Tak Lagi Sekadar Instan, Ini Tren Perawatan Kecantikan Ramadan–Lebaran 2026
Poetri Hanzani February 11, 2026 09:34 PM

Nakita.id- Memasuki bulan Ramadan, banyak orang mulai mempersiapkan diri untuk tampil maksimal saat Hari Raya nanti. Selain memilih outfit terbaik, menjaga kondisi kulit juga jadi bagian penting dari persiapan tersebut.

Pasalnya, perubahan pola makan, jam tidur, dan asupan cairan selama puasa bisa memengaruhi kesehatan kulit. Jika tidak dirawat dengan tepat, kulit bisa terlihat lebih kering, sensitif, bahkan kusam.

Karena itu, penting untuk merawat kulit secara konsisten sejak awal agar hasilnya tetap alami dan segar saat Lebaran tiba.

Menyambut Ramadan hingga Lebaran 2026, perawatan kini tidak hanya dilihat dari hasil yang terlihat cepat, tetapi juga dari bagaimana kulit dirawat selama prosesnya, ketika puasa membawa perubahan signifikan pada metabolisme tubuh, pola makan, hidrasi, hingga kualitas tidur.

Dampaknya, kulit sering kali menjadi lebih kering, sensitif, dan tampak kusam. Situasi ini mendorong pergeseran tren kecantikan Ramadan–Lebaran 2026 ke arah pendekatan yang lebih berkesadaran dan berkelanjutan.

Agar kondisi kulit tetap optimal selama puasa dan hasilnya terlihat natural saat Lebaran, ada beberapa tips yang bisa diterapkan:

- Pertama, pastikan kebutuhan cairan tercukupi saat sahur dan berbuka. Hidrasi yang cukup membantu menjaga elastisitas dan kelembapan kulit dari dalam.

- Kedua, perhatikan asupan nutrisi dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, serta protein untuk mendukung regenerasi sel kulit.

- Ketiga, gunakan skincare yang fokus pada hidrasi dan penguatan skin barrier agar kulit tidak mudah iritasi.

- Keempat, hindari perawatan yang terlalu agresif mendekati Hari Raya. Pilih treatment dengan downtime minimal agar kulit tetap stabil dan segar saat momen Lebaran tiba.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, berbagai klinik kecantikan menghadirkan rangkaian perawatan yang lebih personal dan berorientasi pada kesehatan kulit jangka panjang.

Mulai dari perawatan regenerasi biologis, collagen stimulator, hingga hidrasi medis dan teknologi berbasis energi dengan downtime minimal menjadi pilihan yang banyak diminati menjelang Ramadan dan Lebaran 2026.

Ramadan Beauty 2026: Fokus pada Kebutuhan Kulit

Dari tren global hingga percakapan di media sosial, semakin banyak orang yang beralih ke perawatan yang menyehatkan kulit dari dalam.

Tiga pendekatan utama mendominasi tren perawatan Ramadan–Lebaran 2026: regenerasi biologis, hidrasi mendalam dan penguatan skin barrier, serta penggunaan teknologi berbasis energi yang aman dan minim downtime.

Pergeseran ini tercermin dalam Euromonitor – Voice of the Consumer: Beauty & Personal Care Survey 2024–2025, yang mencatat bahwa 52% konsumen global kini memilih produk dan perawatan yang mendukung kesehatan kulit jangka panjang dibanding hasil instan.

Regenerasi Biologis: DNA-Based Skin Recovery

Selama puasa, proses regenerasi kulit cenderung melambat. Kondisi ini mendorong meningkatnya minat terhadap perawatan berbasis DNA dan Polynucleotide (PN) yang membantu pemulihan kulit secara alami dari dalam.

Pendekatan DNA-based dinilai memberikan hasil yang lebih stabil karena fokus pada peningkatan kualitas kulit jangka panjang.

Beberapa perawatan yang dikenal dalam kategori ini antara lain Nucleofil dan Revok50, yang berperan sebagai skin booster untuk membantu memperbaiki kondisi kulit yang tampak lelah selama Ramadan.

Collagen Stimulator: Investasi Kulit Jangka Panjang

Tren berikutnya adalah meningkatnya minat terhadap perawatan yang berorientasi pada hasil bertahap dan berkelanjutan. Collagen stimulator menjadi pilihan karena bekerja dengan merangsang produksi kolagen alami kulit secara perlahan.

Pendekatan ini menitikberatkan pada perbaikan tekstur kulit, tampilan pori, serta kualitas kulit secara keseluruhan. Juvelook menjadi salah satu perawatan yang banyak dibicarakan karena dikenal memberikan hasil yang natural dan progresif.

Hidrasi Medis & Teknologi Energi yang Lebih Gentle

Perubahan jam makan dan minum selama Ramadan juga berdampak pada kelembapan kulit.

Karena itu, perawatan hidrasi berbasis medical-grade Hyaluronic Acid seperti Xela Rederm menjadi salah satu tren yang menonjol untuk menjaga kulit tetap kenyal dan segar selama puasa.

Di sisi lain, teknologi energy-based treatment dengan downtime minimal semakin diminati, terutama menjelang Lebaran.

Yellow Laser dikenal membantu mencerahkan dan menenangkan kulit, sementara Ultraformer, teknologi non-bedah berbasis focused ultrasound, memberikan efek lifting yang halus dan natural tanpa waktu pemulihan panjang.

Secara keseluruhan, tren perawatan kecantikan Ramadan–Lebaran 2026 menunjukkan pergeseran menuju pendekatan yang lebih personal dan berkesadaran.

Fokus utama kini adalah perawatan kulit yang lebih dalam dan berkelanjutan, yang disesuaikan dengan kondisi kulit selama puasa dan memastikan hasil yang tetap terlihat alami dan segar saat Lebaran.

Sebagai gambaran, perawatan kecantikan medis yang banyak diminati selama Ramadan–Lebaran 2026 berkisar antara Rp3 juta hingga Rp8 juta per sesi, tergantung jenis teknologi dan kebutuhan kulit masing-masing.

Menjelang Ramadan dan Lebaran, banyak perawatan ini ditawarkan dalam bentuk paket atau bundling, memberikan nilai lebih dengan hemat hingga 60%.

Di ZAP Clinic, program Cantik Saat Lebaran (CSL) 2026 memberikan rangkaian perawatan terkurasi sesuai kondisi kulit.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.