Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp17,5 triliun pada triwulan pertama 2026.
Program ini ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, dengan menyasar sekitar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Baca juga: Dua Tersangka Kasus Korupsi Bantuan Stimulan Rumah Swadaya di Tual Rp. 2,6 Miliar Masuk Tahap II
Baca juga: Ketua Kwarcab Pramuka SBT Dorong Gerakan Pramuka Lebih Adaptif dan Inovatif Hadapi Tantangan Zaman
Bantuan yang disalurkan terbagi dalam dua skema diantaranya:
Pertama, bansos reguler berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan total anggaran Rp17,5 triliun untuk 18 juta keluarga penerima.
Kedua, bansos adaptif yang mencakup program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) serta bantuan kebencanaan, seperti bantuan isian rumah, pemberdayaan ekonomi, hingga jaminan hidup bagi warga terdampak bencana.
Kucuran dana bansos ini juga dirasakan masyarakat di Kota Ambon. Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Wendy Pelupessy, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan langsung kepada penerima manfaat tanpa perantara.
“Bantuan sosial diberikan langsung kepada penerima manfaat melalui bank penyalur atau kantor pos,” ujar Wendy Pelupessy dalam pesan WhatsApp kepada TribunAmbon.com, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, bansos ini menyasar keluarga miskin dan rentan miskin, lanjut usia (lansia), serta penyandang disabilitas.
Program tersebut berlaku di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Maluku dan Kota Ambon.
Skema penyaluran langsung diterapkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh warga yang berhak.
Pemerintah berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama kelompok prasejahtera dan rentan.
“Masyarakat diharapkan memanfaatkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan pangan, kesehatan, dan keperluan dasar lainnya,” tutup Wendy.