6 Nama yang Disensor Dalam Epstein Files Dibocorkan Anggota Kongres AS, Ada Bos Victoria's Secret
Sarah Elnyora Rumaropen February 11, 2026 10:45 PM

SURYAMALANG.COM, - Anggota Kongres AS, Ro Khanna, secara mengejutkan membongkar identitas enam pria yang sebelumnya disensor dalam berkas penyelidikan Jeffrey Epstein atau Epstein Files. 

Dalam pidatonya di sidang parlemen, Selasa (10/2/2026), Khanna mengungkap nama-nama besar termasuk miliarder ritel Leslie Wexner yang disebut-sebut telah dilabeli FBI sebagai kaki tangan Epstein.

Pengungkapan ini memicu kritik tajam terhadap Departemen Kehakiman (DOJ) yang dinilai sengaja menutupi keterlibatan tokoh-tokoh kuat dalam skandal perdagangan seksual anak di bawah umur tersebut.

Jeffrey Epstein adalah mantan pemodal (financier) asal Amerika Serikat yang dikenal karena kekayaan, jaringan pergaulan dengan tokoh-tokoh elite dunia, serta skandal kejahatan seksual yang mengguncang publik global.

Baca juga: Hubungan Epstein dan Elite Global: Raymond Chin Sebut Gunakan Sains dan Filantropi Sebagai Topeng

Pada Jumat, (30/1/2026) lalu, DOJ merilis lebih dari tiga juta dokumen terkait investigasi kriminal kasus Jeffrey Epstein, sehingga kasusnya kembali menjadi sorotan tajam. 

Dokumen yang kini viral sebagai Epstein Files tersebut berisi ribuan halaman catatan yang berkaitan dengan dua investigasi kriminal perdagangan seks oleh Jeffrey Epstein, bersama wanita yang disinyalir sebagai kekasihnya, Ghislaine Maxwell.

Saat ini, Maxwell tengah menjalani hukuman 20 tahun penjara. Sementara Jeffrey Epstein telah tewas usai mengakhiri hidup di penjara Manhattan, New York, pada Agustus 2019 lalu.

Dokumen-dokumen di dalam Epstein Files, mencakup catatan perjalanan, rekaman, email, menjadi topik pembicaraan hangat sejak kematian Epstein.

Baca juga: Sosok KY Orang Indonesia dalam Epstein Files: Profesional Perhotelan Lamar Kerja ke Sang Predator

Namun, dari tiga juta lebih dokumen yang dirilis DOJ, tidak semuanya dibuka secara transparan karena masih ada sejumlah nama yang disensor.

Itu sebabnya, Ro Khanna, anggota Kongres AS, secara terbuka mengungkapkan nama enam pria yang identitasnya disensor dalam berkas Jeffrey Epstein tersebut.

6 Nama Besar yang Disembunyikan DOJ

Dilansir The Guardian, Ro Khanna mengungkapkan nama-nama tersebut dalam pidatonya di sidang parlemen pada Selasa (10/2/2026), setelah melakukan kunjungan ke Departemen Kehakiman.

Ro Khanna dan Thomas Massie, anggota Kongres dari Partai Republik asal Kentucky, menghabiskan dua jam untuk meninjau dokumen yang tidak disensor.

Enam pria yang disebutkan Khanna adalah sebagai berikut:

1. Leslie Wexner, pendiri Victoria’s Secret;

2. Sultan Ahmed bin Sulayem, CEO DP World sekaligus pengusaha miliarder asal Uni Emirat Arab;

3. Empat orang lainnya yang diidentifikasi sebagai Nicola Caputo, Salvatore Nuara, Zurab Mikeladze, dan Leonic Leonov.

Baca juga: Tudingan Epstein Jadi Agen Badan Intelijen Israel Mossad Mencuat Dalam Dokumen FBI

Khanna tidak memberikan bukti adanya kesalahan apa pun terhadap keenam nama tersebut, dan mereka juga belum didakwa atas kejahatan yang berkaitan dengan Epstein.

“Jika kita menemukan enam orang yang mereka sembunyikan hanya dalam dua jam, bayangkan berapa banyak orang yang mereka tutupi dalam berkas senilai 3 juta dolar itu,” kata Khanna dalam pidatonya di parlemen.

Khanna mengatakan, ketika ia dan Massie mengidentifikasi bagian yang disensor kepada para pejabat Kementerian Kehakiman, para pejabat tersebut mengakui kesalahan mereka dan mengungkapkan identitas yang disembunyikan.

Khanna menambahkan, sebagian besar berkas masih tetap disensor.

Profil 6 Tokoh yang Terungkap

Membedah lebih dalam hasil temuan tersebut, berikut adalah rincian profil enam sosok yang identitasnya sempat disembunyikan dalam dokumen Epstein:

1. Leslie ‘Les’ Wexner Bos Victoria's Secret

Leslie Wexner (88) merupakan pengusaha besar di balik pembangunan kerajaan ritel dunia yang mencakup merek ternama seperti Victoria’s Secret, Abercrombie & Fitch, serta Bath & Body Works.

Di balik kesuksesan bisnisnya, Wexner memiliki hubungan keuangan yang panjang dengan Jeffrey Epstein, yang bertindak sebagai pengelola investasinya selama bertahun-tahun.

Berdasarkan investigasi panjang New York Times pada November lalu, Wexner disebut sebagai sosok yang mendorong lonjakan status keuangan Epstein dari seorang jutawan menjadi plutokrat—istilah bagi seseorang yang memiliki kekuasaan politik karena kekayaannya.

Baca juga: Email Bill Gates ke Jeffrey Epstein Soal Simulasi Pandemi, Tuduhan Rekayasa Memanas

Selain dukungan finansial, "nilai terbesarnya bagi Epstein adalah karena ia memberinya kredibilitas dan reputasi baru," tulis para reporter New York Times.

Meskipun hubungan antara Wexner dan Epstein sudah diketahui publik serta namanya sempat muncul dalam rilis dokumen sebelumnya, fakta baru kini terungkap.

Wexner tampaknya telah dicap sebagai kaki tangan Epstein oleh FBI, meski hingga saat ini dirinya tidak menghadapi tuntutan pidana terkait berbagai pelanggaran yang dilakukan Epstein.

2. Sultan Ahmed bin Sulayem: Pengusaha Dubai

Sultan Ahmed bin Sulayem merupakan pengusaha ternama yang berbasis di Dubai dan memimpin DP World, sebuah perusahaan pelabuhan dan logistik multinasional yang beroperasi di lebih dari 80 negara.

Sultan Ahmed juga saudara dari Mohammed Ben Sulayem, Presiden FIA, badan otoritas yang mengatur kejuaraan motorsport dunia termasuk Formula Satu.

Dokumen yang baru diungkap menunjukkan, Sultan Ahmed bin Sulayem mengirim email kepada Epstein pada tahun 2015.

Baca juga: Bocor Isi Dokumen Epstein, Muncul Dugaan Kiswah Kain Penutup Ka’bah Dijual ke Jeffrey Epstein

Dalam pesan tersebut, Sultan Ahmed menyebut pernah bertemu seorang gadis “dua tahun lalu” yang tengah menempuh pendidikan di universitas Amerika di Dubai.

“Dia bertunangan, tetapi sekarang kembali bersama saya,” tulisnya dalam email tersebut.

Anggota Kongres Thomas Massie juga mengungkapkan fakta lain.

Mengingat nama-nama tersebut kini tidak disensor, tampaknya Departemen Kehakiman telah mengonfirmasi, Sulayem adalah penerima email dari Epstein yang berisi kalimat mengejutkan: “Saya menyukai video penyiksaan itu.”

3. Nicola Caputo: Politikus Italia

Nama selanjutnya adalah Nicola Caputo, seorang politikus Italia yang tercatat pernah mewakili negaranya di Parlemen Eropa antara tahun 2014 hingga 2019.

Setelah masa jabatannya di Eropa, Nicola Caputo menduduki posisi senior di pemerintahan regional Campania.

Namun, hingga saat ini belum ada bukti terverifikasi yang mengonfirmasi jika Nicola Caputo tersebut adalah sosok yang sama dengan yang disebutkan dalam dokumen resmi.

Sejumlah organisasi media besar pun belum menguatkan adanya hubungan pasti antara dirinya dengan berkas-berkas Epstein tersebut.

4. Identitas Nama Lain yang Masih Menjadi Teka-Teki

Selain tokoh-tokoh di atas, terdapat tiga nama lainnya yang turut muncul dalam daftar yang sebelumnya disensor, yaitu Salvatore Nuara, Zurab Mikeladze, dan Leonic Leonov.

Hingga laporan ini diturunkan, belum diketahui secara pasti siapa sosok-sosok ini dan bagaimana keterkaitan atau hubungan mereka dengan lingkaran Jeffrey Epstein.

Anggota Kongres Meninjau File Epstein yang Disensor

Berdasarkan laporan NBC News pada Sabtu (7/2/2026), anggota Kongres akan dapat mulai meninjau versi lengkap berkas Jeffrey Epstein pada Senin (9/2/2026) pagi.

Proses peninjauan akan dilakukan secara langsung di Kementerian Kehakiman (DOJ).

Para anggota Kongres dapat meninjau materi tersebut melalui komputer di kantor DOJ, tetapi tidak dapat melihat dokumen fisiknya secara langsung.

Mereka diperbolehkan mencatat, tetapi tidak boleh membawa perangkat elektronik apa pun.

Peninjauan hanya dilakukan terhadap 3 juta berkas yang saat ini tersedia untuk umum, bukan terhadap kumpulan dokumen yang lebih luas, yang menurut DOJ berjumlah lebih dari 6 juta dokumen.

Baca juga: Sisi Kelam Epstein Files: Dari Tuduhan Kanibalisme hingga 900 Kali Penyebutan Indonesia

Wakil Jaksa Agung Todd Blanche sebelumnya menjanjikan akses kepada anggota Kongres terhadap file tersebut.

Anggota DPR Thomas Massie dan Ro Khanna, yang turut menginisiasi undang-undang pendorong rilis dokumen besar-besaran oleh Departemen Kehakiman, telah melayangkan surat kepada Blanche guna meminta akses penuh terhadap berkas-berkas yang belum disensor.

Anggota Partai Demokrat di Komite Kehakiman juga mengirim surat kepada Blanche pekan lalu untuk meminta kesempatan meninjau materi tersebut sesegera mungkin.

Pimpinan serta anggota Komite Kehakiman DPR dan Senat akan diprioritaskan dalam peninjauan, tetapi seluruh anggota Kongres akan memperoleh akses secara bergantian.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.