Tujuh Bulan Sembunyikan Kehamilan, ART Tak Bisa Ngelak Setelah Bayi yang Dibuang Terungkap
Truly Okto Hasudungan Purba February 12, 2026 03:08 AM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus pembuangan jasad bayi yang ditemukan di area belakang rumah salah satu komplek, di Kelurahan Pulo Brayan, Kecamatan Medan Timur, Selasa (10/2) kemarin terungkap. Kapolsek Medan Timur Kompol Agus M Butarbutar, dari serangkaian penyelidikan yang dilakukan pelaku pembuangan bayi malang itu adalah Siti Aisyah. 

"Dari penyelidikan yang kita lakukan, kita dapatkan pelaku yaitu ibu dari bayi ini yang bernama Siti Aisyah," ujar Agus, Rabu (11/2). 

Dijelaskan Agus, Siti diketahui merupakan ibu bayi tersebut dan bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di komplek tersebut. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, Agus menjelaskan jika berdasarkan penuturan pelaku ia sudah bekerja di rumah Mulyono sejak bulan Juli 2025 lalu. "Keterangan dari pemilik rumah, dia (pelaku) sudah bekerja sejak dari bulan tujuh," katanya. 

Namun, selama sekitar tujuh bulan bekerja sebagai ART di komplek tersebut Siti diketahui pandai mencari cara untuk menyembunyikan kehamilannya dari orang sekitarnya. Pasalnya, dari mulai Siti bekerja di komplek tersebut sang majikan tak tau jika Siti sudah berbadan dua hingga akhirnya kehamilannya terungkap saat bayi yang dibuangnya ditemukan. 

Entah malu atau karena faktor lainnya, Agus menjelaskan berdasarkan penuturan dari majikannya selama bekerja Siti sama sekali tak menunjukkan gelagat yang menunjukkan jika ia sedang mengandung. Tak hanya dari pertanda seperti mual dan muntah seperti ibu hamil pada umumnya, bahkan hingga kehamilannya sudah mencapai waktu lahiran juga sang majikan tak melihat adanya perubahan pada badan Siti seperti perut yang membuncit. 

"Sesuai dengan keterangan pemilik rumah, dia tidak ada mencurigai kalau asistennya itu sedang hamil," ucapnya. 

Karena tak merasa di dalam rumah ada yang hamil, kabar penemuan bayi di belakang rumah tersebut sontak mengagetkan seluruh penghuni rumah. Begitu juga yang dialami oleh Putri Novianti, yang tak lain adalah rekan Siti sesama ART di rumah tersebut. 

Putri yang awalnya hendak membersihkan halaman belakang rumah, sontak dibuat kaget dengan adanya sesosok bayi yang disimpan di dalam kotak kardus berbentuk persegi panjang itu. Saat itu, Putri awalnya hendak memindahkan kotak bertuliskan Titan itu karena hendak menyiram lantai. 

"Mungkin ada cara dia (pelaku) menutupi kehamilannya, bahkan sampai teman kerjanya juga tidak tahu kalau pelaku sedang hamil," katanya.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelempar Ibu Rumah Tangga hingga Buta

Telusuri Beberapa Titik
TERUNGKAPNYA Siti sebagai ibu sekaligus pelaku yang membuang bayi tersebut, saat tim Polsek Medan Timur mengecek langsung kondisi penemuan bayi itu. Kata Agus, ia sempat menelusuri beberapa titik yang menjadi akses orang bisa masuk ke area belakang rumah. 

Namun, karana kondisi komplek yang cukup tertutup sehingga minim kemungkinan adanya orang dari luar komplek yang bisa mengakses hingga ke titik penemuan bayi. Setelah diselidiki, Agus mengaku curiga dengan seluruh penghuni rumah yang mana orang paling memungkinkan beraktivitas di sana. 

Setelah pemeriksaan cukup panjang, Agus sempat mencurigai lokasi yang tampak sudah bersih tanpa adanya bercak ataupun tanda bekas proses melahirkan. Bahkan, dilihat dari kondisi bayi yang diletakkan di dalam kotak tersebut sudah tampak bersih. 

Upaya Siti menyembunyikan aksinya, akhirnya ketahuan setelah Agus mencurigai adanya tumpukan kain yang diletakkan di ember yang berada di kamar mandi. Setelah dicek, benar saja ditemukan sejumlah kain seperti handuk dan sprei yang masih tersisa bercak darah. 

Ketika diinterogasi, Siti mengaku darah tersebut merupakan sisa dari haidnya yang baru dibersihkan. Namun, karena kondisi bekas darah yang cukup banyak akhirnya wanita berusia 19 tahun itu tak dapat lagi mengelak dan mengakui perbuatannya. 

"Tanda awal kita temukan adanya pakaian dan kain yang berdarah di dalam kamar mandi. Kemudian kita cek yang kita curigai, dia awalnya sempat mengelak. Tapi setelah kita telusuri ke kamar yang bersangkutan, kita temukan bercak darah yang akhrinya ia mengakui perbuatannya," ungkap Agus. 

Saat diinterogasi, Siti mengaku ia melahirkan jabang bayinya seorang diri di dalam kamar mandi pada Selasa (10/2) sekira pukul 03.30 dini hari. Sejauh ini, perihal penyebab kematian bayi malang itu masih diselidiki oleh tim dokter RS Bhayangkara dalam proses autopsi. Sedangkan Siti, masih menjalani perawatan medis di RS Pirngadi sambil menunggu proses hukum menantinya setelah usai keluar dari rumah sakit. (mns/Tribun-medan.co0m)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.