Cerita Haedar Nashir yang Sempat Kehilangan Gawai di Kereta, Akhirnya Berhasil Ditemukan
Yoseph Hary W February 11, 2026 11:00 PM

 

Laporan Reporter Tribun Jogja  Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tablet milik Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir tertinggal di KA Gajayana, Selasa (10/2/2026).

Melalui akun Instagram pribadinya, Haedar menceritakan sekitar pukul 01.24 tiba di Stasiun Yogyakarta dari Stasiun Gambir. Merasa tidak ada yang aneh, ia pun menuju parkiran mobil menuju rumah. 

Sepertiga perjalanan, ia baru menyadari bahwa tablet miliknya tertinggal di kereta. Tentu sangat tidak memungkinkan untuk kembali ke stasiun. Ia pun membuat laporan dengan bantuan tim media komunikasi kantor PP Muhammadiyah. 

"Petugas yang menerima laporan sigap sekali dan detail merespons aduan. Menanyakan jenis, warna, dan casing Ipad. Diminta pula nomor seat," katanya. 

Mengetik di kereta

Ia memang mengeluarkan gawai untuk menulis bahan kuliah bagi mahasiswa S3 Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) prodi Politik Islam.

Selesai mengetik, ia merasakan kantuk dan tertidur. Ia tidak menyadari kalau tabletnya jatuh di pinggir tempat duduk. 

"Kehilangan Ipad tentu sangat merisaukan. Bukan bendanya, tapi isinya. Di dalamnya banyak data dan dokumen penting, lebih-lebih tulisan," ujarnya. 

Beruntung, tablet milik Haedar Nashir ditemukan dan berhasil dikembalikan. 

Layanan Lost and Found 

Terpisah, Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menyebut Haedar Nashir menghubungi Kepala Stasiun Yogyakarta, Raja Husein Pandapotan Harahap. Setelah itu berkoordinasi dengan layanan Lost and Found serta melakukan penelusuran. 

Menurut dia, hal ini berkat kinerja terbaik dan pelayanan excellent oleh para petugas kepada pelanggan.

"Pelayanan para petugas tersebut merupakan cerminan nilai-nilai budaya perusahaan yang menjadi landasan etika kerja seluruh insan KAI. Ini bukan hanya tentang mengembalikan barang, tapi tentang menjaga kepercayaan masyarakat terhadap KAI sebagai penyedia transportasi publik yang dapat diandalkan,” terangnya. 
 
Feni menambahkan KAI terus berkomitmen untuk menjadi perusahaan transportasi yang tidak hanya mengutamakan keselamatan dan kenyamanan, tetapi juga mengedepankan integritas dan kesigapan dalam setiap lini layanan. 

"Tindakan para petugas ini adalah bukti bahwa KAI bukan hanya mengantarkan penumpang ke tujuan, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan yang menjaga dan memperkuat kepercayaan publik," pungkasnya. (maw) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.