Tanya Ustaz: Lupa Jumlah Utang Puasa Ramadhan Tahun Lalu, Bagaimana Cara Menggantinya?
Lailatun Niqmah February 11, 2026 08:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Setiap Muslim yang meninggalkan Puasa Ramadhan karena uzur seperti sakit, safar, haid, atau nifas memiliki kewajiban untuk menggantinya (qadha) di hari lain.

Lantas bagaimana jika seseorang lupa berapa jumlah pasti puasa yang pernah ditinggalkan pada Ramadhan sebelumnya?

Baca juga: Tanya Ustaz: Bagaimana Hukum Puasa Tanpa Sahur, Apakah Tetap Sah Menurut Islam?

Simak penjelasan Ustaz Wahid Ahmadi selaku mantan Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Jawa Tengah, mengenai hukum seseorang yang lupa jumlah utangnya pada puasa Ramadhan tahun lalu, yang diulas dalam kanal YouTube Tribunnews.

Pertanyaan:

Bagaimana hukumnya jika seseorang lupa jumlah utang puasa Ramadhan tahun lalu?

Jawaban:

Lupa terhadap jumlah utang puasa merupakan hal yang bisa terjadi.

Islam sebagai agama yang penuh kemudahan memberikan solusi agar kewajiban tetap dapat ditunaikan tanpa memberatkan.

Langkah pertama yang dianjurkan adalah berusaha mengingat dan memperkirakan jumlah hari puasa yang pernah ditinggalkan semaksimal mungkin.

Jika tidak bisa memastikan secara tepat, maka seseorang dianjurkan mengambil jumlah yang paling diyakini mendekati kebenaran, atau memilih angka yang lebih banyak sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyath).

Baca juga: Tanya Ustaz: Hukum Sikat Gigi di Siang Hari Saat Puasa Ramadan, Apakah Membatalkan Puasa?

Setelah memperkirakan jumlahnya, seseorang wajib segera mengganti puasa tersebut sebelum datang Ramadhan berikutnya, jika memang memiliki kemampuan.

Tidak perlu mengulang puasa secara berlebihan di luar perkiraan, karena Islam tidak memerintahkan sesuatu di luar batas kemampuan hamba-Nya.

Selain qadha puasa, dianjurkan pula untuk memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT atas kelalaian di masa lalu, terutama jika penundaan qadha terjadi tanpa alasan yang jelas.

Taubat yang sungguh-sungguh disertai tekad untuk lebih menjaga kewajiban ibadah ke depannya.

Oleh karena itu, pentingnya kita mencatat utang puasa agar tidak lupa di kemudian hari.

Dengan niat yang tulus dan usaha yang maksimal, Allah Maha Mengetahui kesungguhan hamba-Nya dan akan menerima amal ibadah yang dikerjakan dengan ikhlas.

(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Pradipta Maya Agustania)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.