- Aksi penembakan orang tak dikenal (OTK) terhadap pesawat Smart Cakrawala Aviation, telah menewaskan sang kapten, Egon Erawan.
Sosok kapten Egon Erawan kini menjadi sorotan usai gugur saat menjalankan tugasnya sebagai pilot.
Sosok Kapten Egon Erawan memiliki pengalaman penerbangan yang luas.
Kapten Egon merupakan lulusan Civil Flying School, Melbourne, Australia.
Kapten Egon dikenal aktif membagikan potret penerbangan di berbagai wilayah Papua melalui media sosialnya.
Kapten Egon memiliki minat pada kendaraan klasik, terlihat dari koleksi mobil dan motor tua.
Sebagai pilot pesawat perintis, Egon mengoperasikan rute yang menjadi jantung logistik dan mobilitas masyarakat pedalaman Papua.
Penerbangan yang dikendalikan Kapten Egon sering menjadi satu-satunya akses transportasi bagi warga di daerah terpencil.
Diketahui, insiden penembakan oleh orang tak dikenal di Bandara Koroway menghentikan kariernya.
Saat kejadian Kapten Egon membawa 13 penumpang, termasuk seorang bayi pada Rabu (11/2).
Insiden penembakan itu menewaskan dua pilot, Capt. Egon Erawan dan Capt. Baskoro.
Perjalanan mereka dari Tanah Merah pukul 10.35 WIT dan mendarat sekitar pukul 11.05 WIT.
Mereka mendarat di Bandara Koroway Batu (Danowage), Distrik Yaniruma.
Sebelumnya Kapten Egon sempat mengirimkan pesan darurat lewat perangkat GPS Garmin.
Pesan sempat dikirimkan kepada petugas operasional penerbangan.
Namun sayang, Kapten Egon dan kopilotnya ditemukan meninggal.
Keduanya ditemukan gugur akibat luka tembak.
Sementara itu seluruh penumpang lainnya dikabarkan selamat.