Diduga Tak Terima Diselingkuhi padahal Sudah Beri Uang dan HP, Pria di Jakpus Nekat Aniaya Pacar
Febri Prasetyo February 12, 2026 01:38 AM

Sebuah video pendek yang memperlihatkan aksi dugaan penganiayaan di sebuah kamar kos di kawasan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, mendadak viral di media sosial, Minggu (8/2/2026).

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung angkat bicara untuk membeberkan kronologi dan motif di balik aksi kekerasan tersebut.

Peristiwa yang menimpa seorang mahasiswi berinisial NM (24) ini dipicu oleh api cemburu sang kekasih, pria berinisial D (43).

Pelaku tak hanya melakukan kekerasan fisik, tetapi juga merampas barang-barang milik korban.

Reynold menjelaskan aksi nekat pelaku didasari rasa sakit hatinya. Pelaku merasa dikhianati oleh korban setelah memberikan banyak dukungan finansial selama berhubungan.

"Motifnya adalah cemburu. Pelaku mengklaim selama berpacaran sering memberikan uang dan membelikan handphone untuk korban. Namun, pelaku menuduh korban memiliki laki-laki lain sehingga ia emosi," ungkap Reynold, dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

Cekcok mulut yang terjadi sejak pukul 20.30 WIB itu memuncak pada dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Saat pelaku hendak memeriksa ponsel korban secara paksa, keributan fisik pecah.

"Terjadi keributan hingga pelaku melakukan tindakan mencekik leher korban. Setelah itu, pelaku pergi membawa kabur handphone dan kartu ATM milik korban," tambah Kapolres.

Setelah kejadian, pihak Polsek Sawah Besar langsung merespons dengan mengantar korban NM untuk melakukan Visum Et Repertum (VER) guna melengkapi bukti-bukti kekerasan fisik.

Namun, Reynold menyebutkan laporan polisi secara resmi belum terbit sepenuhnya karena korban masih mengupayakan jalur kekeluargaan.

"Korban sudah membuat pengaduan, namun setelah visum dilakukan, korban menyatakan ingin melakukan mediasi terlebih dahulu dengan pelaku. Hingga saat ini, surat kesepakatan damai belum ada, namun kami tetap pantau," katanya.

Selain penanganan di Polsek Sawah Besar, kedua belah pihak juga telah dipanggil oleh Ditsiber Polda Metro Jaya untuk memberikan klarifikasi terkait video yang telanjur viral tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.