Anggaran Infrastruktur Pontianak Utara Tembus Rp63 Miliar pada 2026
Try Juliansyah February 12, 2026 01:32 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan di Kecamatan Pontianak Utara. 

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut wilayah tersebut memiliki posisi strategis dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan kota.

Keseriusan itu terlihat dari peningkatan alokasi anggaran infrastruktur. Pada tahun 2025, anggaran pembangunan infrastruktur di Pontianak Utara tercatat sekitar Rp56,4 miliar.

Angka tersebut naik menjadi sekitar Rp63 miliar pada 2026. Dana itu dialokasikan untuk peningkatan jalan lingkungan, pemasangan penerangan jalan umum, hingga penataan kawasan.

"Anggaran tersebut belum termasuk proyek-proyek strategis dari pemerintah pusat, seperti Sekolah Rakyat dan peningkatan akses jalan kota," katanya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kecamatan Pontianak Utara di Aula CU Pancur Kasih, Rabu 11 Februari 2026.

Edi menjelaskan, Pontianak Utara merupakan kecamatan dengan wilayah terluas di Kota Pontianak dan memiliki karakteristik yang cukup kompleks. 

Sekitar 40 persen wilayahnya berupa lahan gambut, dengan dominasi area pertanian, permukiman, serta kawasan industri di sepanjang pesisir Sungai Kapuas.

Dari sisi jumlah penduduk, kecamatan ini menjadi yang terbanyak kedua setelah Pontianak Barat.

Baca juga: Perluas Jaminan Sosial, Pemkot Pontianak Sasar RT/RW dan Relawan Bencana

"Oleh sebab itu dibutuhkan penanganan pembangunan yang terencana dan berkelanjutan," ungkapnya.

Selain fokus pada peningkatan jalan dan penerangan, Pemkot Pontianak juga merencanakan pembangunan infrastruktur pendukung lainnya. Di antaranya rehabilitasi Pasar Puring yang akan ditata menjadi kawasan waterfront, pembangunan bundaran besar sebagai ikon Pontianak Utara, serta penguatan layanan kesehatan di Rumah Sakit Pontianak Utara.

Pada sektor lingkungan, Pontianak Utara direncanakan menjadi lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu dengan nilai investasi ratusan miliar rupiah.

"Pengolahan sampah itu diarahkan tidak hanya sebagai tempat pengolahan, tetapi juga kawasan edukasi dan rekreasi," terangnya. 

Wali Kota turut menyinggung tingginya mobilitas kendaraan berat di kawasan tersebut, terutama truk tangki dan angkutan industri yang melintasi jalan utama.

Untuk mengatasi persoalan itu, Pemkot menyiapkan rencana pembangunan jalur alternatif guna mengurangi kepadatan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

"Pontianak Utara memiliki potensi besar sekaligus tantangan yang tidak ringan. Karena itu, pembangunan di kawasan ini harus berbasis kebutuhan riil masyarakat, potensi wilayah, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan," tegasnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.