Asesor BAN-PT Visitasi Prodi S3 Ilmu Peternakan Undana
Alfons Nedabang February 12, 2026 12:19 AM

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melaksanakan visitasi lapangan di Program Studi Doktor (S3) Ilmu Peternakan Universitas Nusa Cendana (Undana), Senin (2/2/2026).

Visitasi ini menjadi momentum bersejarah karena merupakan pengajuan akreditasi terakhir melalui BAN-PT sebelum beralih ke Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).

Kegiatan yang berpusat di Aula FPKP Undana ini bertujuan untuk memverifikasi kesesuaian dokumen evaluasi diri dengan fakta objektif di lapangan, mulai dari tata kelola akademik hingga implementasi penjaminan mutu.

Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menjelaskan bahwa proses akreditasi ini bertepatan dengan masa transisi regulasi nasional.

Sesuai ketentuan, mulai 7 Februari 2026, rumpun ilmu pertanian, perikanan, dan peternakan akan sepenuhnya berada di bawah naungan LAM.

“Ini adalah tahun terakhir prodi peternakan diakreditasi oleh BAN-PT. Akreditasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan mutu penyelenggaraan pendidikan dan relevansi program terhadap kebutuhan pasar kerja,” jelas Prof. Annytha.

Salah satu poin krusial yang menonjol dalam visitasi kali ini adalah posisi strategis Prodi S3 Ilmu Peternakan Undana sebagai pusat riset peternakan lahan kering.

Karakteristik ini dinilai sebagai keunggulan kompetitif yang membedakan Undana dengan institusi lain di wilayah basah yang cenderung menggunakan sistem intensif.

Baca juga: Rektor Undana Dorong Transparansi Anggaran dan Layanan Terpadu

Para asesor menitikberatkan penilaian pada siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).

Fokus pengkajian meliputi kualitas riset doktor, performa lulusan, serta efektivitas sistem penjaminan mutu internal yang menjamin luaran pendidikan berkualitas tinggi.

Selain sebagai penanda kualitas, status akreditasi yang optimal menjadi syarat mutlak bagi keberlanjutan akses pendanaan bagi mahasiswa.

Prof. Annytha menegaskan bahwa hasil akreditasi yang baik sangat berkorelasi dengan peluang mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa bergengsi, seperti dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Akreditasi ibarat sertifikat identitas. Jika statusnya baik, maka fungsinya berjalan dan dipercaya publik. Hal ini sangat penting bagi mahasiswa untuk mengakses pendanaan riset maupun beasiswa pascasarjana,” tambahnya.

Undana optimis hasil visitasi ini akan memperkuat posisi Prodi S3 Ilmu Peternakan sebagai pionir inovasi di wilayah lahan kering sekaligus meningkatkan daya saing lulusan doktor Undana di tingkat global. (*)

Sumber: undana.ac.id

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.