TRIBUNNEWS.COM - Momen dejavu yang bernilai sejarah positif berpotensi diciptakan Timnas U17 Indonesia yang dilatih Nova Arianto di ajang Piala Asia U17 2026 pada Mei mendatang.
Tepat pada ajang yang akan berlangsung di Arab Saudi nanti, Nova Arianto bisa saja mengulang kisah indah pada edisi sebelumnya, saat membawa Garuda Muda lolos ke babak perempat final, hingga bisa menggaransi satu tempat di Piala Dunia U17 2025 lalu.
Lewat skenario yang sama.
Dongeng indah yang pernah diciptakan Nova Arianto saat meloloskan skuad Garuda Muda untuk pertama kalinya ke Piala Dunia U17 lewat jalur kualifikasi, bisa diulangi pada edisi kali ini di turnamen yang sama.
Kebetulan, agenda Piala Asia U17 2026 memiliki jalur tembus langsung ke Piala Dunia pada tahun yang sama.
Dan syarat utama yang harus dipenuhi para peserta yang ingin lolos ke babak utama Piala Dunia lewat jalur Piala Asia U17 hanyalah lolos sampai tahap perempat final alias 8 besar.
Jika menilik peluangnya, Timnas U17 Indonesia punya kesempatan untuk mewujudkan hal tersebut lagi.
Terkait calon-calon lawan yang bakal dihadapi Timnas Indonesia di babak penyisihan Piala Asia U17 edisi kali ini.
Lawan pasti yang bakal ditemui Garuda Muda baru akan terjawab setelah agenda drawing Piala Asia U17 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (12/2/2026) besok siang WIB.
Timnas Indonesia yang berada di pot kedua, dipastikan tidak akan bertemu tiga negara yang menempati pot yang sama.
Mulai dari Tajikistan, Australia dan Yaman.
Baca juga: Pot Drawing Piala Asia U17 2026: Indonesia Bisa Langsung Ketemu Raja Terakhir, Malaysia Tragis
Meskipun tidak menghadapi salah satu dari tiga negara tersebut, hadangan negara elit sudah pasti menanti Garuda.
Dari pot unggulan utama alias pertama, skuad Garuda Muda bakal menghadapi salah satu negara elit yang menempati pot tersebut.
Yakni Arab Saudi (tuan rumah/2x juara), Jepang (raja turnamen/5x juara), Korea Selatan (2x juara) hingga Uzbekistan (1x juara).
Sementara dari pot ketiga, calon lawan yang dihadapi Garuda Muda ialah Thailand, Vietnam dan India.
Lalu di pot keempat, Myanmar, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Korea Utara, salah satu dari negara tersebut otomatis bakal menjadi calon lawan Garuda juga di fase grup.
Pada edisi sebelumnya, Nova Arianto memecahkan sejarah dengan cara luar biasa, saat membawa Garuda Muda lolos ke perempat final sekaligus mengunci satu tiket tampil di Piala Dunia U17 2025.
Bersaing di babak penyisihan Grup C, menghadapi Korea Selatan, Yaman hingga Afghanistan.
Skuad Garuda Muda yang dikapteni Evandra Florasta menorehkan penampilan gemilang, dengan membawa timnya lolos ke perempat final dengan status juara grup.
Catatan tersebut kian mentereng, karena Timnas U17 Indonesia menyapu bersih semua laga fase grup dengan kemenangan.
Pada laga pertamanya, Garuda Muda langsung mengalahkan Korea Selatan lewat gol penalti telat yang dicetak sang kapten di akhir laga.
Kemenangan atas Korea Selatan pun membuka jalan Garuda Muda ke babak selanjutnya.
Benar saja, Timnas U17 Indonesia tampil ganas dengan mengalahkan Yaman (4-1) dan Afghanistan (0-2) di dua laga terakhirnya.
Catatan tiga kemenangan, mencetak 7 gol dan hanya kebobolan 1 gol, membuat Garuda Muda lolos mulus ke fase gugur dengan koleksi poin sempurna yakni 9 angka dari tiga laga.
Melihat sejarah manis tersebut, tentu Nova Arianto ingin kembali menciptakan momen dejavu yang bersejarah, dengan membawa Garuda Muda tembus ke Piala Dunia lagi, lewat jalur yang sama di Piala Asia U17.
Jika bisa lolos ke Piala Dunia U17 2026, Indonesia bakal mencatatkan sejarah hattrick tampil di babak utama ajang tersebut.
Dengan rincian satu kali lolos dengan status tuan rumah, serta dua kali tembus berkat perjuangan lewat jalur kualifikasi.
Sekali lagi, agenda Piala Asia U17 tahun ini dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 5-22 Mei 2026.
8 tim yang lolos ke perempat final Piala Asia U17 2026, otomatis berhak tampil di Piala Dunia U17 pada tahun yang sama.
Pot Drawing Piala Asia U17 2026:
Pot 1: Arab Saudi (Host), Korea Selatan, Jepang, Uzbekistan
Pot 2: Tajikistan, Australia, Yaman, Indonesia
Pot 3: Thailand, China, Vietnam, India
Pot 4: Korea Utara, Uni Emirat Arab, Qatar, Myanmar
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)