Pengakuan Tim Wanadri Usai Temukan Jasad Pendaki Yazid di Bukit Mongkrang: Terapkan Metode Pelacakan
Eri Ariyanto February 12, 2026 04:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Tim Wanadri akhirnya menemukan jasad pendaki Yazid Ahmad Firdaus (26) yang hilang selama 23 hari di Bukit Mongkrang.

Proses pencarian dilakukan dengan metode pelacakan khusus di medan terjal dan sungai berarus deras.

Penemuan ini menjadi titik penting evakuasi, sekaligus membantu keluarga memastikan kondisi jenazah sebelum dibawa pulang.

Pendaki Yazid Ahmad Firdaus akhirnya ditemukan pada Selasa (10/2/2026) selepas 23 hari dinyatakan hilang di Bukit Mongkrang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah

Yazid, warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Mitis, sekitar 1,7 kilometer (km) dari jalan setapak pendakian Bukit Mongkrang.

Tim dari Wanadri menemukan Yazid sekitar pukul 08.54 WIB, di titik 07 41 00 LS dan 111 10 30 BT.

Menurut penuturan Wanadri, mereka tetap melakukan pencarian secara mandiri selepas Basarnas menutup operasi pencarian pada Sabtu (31/1/2026) petang.

Sugiarto, anggota Search Rescue Unit Wanadri, mengatakan bahwa tim evakuasi sampai di titik penemuan subjek sekitar pukul 11.00 WIB.

Meski melalui medan yang sulit, subjek atau korban bisa dievakuasi pada pukul 18.00 WIB.

Berikut Wanadri ceritakan proses pencarian hingga detik-detik penemuan Yazid.

Kronologi pencarian

Yazid diketahui mendaki Mongkrang pada Minggu, 18 Januari 2026, bersama ketiga rekannya, yaitu Salman, Sukma, dan Riyan.

Pendakian tektok dimulai pada pukul 06.30 WIB.

Saat perjalanan turun, Sukma terakhir melihat Yazid di area batuan di atas Pos 3. Setelah itu, Salman dan Sukma melanjutkan perjalanan turun hingga tiba di basecamp (BC). Namun, Yazid tidak kunjung tiba.

Yazid sempat dicari oleh Sukma, yang memutuskan kembali naik untuk mencarinya. Namun hingga sore, keberadaan Yazid tetap tak diketahui, hingga pada hari yang sama Yazid pun resmi dinyatakan hilang.

Pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dan resmi ditutup pada 31 Januari 2026.

Selepas ditutup, Wanadri berusaha melanjutkan pencarian secara mandiri yang resmi dimulai pada Sabtu (7/2/2026).

Sugiarto sendiri bergabung di tim pada Senin (9/2/2026).

Dalam pencarian mandiri ini Wanadri dibantu SAR dari Surabaya.

"Total, ada 11 orang dalam tim kami," ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (11/2/2026).

PENCARIAN - Suasana Operasi pencarian (opsar) Yazid Ahmad Firdaus (26), survivor asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar yang hilang di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Senin (26/1/2026). Kini survivor sudah ditemukan.
PENCARIAN - Suasana Operasi pencarian (opsar) Yazid Ahmad Firdaus (26), survivor asal Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar yang hilang di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Senin (26/1/2026). Kini survivor sudah ditemukan. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Gunakan metode tracking mode

Tim SAR Wanadri menggunakan tracking mode saat mencari pendaki Yazid.(Dok Wanadri)

Dalam SAR lanjutan ini Wanadri menerapkan metode pelacakan atau tracking mode dalam upaya pencariannya.

Mereka juga menerapkan flying camp untuk mempermudah pencarian. Jadi dengan metode ini, tim tidak perlu naik-turun gunung setiap hari yang berpotensi menguras energi sehingga pencarian tak bisa maksimal.

"Kami ada grup WA untuk menganalisis kondisi lapangan. Di situ kami saling kasih masukan selepas mendeteksi kemungkinan-kemungkinan lintasan subjek ke arah mana saja," ujarnya.

Kemungkinan-kemungkinan ini dipelajari lewat data subjek, kronologi pendakian hingga dinyatakan hilang, juga psikologi korban seperti perilaku dan tujuan subjek ke Mongkrang.

"Kemudian data itu kami masukkan ke dalam peta topografi, dan akhirnya kami bisa mendapatkan kemungkinan-kemungkinan lintasan yang dilalui subjek," sambung Sugi.

Selepas itu, pada Selasa pagi, mereka melakukan penyusuran kembali, dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.

Area kali itu adalah aliran sungai yang dilalui pipa-pipa air penduduk. Mereka menyusuri sungai dari arah bawah menuju atas.

"Saya di posisi ketiga waktu itu. Selepas 54 menit berjalan, orang paling depan mencium bau busuk," ujar Sugi.

Tak lama kemudian, subjek pun ditemukan. Tepat satu meter di depan personel pertama yang menyusuri sungai.

Menurut Sugi, kondisi korban ada di pinggir sungai, tertutup pohon pisang dan beberapa rimbun pohon.

"Kami hanya melihat kaki waktu itu, sedangkan tubuhnya ada di dalam sungai," papar Sugi.

PENDAKI MONGKRANG HILANG - Jasad Yazid Ahmad Firdaus ditemukan setelah 23 hari hilang di bukit Mongkrang, diduga terjatuh ke sungai. (Dok./Wanadri)

Diduga Yazid terjatuh ke sungai

Sungai yang dilalui pipa-pipa air bersih untuk warga itu cukup lebar, dengan bagian yang dialiri air lebarnya sekitar 3-5 meter.

Sungai itu terletak di lembah atau cekungan. Sekitar 30 meter dari titik subjek ditemukan, tampak ada air terjun setinggi 30 meteran.

Sedangkan di samping sungai, ada tebing setinggi 7 meteran.

Dari analisis sementara, Wanadri menduga korban terjatuh dari tebing tersebut, masuk ke dalam sungai, dan langsung berakibat fatal.

Sedangkan dugaan sementara mengenai penyebab hilangnya Yazid adalah, kemungkinan saat perjalanan turun, Yazid keluar dari jalur untuk mencari jalan pintas agar lebih cepat sampai ke bawah.

"Kemungkinan korban ingin memberi kejutan kepada teman-temannya dengan mencari jalan pintas dan sampai lebih dulu di basecamp dibanding teman yang ada di depan," ujar Sugi.

"Saat mencari jalan pintas inilah, kemungkinan subjek menemukan jalan maintenance pipa air penduduk di hulu sungai. Dia ikutin jalan itu, sampai menemukan jalan buntu," papar Sugi.

Ujung jalan itu, adalah ujung pipa air warga.

Karena tak menemukan jalan lagi, subjek diduga menerobos dan tersesat.

"Ada kemungkinan subjek jatuh ke sungai di hari ia hilang dan langsung berakibat fatal, karena tinggi tebingnya sekitar 7 hingga 10 meter," sambung Sugi.

Mengenai tubuh korban yang tertutup pohon pisang, Wanadri juga memberikan analisisnya.

"Ada dugaan saat ia terjatuh, ia sempat memegang pohon pisang. Namun sayang, pohon tak kuat dan justru ikut terjatuh ke dalam sungai."

Titik penemuan Yazid berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl. Tertahan banyak pohon dan batuan, membuat tubuhnya tak hanyut ketika banjir datang. Mengingat, musim hujan belum usai, dan di dekat sungai terdapat air terjun dengan aliran cukup deras.

"Dari titik terakhir ia terlihat oleh temannya, Yazid sudah berjalan sekitar 3 kilometer hingga sampai di titik ia ditemukan," pungkas Sugi. 

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.