saat ini masih ditangani oleh tim. Luasan lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan perhitungan,” jelasnya.
Baca juga: Lima Oknum Anggota Polres Meranti Positif Narkoba, Kapolres Aldi: Sudah Dan Akan Disidang
Baca juga: 4 Pelaku Pembakaran Lahan di Kuala Kampar dan Teluk Meranti Ditangkap, Modus Mau Tanam Sawit
Baca juga: Ini Aturan-aturan yang Harus Dipatuhi Saat Festival Perang Air Kepulauan Meranti 2026
BPBD bersama unsur terkait terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan guna mencegah api meluas, terutama mengingat kondisi cuaca yang berpotensi mempercepat penyebaran api di lahan kering dan gambut.
Ardath juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan. Ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan titik api di wilayah masing-masing.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas. Peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran,” tegasnya.
BPBD Kepulauan Meranti memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi lintas instansi guna meminimalisir dampak karhutla serta menjaga keselamatan masyarakat.
( Tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)