Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Misbahul Munir
TRIBUNMADURA.COM, BOJONEGORO - Enam desa di Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terendam banjir usai diguyur hujan deras.
Permukiman warga, jalan hingga puluhan hektare lahan pertanian warga terendam banjir yang disebabkan luapan Sungai Pacal.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Prioritas kami memastikan keselamatan warga dan memantau perkembangan debit air,” ujar Heru, Rabu (11/2/2026).
Berdasarkan data Pusdalops TRC BPBD Bojonegoro, ada 6 desa yang terdampak banjir, meliputi Desa Kapas, Plesungan, Mojodeso, Tanjungharjo, Bakalan, dan Tikusan.
Di Desa Kapas, sebanyak 28 rumah warga yang tersebar di RT 02, RT 03, RT 04, RT 09, dan RT 11 dilaporkan tergenang air.
Sementara itu, di Desa Mojodeso, banjir merendam 40 rumah yang berada di delapan RT berbeda.
Di Desa Tanjungharjo, sedikitnya 16 rumah terdampak dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 40 centimeter.
Tak hanya permukiman, genangan juga terjadi di Jalan PUK Kedaton–Tanjungharjo.
Baca juga: Sekolah Kembali Terendam Banjir, SMP di Jember Liburkan Siswa, Kepsek: Langganan
Banjir juga menggenangi jalan lingkungan di Desa Plesungan, tepatnya di RT 3 dan RT 12, dengan ketinggian air antara 5 hingga 10 centimeter.
Sementara itu, Desa Bakalan menjadi salah satu wilayah dengan jumlah rumah terdampak cukup banyak.
Sebanyak 112 rumah warga dari sembilan RT dilaporkan tergenang.
Hingga laporan terakhir, masih terdapat 15 rumah yang belum sepenuhnya surut, meski kondisi air mulai berangsur turun.
Sedangkan, di Desa Tikusan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak.
Sebanyak 142 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 10 RT terdampak banjir. Total 508 KK terdampak banjir.
Sementara itu, pantauan langsung Tribun Jatim Network di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, terlihat banjir mengepung dan menggenangi sebagian rumah warga di kawasan perumahan.
Selain itu, puluhan hektare sawah yang ditanami padi juga terendam banjir.
Baca juga: Banjir Kepung Situbondo, Jalur Pantura Surabaya-Banyuwangi Sempat Macet Total
Menurut Heru, secara umum kondisi banjir di sebagian besar wilayah terdampak sudah berangsur-angsur surut.
Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan, terutama di Desa Bakalan yang masih terdapat sejumlah rumah tergenang.
“Hingga banjir berangsur surut, warga masih menempati rumah masing-masing. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan, mengingat cuaca masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas tinggi,” kata dia.
BPBD Bojonegoro memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, warga diminta tetap siaga dan segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air mengingat hujan lebat masih berpotensi terjadi kembali.