TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Inilah bacaan doa menyambut bulan suci Ramadhan 2026 yang sebentar lagi akan tiba.
Jelang bulan Ramadhan 1447 H/2026, umat Islam mulai mempersiapkan diri secara spiritual.
Pembacaan doa menyambut Ramadhan dan pemahaman soal niat puasa menjadi bagian penting dari kesiapan ibadah selama satu bulan penuh yang penuh berkah ini.
Doa menyambut Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi ungkapan rasa syukur dan harapan agar Allah SWT memberikan kekuatan serta kesehatan untuk menunaikan ibadah puasa dengan khusyuk.
Salah satu doa yang dianjurkan oleh para ulama adalah bacaan yang diriwayatkan oleh Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani. Doa ini dipanjatkan ketika memasuki bulan Ramadhan agar diberi keselamatan dan diterimanya ibadah di bulan suci.
Berikut doa menyambut bulan Ramadan yang dikumpulkan oleh Imam ath-Thabrani:
عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه, قال: كان رسول الله صلي الله عليه وسلم يعلمنا هؤلاء الكلمات إذا جاء رمضان أن يقول أحدنا: أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا
Allahumma salimnî min ramadlâna wa sallim ramadlâna lî wa tasallamhu minnî mutaqabbalan
“Dari ‘Ubadah bin al-Shamith radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami bacaan berikut ini untuk dibaca oleh salah satu dari kami saat Ramadhan datang:
(Ya Allah, sampaikan aku [dengan selamat menuju bulan] Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah [amal-amal]ku [di bulan] Ramadhan.” (Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani, Kitâb al-Du’â’, Kairo: Dar al-Hadits, 2007, hlm. 311)
Bacaan doa itu mencerminkan harapan umat Muslim supaya dipertemukan dengan bulan penuh ampunan, rahmat, dan keberkahan.
Baca juga: Jelang Ramadhan 2026, Ini Batas Waktu Qadha Puasa dan Niat yang Wajib Diketahui
Banyak ulama juga menekankan pentingnya memperbanyak zikir dan doa pada bulan Rajab serta Sya’ban agar siap secara mental dan rohani.
Selain doa menyambut Ramadhan, niat puasa menjadi bagian krusial yang harus dipenuhi agar ibadah puasa sah menurut syariat Islam.
Dalam ajaran Islam, niat bukan sekadar formalitas semata, tetapi bagian dari rukun puasa itu sendiri.
Para ulama sepakat bahwa niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari, yakni sejak setelah Maghrib hingga waktu Subuh sebelum terbit fajar.
Bacaan niat puasa yang lazim digunakan umat Muslim adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā
Artinya, “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”
Kata “Ramadhana” dianggap sebagai mudhaf ilaihi sehingga diakhiri dengan fathah yang menjadi tanda khafadh atau tanda jarr-nya. Sedangkan kata “sanati” diakhiri dengan kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr dengan alasan lil mujawarah.
Niat ini bisa dilafalkan, namun niat yang hanya terbenak di hati pun sah menurut banyak ulama, selama disertai kesadaran dan keyakinan untuk berpuasa.
Doa menyambut Ramadhan dan niat puasa merupakan dua elemen penting persiapan spiritual yang membantu umat Islam memasuki bulan puasa dengan penuh kesungguhan dan harapan agar segala ibadah diterima oleh Allah SWT.
Dengan memahami makna dan tata cara doa serta niat puasa, umat Muslim diharapkan bisa menjalankan Ramadhan 1447 H/2026 dengan lebih khusyuk, tertib, dan penuh keikhlasan.