SERAMBINEWS.COM - Ramadhan adalah bulan transformasi diri dari sekadar rutinitas menahan lapar menjadi perjalanan spiritual untuk meraih takwa, memperbaiki diri, dan memperkuat kepedulian sosial.
Menunaikan puasa di bulan suci Ramadhan adalah kewajiban bagi ummat islam.
Ramadhan juga bulan yang selalu dinantikan, momen berkumpul sanak keluarga dan meningkatkan amal ibadah.
Untuk itu marilah mendekatkan diri memperbaiki sikap dan tingkah laku untuk menyambut Ramadhan.
Sebelum berpuasa muslim dianjurkan untuk selalu berdoa sebelum memulai aktivitas apapun, termasuk ketika hendak sahur.
Sahur adalah salah satu sunah bagi orang yang akan berpuasa yang hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan).
Sahur ditunaikan seperti halnya anjuran Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Ramadhan kian Dekat, Begini Cara Menyusun Keuangan agar Tidak Boros
Manfaat sahur yaitu untuk mendapatkan energi sehingga dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik.
Rasulullah Saw bersabda: "Bersahurlah kalian, karena dalam sahur ada keberkahan." (HR. Bukhari dan Muslim).
Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna’ menjelaskan, muslim dianjurkan untuk berniat pada malam hari sebelum puasa pada esok hari.
Doa niat puasa dapat dibaca pada malam hari maupun ketika hendak sahur.
Dalil Tentang Anjuran Sahur
Sahur merupakan amalan yang didasarkan pada sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan di dalam hadis, seperti dijelaskan Kementerian Agama.
Rasulullah Saw bersabda: "Bersahurlah kalian, karena dalam sahur ada keberkahan." (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadis lain, Rasulullah menyebutkan bahwa waktu sahur yang baik adalah mendekati akhir.
Dari Abu Dzar, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Umatku senantiasa dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa." (HR. Ahmad)
Dari Zaid bin Tsabit, dia berkata: Kami sahur bersama Rasulullah Saw, kemudian beliau melaksanakan shalat. Aku (Anas bin Malik) bertanya: Berapa jaraknya antara azan dan sahur? Zaid bin Tsabit berkata: Sekitar lima puluh ayat. (HR. Muslim dan Bukhari)
Di riwayat lain, Rasulullah Saw menganjurkan umat Islam untuk memakan kurma ketika sahur.
Dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda: "Sebaik-baik sahurnya orang mukmin adalah kurma."
Dikutip dari laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut bacaan doa sebelum sahur.
Doa Sebelum Sahur
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هٰذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Doa Makan Sahur
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allāhumma bārik lanā fīmā razaqtanā waqinā ‘adzāban-nār.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada rezeki yang Engkau berikan kepada kami dan lindungilah kami dari siksa neraka.”
Doa Berbuka Puasa
اللَّهُمَّ إِنِّي لَكَ صُمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَعَلَىٰ رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ
Allahumma inni laka shumtu wa bika amantu wa ‘alayka tawakkaltu wa ‘ala rizqika afthartu, faghfir li ma qaddamtu wa ma akhkhartu.
Artinya: “Ya Allah, aku berpuasa untuk-Mu, aku beriman kepada-Mu, aku bertawakal kepada-Mu, dan aku berbuka dengan rezeki-Mu. Maka, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang.”
Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI menjelaskan dalam laman resminya mengenai sunah yang dapat dilakukan ketika sahur.
1. Mengakhirkan Sahur
Mengakhirkan sahur termasuk amalan yang dianjurkan dalam Islam. Waktu sahur dimulai sejak pertengahan malam hingga terbit fajar, namun yang lebih utama adalah melaksanakannya mendekati waktu Subuh.
Para ulama menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk sahur adalah pada sepertiga malam terakhir.
Bahkan lebih utama lagi jika jaraknya dengan azan Subuh kira-kira cukup untuk membaca lima puluh ayat Al-Qur’an.
Dari Abu Dzar, dia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Umatku senantiasa dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa." (HR. Ahmad)
Dari Zaid bin Tsabit, dia berkata: Kami sahur bersama Rasulullah Saw, kemudian beliau melaksanakan shalat. Aku (Anas bin Malik) bertanya: Berapa jaraknya antara azan dan sahur? Zaid bin Tsabit berkata: Sekitar lima puluh ayat. (HR. Muslim dan Bukhari)
2. Mengonsumsi Kurma
Selain makan dan minum makanan lainnya, dianjurkan pula untuk mengonsumsi kurma saat sahur.
Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Abu Dawud, dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda: "Sebaik-baik sahurnya orang mukmin adalah kurma."
Kurma merupakan makanan yang sederhana namun penuh manfaat. Rasulullah Saw menganjurkan umatnya untuk menjadikan kurma sebagai bagian dari santapan sahur karena kandungan gizinya yang baik serta mudah dicerna oleh tubuh.
3. Mendoakan Kebaikan untuk Kaum Muslimin yang Sahur
Doa yang bisa dibaca, sesuai doa Nabi Saw, adalah doa berikut:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
Alloohumma sholli ‘alal mutasahhiriin.
Artinya: Ya Allah, limpahkan rahmat kepada orang-orang yang makan sahur.
Selain memperhatikan makanan, dianjurkan pula untuk memperbanyak doa saat sahur. Salah satu doa yang dapat dibaca adalah doa yang memohonkan rahmat bagi orang-orang yang melaksanakan sahur.
Dengan mendoakan sesama muslim yang bangun untuk makan sahur, kita menumbuhkan rasa persaudaraan dan kepedulian.
4. Membaca Istighfar Setelah Sahur
Muslim dapat membaca istighfar setelah makan sahur sebagai salah satu amalan sunah.
Membaca istighfar setelah sahur menjadi bentuk pengakuan seorang hamba atas kelemahan dirinya dan harapan akan ampunan Allah Swt.
Waktu sahur termasuk waktu yang penuh keberkahan, sehingga sangat baik dimanfaatkan untuk berdoa dan memohon ampun.
Sahabat nabi, Abdullah bin Mas’ud mengajarkan doa istighfar setelah sahur sebagai berikut:
اللَّهُمَّ دَعَوْتَنِي فَأَجَبْتُكَ، وَأَمَرْتَنِي فَأَطَعْتُكَ، هَذَا سَحَرٌ فَاغْفِرْ لِي
Allohumma da’awtanii fa ajabtuka, wa amartanii fa atho’tuka, haadzaa saharun faghfirlii
Artinya: Ya Allah, Engkau memanggilku, kemudian aku mengiyakan panggilan-Mu, dan Engkau menyuruhku, kemudian aku menaati-Mu. Ini waktu sahur, maka ampunilah aku.
Setelah memenuhi panggilan-Nya untuk bersahur sebagai persiapan ibadah puasa, seorang muslim dianjurkan menutupnya dengan istighfar agar mendapatkan rahmat dan pengampunan.
Sahur bukan hanya amalan sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw, namun juga merupakan bentuk ikhtiar bagi muslim yang akan berpuasa agar tubuh tidak letih.
Dikutip dari website resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), berikut keutamaan lainnya dari sahur.
1. Mendapat Keberkahan dari Allah SWT
Keberkahan sahur dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan sahur, seorang muslim memulai puasanya dengan niat dan kesiapan yang lebih baik, sehingga ibadah yang dijalankan terasa lebih ringan dan penuh semangat.
Rasulullah SAW bersabda: “Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa sahur bukan sekadar aktivitas makan sebelum berpuasa, tetapi ibadah yang mengandung limpahan kebaikan dari Allah SWT.
Keberkahan tersebut mencakup ketenangan hati, tambahan pahala, serta kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa sepanjang hari.
2. Pembeda antara Puasa Muslim dan Ahli Kitab
Melalui sahur, umat Islam tidak hanya menjalankan perintah, tetapi juga menjaga tradisi ibadah yang diwariskan Nabi Muhammad SAW.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: “Perbedaan antara puasa kita dan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur.” (HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa sahur menjadi salah satu ciri khas ibadah puasa umat Islam. Dengan melaksanakan sahur, umat Islam mengikuti sunnah Rasulullah SAW sekaligus menunjukkan identitas dan keistimewaan syariat yang diajarkan dalam Islam.
3. Membantu Kekuatan Fisik Saat Berpuasa
Sahur berperan penting dalam menjaga kondisi tubuh selama berpuasa.
Asupan makanan dan minuman saat sahur membantu tubuh memiliki cadangan energi yang cukup untuk beraktivitas hingga waktu berbuka tiba.
Tanpa sahur, tubuh cenderung lebih cepat merasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan kurang bertenaga. Oleh karena itu, sahur bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi ikhtiar menjaga kesehatan agar puasa dapat dijalankan dengan optimal.
4. Waktu Sahur adalah Waktu Mustajab untuk Berdoa
Waktu sahur termasuk dalam sepertiga malam terakhir, yaitu waktu yang sangat istimewa untuk bermunajat kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda: “Rabb kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.’” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pada saat ini, doa-doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan dan ampunan Allah terbuka luas bagi hamba-Nya yang memohon dengan sungguh-sungguh.